Peran Askrindo dalam Mendukung UMKM dan Transformasi Digital
Askrindo terus berupaya memperluas akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Askrindo telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM.
Dampak dari penjaminan KUR ini terlihat pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,7 juta orang di Indonesia. “Kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat. Pada tahun 2025, perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited),” ujar Fankar dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, premi bruto perusahaan tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini menunjukkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis Askrindo. Fankar menambahkan bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, perusahaan akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, serta memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM.
Momentum HUT ke-55 Askrindo
Peringatan HUT ke-55 Askrindo menjadi titik refleksi sekaligus penguatan peran perusahaan dalam ekosistem pembiayaan nasional. Fankar menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk merefleksikan peran Askrindo dalam mendorong inklusi keuangan. “Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujarnya dalam acara perayaan HUT ke-55 di Jakarta, 2026.
Sejak didirikan pada 6 April 1971, Askrindo telah menunjukkan kinerja yang solid dan mendukung perekonomian nasional. Sebagai informasi, sejak tahun 2007 hingga 2025, Askrindo telah menjamin KUR sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja.
Luncuran Fintracs dan Ask-Scoring
Di momen HUT ke-55, Askrindo juga memperkuat transformasi digital dengan meluncurkan sistem sentralisasi Financial Transaction System (Fintracs) dan Ask-Scoring (Askrindo Underwriting Scoring System).
Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaz menjelaskan bahwa Fintracs merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan. “Melalui Fintracs, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis,” jelasnya.
Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol. Implementasi Fintracs mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Adapun Ask-Scoring, kata Leonardo, platform ini bertujuan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting. Melalui Ask-Scoring, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi.
“Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” jelasnya.











