"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Ahmad Amiruddin Minta Maaf Atas Hasil Imbang 1-1 Lawan Persis Solo, Soroti Mental Pemain PSM Makassar

PSM Makassar Mengakui Kegagalan dan Minta Maaf

Pada pertandingan PSM Makassar melawan Persis Solo di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (4/4/2026) malam, tim Juku Eja harus puas bermain imbang 1-1. Hasil ini menjadi kekecewaan bagi para penggemar dan pemain, karena tidak sesuai dengan harapan yang besar.

Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak. Ia mengatakan bahwa hasil ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. “Kami mohon maaf kepada semuanya,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.

PSM Makassar sebenarnya memimpin sejak menit 18 melalui gol Yuran Fernandes. Gol tersebut tercipta setelah sundulan dari kapten tim tersebut setelah memaksimalkan sepak pojok Victor Luiz. Namun, keunggulan tersebut tidak bisa dipertahankan hingga akhir pertandingan.

Di menit 65, gawang PSM Makassar jebol akibat gol Roman Paparyga dari Persis Solo. Hasil imbang ini membuat PSM Makassar tetap berada di peringkat 13 dengan 25 poin. Mereka kini hanya memiliki selisih lima poin dari Madura United yang berada di zona merah.

Selain itu, PSM Makassar memperpanjang catatan tak pernah menang. Dalam tujuh laga terakhir, mereka hanya mencatat dua hasil seri dan lima kali kekalahan. Hal ini menunjukkan bahwa performa tim sedang dalam kondisi yang tidak stabil.

Amiruddin mengungkapkan bahwa di babak pertama, PSM Makassar tampil baik dan semua berjalan sesuai rencana. Tim bermain menyerang dan berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum. Namun, di babak kedua, intensitas permainan menurun.

Untuk menghadapi situasi ini, pelatih melakukan rotasi pemain. Akan tetapi, pemain yang dimasukkan gagal menjalankan tugasnya. Bahkan, situasi semakin buruk karena kesalahan sendiri yang menyebabkan kebobolan.

“Kami kebobolan karena kesalahan sendiri. Tidak ada peluang dari pemain baru yang masuk,” kata Amiruddin dengan nada meninggi. Ia menilai bahwa masalah utama adalah mentalitas pemain. Ia akan berbicara dengan pemain untuk menanyakan komitmen mereka dalam memberikan yang terbaik untuk PSM Makassar.

Amiruddin juga mengapresiasi perjuangan yang ditunjukkan oleh para pemain. Namun, ia menekankan bahwa di momen sulit seperti ini, PSM Makassar membutuhkan sosok pemimpin yang saling mengangkat satu sama lain. Bukan hanya satu-dua orang, tetapi seluruh tim harus memiliki keberanian dan kontribusi.

Ia berharap setelah komunikasi dengan pemain, terjadi perubahan. Sosok leader dari semua pemain sangat dibutuhkan untuk keluar dari situasi sulit saat ini.

Pemain PSM Makassar, Dzaky Asraf, juga turut meminta maaf atas hasil imbang yang diperoleh timnya. Ia tahu, hasil ini pasti sangat mengecewakan bagi suporter dan pecinta Laskar Ayam Jantan dari Timur. “Saya ingin minta maaf hasil kita inginkan tidak maksimal. Penonton, suporter menginginkan tiga poin, tapi kita dapat hasil seri,” ucapnya.

Dzaky berjanji akan bangkit di pertandingan selanjutnya. Kerja keras akan lebih ditunjukkan. “Kita akan fokus di laga selanjutnya dan bekerja lebih keras lagi,” akunya.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *