Persiba Balikpapan Kembali Kalah di Kandang
Persiba Balikpapan kembali menelan kekalahan di kandang sendiri setelah kalah 0-1 dari Persipura Jayapura dalam pertandingan lanjutan Pegadaian Championship League, Sabtu (4/4/2026) malam di Stadion Batakan. Gol tunggal yang dicetak oleh Boaz Solossa di menit ke-93 menjadi penentu kemenangan tim tamu.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi dan sejak menit awal, Persipura Jayapura tampil agresif dengan terus menggempur lini pertahanan Persiba Balikpapan. Meski memiliki beberapa peluang, Persipura belum mampu membuahkan gol hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kedua tim saling bertukar serangan, namun Persipura tetap tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Persiba Balikpapan sebenarnya memiliki peluang emas untuk unggul, dengan setidaknya empat kesempatan matang yang tercipta. Beberapa di antaranya dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Persipura Jayapura. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut terbuang sia-sia.
Petaka bagi tuan rumah datang di masa injury time babak kedua. Boaz Solossa mencetak gol tunggal di menit ke-93, yang menjadi kemenangan bagi Persipura Jayapura. Hafidz, penjaga gawang Persiba Balikpapan, gagal menghalau sepakan akurat Solossa.
Persiba Balikpapan sempat memiliki peluang terakhir untuk menyamakan kedudukan di menit ke-97, setelah wasit memberikan tambahan waktu delapan menit. Takumu Nishihara dilanggar di dekat kotak penalti, dan tim tuan rumah mendapatkan tendangan bebas. Takumu yang maju sebagai eksekutor nyaris menjadi penyelamat, namun sayang, bola hasil tendangannya hanya membentur mistar gawang dan gagal berbuah gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk kemenangan Persipura Jayapura. Keputusan wasit juga menjadi sorotan, meskipun pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, tidak menjadikannya sebagai alasan utama kekalahan.
Penilaian Pelatih dan Evaluasi Tim
Usai pertandingan, Leonard Tupamahu mengungkapkan bahwa kegagalan memanfaatkan peluang menjadi faktor utama kekalahan timnya. Ia mengakui bahwa Persiba Balikpapan sebenarnya coba dominan dari Persipura Jayapura, dengan banyak peluang yang diciptakan di babak pertama dan babak kedua.
“Sepak bola itu sederhana, kalau kita tidak bisa bikin gol, lawan yang akan menghukum kita. Dan itu yang terjadi hari ini,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kinerja wasit, termasuk penggunaan VAR, meski enggan menjadikannya sebagai alasan utama kekalahan. “Saya sebenarnya tidak mau banyak komentar soal wasit, tapi menurut saya ada beberapa keputusan yang aneh. Namun itu bukan alasan, kami tetap harus evaluasi diri,” katanya.
Leonard Tupamahu juga mengungkapkan bahwa kondisi fisik pemain menjadi salah satu kendala utama, terutama karena persiapan tim yang dinilai belum ideal. “Banyak pemain mengalami kram dan belum siap bermain 90 menit. Ini bukan sepenuhnya salah pemain, tapi memang persiapan kami kurang maksimal,” jelasnya.
Meski demikian, Leonard Tupamahu tetap optimistis Persiba Balikpapan mampu bangkit di sisa empat pertandingan yang tersisa demi menghindari degradasi. “Kami harus kerja keras, ambil poin di setiap laga. Saya yakin dengan mental pemain. Tinggal bagaimana kami meningkatkan efektivitas dan kebugaran mereka,” tegasnya.
Kondisi Klasemen dan Tantangan Berikutnya
Kekalahan ini semakin menekan posisi Persiba Balikpapan di papan bawah klasemen dan semakin dekat dengan jalur play off degradasi. Sementara Persipura Jayapura sukses membawa pulang tiga poin penting dari kandang lawan dan membuat posisi mereka makin kokoh di peringkat dua klasemen sementara grup B dengan koleksi 46 poin dibawah PSS Sleman.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











