"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Sampah Menggunung: DLH Jayapura Keluhkan Solar, Manager SPBU Hawai Bantah Stok Kosong

Masalah Sampah Menggunung di Distrik Sentani

Di sejumlah titik strategis di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, terjadi penumpukan sampah yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan oleh lumpuhnya operasional armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selama sepekan terakhir. Masyarakat setempat masih membuang sampah hingga pukul 13.11 WIT, meskipun kondisi tersebut sudah berlangsung selama hampir seminggu.

Pemandangan tak sedap terlihat di Jalan Kehiran, khususnya di TPS Hinekombe. Sampah sepanjang 30 meter menumpuk dan menjadi perhatian masyarakat sekitar. Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan bahwa penumpukan sampah terjadi akibat kendala teknis pada DLH. Menurut koordinasi dengan pihak dinas, operasional pengangkutan sampah terhenti selama seminggu terakhir.

“Saya sudah telepon kepala dinas kenapa sampah terlalu banyak ada dua hal yakni bahan bakar dan armada yang rusak membuat tidak bisa memuat. Jadi dalam satu minggu ini setop,” ujar Yunus di sela kegiatan menanam bibit sagu di Kampung Ifale, kemarin.

Penyebab Operasional Terhenti

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, menjelaskan bahwa armada pengangkut sampah biasanya mengisi solar di SPBU Hawai. Namun, ia mengklaim stok solar yang belum tersedia menghambat operasional rutin. Selain masalah BBM, Telenggen juga mengungkapkan kerusakan dua unit armada serta alat berat ekskavator di TPA Waibron memperburuk pelayanan sampah di wilayah Sentani.

Salmon mengaku tidak hanya di TPS Jalan Kehiran, penumpukkan sampah juga terjadi di Jalan Hawai, jalan belakang Bandara Sentani, maupun di belakang Stadion Barnabas Youwe (SBY) mengalami kondisi serupa. Kondisi sampah yang menumpuk di bahu jalan, membuat petugas kesulitan menaruh bak sampah karena warga telah lebih dulu membuang sampah.

“Apalagi sebagian warga juga tidak bersedia menaruh bak sampah di sekitar pemukiman,” aku Salmon. Hal ini diperparah oleh developer perumahan yang enggan menyiapkan lokasi untuk bak sampah sementara. Padahal sesuai aturan seharusnya 40 persen wilayah pemukiman di perkotaan wajib menyiapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Jadi memang kita kerja keras lagi untuk menata sampah,” beber Salmon.

Perbaikan yang Dilakukan

Meski demikian, Telenggen menyanggupi bahwa sebelum perayaan Paskah, petugas kembali beroperasi untuk mengangkut sampah. “Ini juga tergantung stok SPBU yang tersedia. SPBU juga tidak tersedia pas lebaran. Bupati sudah telepon dan kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak gereja supaya sebelum Paskah sampah sudah diangkat,” tuturnya.

Sementara itu, Manager SPBU Hawai, Richardo, lewat panggilan telepon membantah kekosongan bahan bakar. Ia menegaskan bahwa stok Solar, Pertamax, Dexlite, hingga Pertalite tersedia setiap hari semenjak hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Apalagi bertepatan momen Hari Raya Natal dan Idul Fitri kemarin, lanjut Ricardo, pihaknya tetap memastikan ketersedian stok BBM meskipun terjadi antrean dalam pengisian solar.

“[Solar] ada terus kok setiap hari. Antrian truk memang banyak karena hanya kita di Kabupaten Jayapura yang menjual solar. Setiap hari ada antrian,” ujarnya. Menurut Rocardo penjualan BBM mencapai 16 ton per hari dan pasokan dari Pertamina berjalan normal tanpa ada lonjakan pembelian yang berarti selama momen hari raya.

“Kalau beli di Pertamina 10 ton yah 10 ton. Kita habiskan lagi lalu buka lagi besoknya. Justru sepi di momen hari raya tidak ada lonjakan pengisian BBM,” tutupnya.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *