Pencarian Bocah Berkebutuhan Khusus yang Hilang di Sungai DAM Colo Masih Belum Menemukan Hasil
Pencarian terhadap bocah berkebutuhan khusus (ABK) yang hilang dan diduga tenggelam di sungai DAM Colo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, pada Senin (30/3/2026) berakhir nihil. Proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR menghadapi beberapa kendala seperti cuaca buruk dan arus air yang deras.
Fokus Pencarian di Area Aliran Air
Koordinator Lapangan operasi, Tri Puji Sugiarto, menjelaskan bahwa fokus pencarian hari ini adalah aliran air sekitar desa dan Saluran Irigasi Dam Colo. Tim SRU yang terdiri dari enam orang telah menyisir beberapa titik aliran sungai pintu air di Dukuh Tasgunting hingga beberapa lokasi lainnya.
Beberapa titik yang disisir antara lain:
* Siphon atau Saringan Air Ngaru-aru Macanan yang jaraknya dari titik lokasi kejadian sekira 950 meter.
* Siphon Kaliondo Malanggaten dengan jarak 1500 meter.
* Siphon Malangsari Malanggaten dengan jarak 270 meter.
Meskipun sudah dilakukan pencarian di seluruh area tersebut, hasilnya masih nihil. Hal ini menyebabkan operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada hari Selasa (31/3/2026) pukul 07.00 WIB.
Kendala dalam Operasi Pencarian
Tri Puji menyebutkan beberapa kendala yang dihadapi selama proses pencarian. Pertama, arus sungai yang cukup deras membuat proses penyisiran lebih sulit. Kedua, area pencarian yang cukup luas juga menjadi tantangan. Terakhir, faktor cuaca hujan yang memengaruhi visibilitas dan keselamatan tim pencari.
Sang Ayah Kaget dengan Kabar Kehilangan Anak
Kabar mengejutkan datang bagi Didik Prasetyo, ayah Faiz Khairul Nizam. Saat baru tiba di Jakarta dalam perjalanan kembali bekerja ke Lampung, ia mendapat informasi bahwa putra tunggalnya hilang dan diduga tenggelam. Tanpa pikir panjang, Didik langsung memutar arah dan kembali ke Solo dengan pesawat.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/3/2026). Didik sebelumnya sudah berangkat menuju tempat kerjanya di Lampung, namun harus membatalkan perjalanan setelah menerima kabar tersebut.
Peristiwa Hilangnya Bocah Berkebutuhan Khusus
Faiz Khairul Nizam, bocah berusia 8 tahun yang berkebutuhan khusus, hilang diduga tenggelam di Sungai DAM Colo, Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Karanganyar, pada Minggu (29/3/2026). Keberadaan terakhirnya sempat dilihat oleh seorang warga, namun warga tersebut ketakutan karena mengira Faiz adalah hantu.
Menurut Ketua RT 2 RW 11, Muslih (43), saat itu Faiz terlihat di kamera CCTV pukul 02.00 WIB. Ada warga yang melihatnya, tapi ketakutan sampai rumah dan sempat mengintip serta melihat Faiz melintasi rumahnya.
Suka Bermain di Air
Faiz dikenal sebagai anak yang sangat menyukai air. Muslih menambahkan bahwa Faiz tinggal bersama ibu dan neneknya, sedangkan ayahnya merantau sebagai pegawai CPNS di Lampung. Pengawasan di rumah selalu ketat.
“Anaknya berkebutuhan khusus (ABK), sangat aktif sekali dan yang paling disukai itu air,” jelas Muslih.
Detik-Detik Terakhir dan Pencarian
Selain terlihat di CCTV, keberadaan Faiz juga sempat disaksikan warga, meski ketakutan. Peristiwa ini memicu kepedulian warga sekitar, yang kini turut membantu pencarian dengan harapan bocah itu segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Berdasarkan informasi, Faiz hilang sekitar pukul 01.00 WIB saat berada di rumah. Saat itu, neneknya, Suratmi, menyuruh Faiz tidur. Namun satu jam kemudian, pukul 02.00 WIB, neneknya mengecek kamar dan tidak menemukan Faiz. Kondisi pintu rumah terbuka dan gembok hilang.
Hingga Senin pagi, upaya pencarian masih berlangsung. Pihak BPBD berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menurunkan debit air sungai agar pencarian bisa lebih maksimal dengan metode susur sungai.











