"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Bisnis  

Di Balik Kenaikan Laba 7,697% Grup Bakrie di Tahun 2025



Laba bersih PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada tahun 2025 mencapai Rp 4,30 triliun atau meningkat sebesar 7.697% secara tahunan (YoY). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan laba bersih pada tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 55,23 miliar. Dalam laporan keuangannya, DEWA membukukan pendapatan sebesar Rp 6,39 triliun selama 2025, naik 5,98% YoY dari pendapatan sebelumnya sebesar Rp 6,03 triliun.

Menurut analis Investasi Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto, laba bersih DEWA pada 2025 melampaui ekspektasi pasar dengan angka sebesar 1.324% dari estimasi konsensus 2025F. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh pengakuan negative goodwill sebesar Rp 4,5 triliun dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR).

Kenaikan ini juga menutupi beberapa kerugian yang timbul dari penghapusan piutang dan persediaan, hilangnya pengendalian atas entitas anak, serta penjualan dan penghapusan aset tetap dengan total sekitar Rp 724 miliar. Meski kontribusi dari konsolidasi GMR bersifat satu kali (one-off), Stockbit tetap optimis terhadap prospek kinerja DEWA di masa depan.

Everson menyebutkan bahwa core profit DEWA meningkat signifikan menjadi Rp 573 miliar selama 2025, dibandingkan Rp 65 miliar pada 2024. Peningkatan ini didukung oleh ekspansi margin laba kotor.

Di Balik Lonjakan Laba DEWA

Stockbit Sekuritas menjelaskan bahwa sebelumnya, Darma Henwa telah menyelesaikan akuisisi 99,75% saham PT Gayo Mineral Resources (GMR) pada November 2025. Transaksi ini dilakukan melalui realisasi uang muka investasi yang sebelumnya sudah dicatat dalam laporan keuangan 2024, sehingga tidak menimbulkan tambahan arus kas pada 2025.

Dari aksi korporasi tersebut, Everson mengatakan perseroan membukukan negative goodwill sebesar Rp 4,5 triliun. Nilai ini berasal dari selisih antara nilai wajar aset GMR sekitar Rp 6,7 triliun dan biaya perolehan sebesar Rp 844 miliar serta memperhitungkan kepentingan non-pengendali dan liabilitas pajak tangguhan.

GMR adalah operator tambang emas dan tembaga yang masih berada pada tahap eksplorasi dan evaluasi di Aceh. Nilai aset eksplorasi dan evaluasi itu mencapai sekitar Rp 7 triliun.

Pencatatan negative goodwill ini seiring dengan pembukuan kerugian lain, termasuk impairment atas piutang dan persediaan, serta kerugian dari penjualan dan penghapusan aset tetap.

Selain itu, DEWA kehilangan kendali atas entitas usahanya, PT Dire Pratama, yang bergerak di bidang usaha pelabuhan pada November 2025, sehingga menimbulkan kerugian Rp 82 miliar.

Stockbit Sekuritas mencatat bahwa Darma Henwa membukukan core profit sebesar Rp 350 miliar pada kuartal keempat 2025, melonjak dari Rp 52 miliar pada kuartal ketiga 2025. Secara tahunan, core profit 2025 mencapai Rp 573 miliar, naik signifikan dibandingkan Rp 65 miliar pada 2024.

Kenaikan ini didukung oleh ekspansi margin laba kotor, yang naik menjadi 16,6% pada kuartal keempat 2025. Kenaikan margin sejalan dengan pertumbuhan pendapatan—masing-masing naik 13% qoq dan 16% yoy pada kuartal keempat 2025, dan 6% YoY sepanjang 2025.

Dari sisi operasional, Stockbit Sekuritas juga mencatat volume material moved meningkat, yakni 13% QoQ dan 5% YoY pada kuartal keempat 2025. Selain itu, efisiensi tercermin dari penurunan beban subkontraktor sebesar 37% YoY, seiring strategi peningkatan porsi pengerjaan secara in-house.

Stockbit Sekuritas memproyeksikan core profit DEWA akan meningkat menjadi Rp 910 miliar pada 2026 atau tumbuh 59% YoY. Proyeksi ini didukung oleh rencana peningkatan porsi pengerjaan in-house hingga 100%, jika dibandingkan 67% pada September 2025 dan asumsi tambahan volume kontrak sekitar 50 juta bcm dari proyek non-Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal.

Sebelumnya, DEWA juga mengumumkan percepatan pengambilalihan pekerjaan secara in-house di proyek Bengalon milik KPC yang dijadwalkan mulai April 2026.

“DEWA juga membukukan manfaat pajak penghasilan bersih sebesar Rp 93 miliar pada 2025 akibat adanya pajak tangguhan Rp 120 miliar,” kata Everson.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *