Desa Nglebak yang Terlumbung di Tengah Hutan
Desa Nglebak yang terletak di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dikenal oleh masyarakat luas berkat aksi pembangunan jalan secara swadaya yang dilakukan oleh warga desa. Aksi ini dilakukan dengan berdonasi mandiri, sehingga menunjukkan semangat gotong royong dan keinginan kuat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur.
Lokasi Desa Nglebak memang cukup unik karena berada di tengah hutan dan lebih dekat ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dibandingkan ke pusat kota Blora. Untuk mencapai pusat kota Ngawi, warga hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit dengan jarak sekitar 9 kilometer. Sementara itu, menuju ke pusat kota Blora, mereka harus menempuh perjalanan sejauh 53 kilometer selama kurang lebih dua jam.
Warga Desa Nglebak sampai bertahun-tahun tidak menyadari siapa sebenarnya Bupati di wilayahnya. Suwiji, salah satu warga setempat, mengakui bahwa ia lebih sering berkunjung ke Ngawi daripada ke Blora karena lokasi tempat tinggalnya yang lebih dekat ke wilayah Jawa Timur tersebut. Bahkan, warga sini yang sudah tua pun belum tahu alun-alun Blora.
Warga Heran dengan Kondisi Jalan
Selain karena lokasinya yang dekat dengan Ngawi, kondisi jalan di daerah tersebut juga cukup memprihatinkan. Pria yang usianya lebih dari enam puluh tahun itu mengaku akses jalan ke Ngawi lebih baik kondisinya daripada ke Blora. “Ya daripada ke arah utara (Blora) ya lebih bagus ke arah selatan (Ngawi),” kata dia.
Bahkan, dirinya juga sempat tidak mengetahui sosok bupati Blora yang hadir dalam undangan sekaligus memberikan bantuan material untuk perbaikan jalan di desanya itu. Saat bupati bersama rombongannya datang ke lokasi perbaikan jalan, warga tetap sibuk dengan aktivitasnya memperbaiki jalan secara swadaya.
Namun, setelah diberitahu sosok tersebut merupakan orang nomor satu di Blora, Suwiji dan warga setempat merasa senang. “Alhamdulillah, bertahun-tahun lamanya tidak pernah ada bupati yang ke sini, ya baru pertama ini bupati datang ya warga berterima kasih. Ibarat anak memimpikan bapaknya kemudian terwujud ya pasti senang,” terang dia.
Impian Mulai Terwujud
Dengan hadirnya orang nomor satu di Blora tersebut, dirinya berharap pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dapat segera dilanjutkan dengan bantuan dari pemerintah. “Ya semoga perbaikan jalan di sini bisa segera dilanjutkan,” harap dia.
Senada dengan Suwiji, Suyatno yang juga warga setempat mengatakan kondisi jalan yang rusak telah beberapa kali menyebabkan anak sekolah terjatuh dari kendaraannya. Makanya, ia bersama warga lainnya berharap setelah ada perbaikan jalan secara swadaya kemudian didatangi bupati Blora, impian jalan yang layak dapat segera terwujud.
Permasalahan Infrastruktur yang Berlarut
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Nglebak, Suwardi, menjelaskan bahwa kondisi jalan rusak di desanya sudah terjadi sejak sekitar tahun 2014 atau dua belas tahun ke belakang. “Soalnya pembangunan terakhir itu di 2012, itu sampai sekarang belum ada. Jadi mulai 2014 karena dulu belum ada sistem cor seperti ini ya, dulu ada aspal.”
“Jadi, ini untuk ketahanan jalan mungkin agak kurang bagus kurang lama ya beda sama yang cor,” ucap dia.
Kondisi jalan yang rusak di desanya itu juga sempat diusulkan pada musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Namun, karena ada efisiensi anggaran, ruas jalan tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
“
Sebenarnya untuk Desa Nglebak ke Megeri dan Desa Nglebak ke Desa Getas itu sebenarnya sudah pernah ada judul di Musrenbang, karena terkena efisiensi anggaran penjelasan dari pak bupati kurang lebih sekitar 300 miliar, ruas jalan yang rencananya dibangun tahun ini tertunda,” terang dia.
“Kemudian Pak Bupati bersama masyarakat berupaya untuk di 2026 ini beliau ingin menganggarkan di perubahan.”
“Kalaupun toh belum ada perubahan nanti di 2027 Pak Bupati berjanji dan berupaya untuk melanjutkan misi dari masyarakat ini untuk membangun di Desa Nglebak sampai dengan Megeri. Hal itu disampaikan langsung beliau kepada aparatur desa bersama masyarakat desa,” imbuh dia.
Keberhasilan dan Harapan Baru
Maka dari itu, warga merasa senang dengan kehadiran bupati yang turut serta membantu masyarakat setempat yang sedang memperbaiki jalan secara swadaya. “Ini membawa angin segar bagi masyarakat kami karena pak bupati turun langsung tahu kondisi ril sebenarnya di Desa Nglebak.”
“Sebelum-sebelumnya ya pak bupati belum pernah ke sini, belum pernah meninjau langsung benar tidaknya jalan ini rusak belum pernah.”
“Tapi dengan adanya kami bersama masyarakat melakukan swadaya ini rame di media sosial, bahkan setiap orang upload akhirnya sampailah ke pak bupati akhirnya turun tangan seperti itu,” jelas dia.











