"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Bukti Kuat Arema FC Tanpa 6 Pemain Asing, Anwar Rifai: Pemain Lokal Tidak Ada yang Buruk

Arema FC Menunjukkan Kekuatan Kolektivitas Meski Tanpa Pilar Asing

Arema FC berhasil menahan imbang Malut United FC dengan skor 1-1 dalam laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Jumat (3/4/2026) sore. Pertandingan ini berlangsung dalam kondisi yang tidak ideal karena beberapa pemain asing utama absen, namun tim tetap mampu menunjukkan ketangguhan dan kualitas yang baik.

Strategi bertahan dan transisi cepat menjadi kunci keberhasilan Arema FC dalam menghadapi agresivitas lawan. Pelatih Marcos Santos memilih pendekatan yang disiplin dengan menggunakan skema low block untuk membatasi ruang gerak lawan. Hal ini membantu Arema FC menjaga keseimbangan tim meskipun tanpa sejumlah pemain inti.

Kedalaman Skuat Singo Edan Terbukti

Anwar Rifai, bek Arema FC, menyatakan bahwa hasil imbang ini menjadi bukti kedalaman skuat Singo Edan yang tetap tangguh. Ia menilai bahwa para pemain lokal mampu tampil kompetitif dan menjawab kepercayaan pelatih di atas lapangan.

“Pertandingan yang sulit tapi kita bersyukur masih bisa dapatkan satu poin, walaupun bukan hasil yang maksimal,” ujar Anwar Rifai.

Ia juga menambahkan bahwa meski ada beberapa pemain yang absen, para pemain lokal tetap menunjukkan performa terbaiknya. “Pemain lokal tidak ada yang jelek, dan mereka juga selalu menunjukkan yang terbaik di latihan,” jelasnya.

Tantangan Dari Pemain Asing Malut United

Malut United FC tampil dengan skuat lengkap dan memiliki empat pemain berkualitas. Namun, Arema FC mampu menahan permainan mereka melalui strategi yang tepat. Pelatih Marcos Santos mengakui bahwa pertandingan ini sangat sulit, tetapi ia bangga dengan kualitas pemain Arema FC.

“Jadi, terima kasih untuk semua pemain yang sudah bekerja keras, apa yang diinstruksikan pada latihan mereka ikuti, jadi sukses,” kata Marcos Santos.

Ia juga menjelaskan bahwa Arema FC lebih memilih bermain defensif dengan skema low block, sehingga mampu memaksimalkan momen transisi dari serangan balik. “Saya minta tim untuk tahan dulu dan mencoba transisi di babak kedua,” tambahnya.

Eksperimen Taktik dengan Gustavo Franca

Eksperimen taktik juga dilakukan oleh Marcos Santos saat Gustavo Franca dipasang lebih maju dari posisi aslinya. Meskipun bukan penyerang murni, Franca menjadi bagian dari skenario serangan balik yang telah dilatih sebelumnya.

“Itu taktik dari latihan, dan dalam sepak bola semua bisa dimungkinkan dimainkan,” jelas Marcos Santos.

Franca sering kali mendapat bola dari Gaby dan Salim, yang kemudian langsung meluncur ke depan gawang. “Ketika Franca meminta bola selalu Gaby dan Salim siap meluncur, tapi tadi kejadian Gaby hampir gol sudah dilakukan di latihan,” sambungnya.

Meski hanya meraih satu poin, Marcos Santos tetap melihat hasil ini sebagai fondasi kebangkitan tim di tengah keterbatasan komposisi pemain.

Persiapan Menuju Pekan Ke-27

Hasil imbang ini membuat Arema FC belum beranjak dari posisi ke-11 klasemen sementara Super League 2025/26 dengan perolehan 32 poin. Di pekan ke-27, Arema FC akan menjalani laga tandang melawan Persita Tangerang pada Jumat (10/4/2026).


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *