"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Wakil Menkop Tekankan Akuntabilitas dalam Koperasi

Pentingnya Pengawasan dan Digitalisasi dalam Tata Kelola Koperasi

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi, Dr. Ir. H. O. Siagian, M.Sc., menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dalam tata kelola koperasi saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Graha Arsindi di Slawi. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang sehat tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari transparansi laporan, kepatuhan regulasi, dan sistem pengawasan yang kuat.

Forum tersebut juga menyoroti pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan layanan dan memperkuat manajemen koperasi. Dalam acara ini, Deputi Bidang Pengawasan menyampaikan bahwa tata kelola yang akuntabel, transparansi dalam penyusunan laporan keuangan, serta kepatuhan terhadap aturan merupakan elemen utama untuk menjaga kepercayaan anggota dan publik.

Beberapa pejabat dan tokoh hadir dalam acara ini, antara lain Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi yang diwakili oleh Tenaga Ahli Bidang Digitalisasi James Martua Purba, S.M., M.A.B., Wakil Bupati Brebes Wurja, S.E., perwakilan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Eko Pristiawan, S.E., serta Penasehat KSP Graha Arsindi Ariston Tua Sidauruk, S.E., M.M.

Turut hadir pula sebagai tamu undangan perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Brebes Sapto Aji Pamungkas, S.E., Kepala Bidang Koperasi, serta perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Tegal Endang Susilowati.

Fungsi Pengawasan yang Lebih dari Sekadar Kontrol

Siagian menambahkan bahwa fungsi pengawasan tidak seharusnya dipandang semata sebagai mekanisme kontrol atau koreksi terhadap kesalahan. Lebih dari itu, pengawasan berperan sebagai instrumen perlindungan bagi organisasi agar mampu mengantisipasi berbagai risiko usaha yang mungkin muncul di masa depan.

“Pengawasan yang berjalan dengan baik akan membantu koperasi menjaga stabilitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan anggota,” ujarnya dalam forum tersebut.

James Martua Purba, S.M., M.A.B., yang mewakili Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, menyoroti bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan strategis bagi pengembangan koperasi modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu koperasi meningkatkan kualitas layanan kepada anggota sekaligus memperkuat sistem manajemen internal.

Digitalisasi memungkinkan proses administrasi berjalan lebih cepat, data lebih akurat, serta pengawasan internal dapat dilakukan secara lebih sistematis. “Transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi langkah strategis agar koperasi tetap relevan dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada anggotanya,” jelasnya.

Peran Koperasi dalam Perekonomian Daerah

Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., menyampaikan apresiasi atas kontribusi KSP Graha Arsindi dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. Ia menilai koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam menyediakan akses pembiayaan dan layanan keuangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan koperasi yang dikelola secara profesional dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap koperasi seperti KSP Graha Arsindi dapat terus berkembang secara sehat dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

“Peran koperasi sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah tentu berharap koperasi dapat terus tumbuh secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Penguatan Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya Manusia

Pandangan serupa disampaikan oleh perwakilan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah, Eko Pristiawan, S.E. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas manajemen organisasi, penguatan disiplin kelembagaan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan koperasi.

Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar koperasi tidak hanya berkembang dari sisi usaha, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi identitas gerakan koperasi. Koperasi, kata dia, lahir dari semangat kebersamaan, tanggung jawab bersama, serta prinsip saling tolong-menolong. Oleh karena itu, penguatan manajemen modern perlu tetap berjalan seiring dengan pemeliharaan nilai-nilai tersebut.

Persiapan Menghadapi Perubahan dan Adaptasi

Sementara itu, Penasehat KSP Graha Arsindi Ariston Tua Sidauruk, S.E., M.M. menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh jajaran koperasi mengenai pentingnya kesiapan menghadapi perubahan. Ia menegaskan bahwa pergeseran dari pola manajemen tradisional menuju tata kelola modern merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Perubahan tersebut perlu disikapi dengan kesiapan organisasi, penguatan sistem kerja, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurutnya, koperasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Ia juga mengingatkan bahwa penguatan tata kelola, transparansi, serta komitmen terhadap pelayanan anggota harus menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengembangan organisasi.

Tema RAT: Akuntabel, Sinergi, dan Bertumbuh

RAT yang mengusung tema “Akuntabel, Sinergi, dan Bertumbuh” menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi, memperkuat komitmen terhadap tata kelola yang sehat, serta merumuskan arah strategis pengembangan koperasi ke depan.

Penyelenggaraan RAT tahun ini berlangsung dengan suasana tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengurus, pengawas, penasehat, dan anggota menunjukkan bahwa KSP Graha Arsindi terus mendapatkan perhatian serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan gerakan koperasi yang sehat dan modern.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *