"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Tulungagung Gelar Kejurprov Woodball Pertama di Jawa Timur

Kejuaraan Provinsi I Woodball di Tulungagung

Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Tulungagung menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi I Woodball Jawa Timur yang berlangsung pada 3–5 April 2026. Acara ini menarik perhatian banyak atlet dari seluruh Jawa Timur. Sebanyak 420 atlet mengikuti kompetisi ini, menunjukkan antusiasme terhadap cabang olahraga baru ini.

Lapangan yang digunakan dalam kejuaraan ini memiliki kondisi yang rata dan kualitas rumput yang baik, sehingga memenuhi standar pertandingan. Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov Jatim yang memilih Tulungagung sebagai tuan rumah. Ia menilai penunjukan ini sangat membanggakan bagi daerahnya.

Dukungan Pemerintah dan Fasilitas Lengkap

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memberikan dukungan penuh agar acara ini berjalan lancar. Selain itu, penyelenggaraan Kejurprov ini juga dimanfaatkan untuk promosi potensi pariwisata daerah. “Ini ajang kita memperkenalkan Tulungagung sebagai kota pariwisata,” ujar Baharudin.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tulungagung, Ahmad Mugiyono, menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana kejuaraan ini. Semua persiapan dilakukan karena kebanggaan Tulungagung yang terpilih menjadi tuan rumah pertama Kejurprov Woodball.

Woodball, Cabang Olahraga Baru di Tulungagung

Woodball adalah cabang olahraga yang baru diperkenalkan di Kabupaten Tulungagung. Organisasi resmi untuk cabang olahraga ini baru terbentuk dan terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada Maret 2026. Para atlet mulai berlatih di bawah organisasi resmi sejak bulan tersebut.

Dispora memberikan lokasi latihan woodball di Stadion Rejoagung dan di lapangan Desa Pojok. Hasilnya, Tulungagung berhasil meraih juara ketiga kategori ganda putra. “Baru latihan Maret, sekarang sudah dapat juara 3 double match. Jadi sudah lumayan,” ucap Mamad, panggilan akrabnya.

Persiapan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON)

Sekretaris Umum KONI Jawa Timur, Akmal Budianto, menyampaikan bahwa Kejurprov pertama ini sangat membanggakan karena tidak semua cabang olahraga bisa menyelenggarakan kejuaraan provinsi. Apalagi, Kejurprov ini diikuti oleh banyak atlet.

Akmal meminta para atlet untuk memanfaatkan Kejurprov ini untuk meningkatkan prestasi. “Woodball Jawa Timur bisa berkembang, saat ini sudah lebih dari 50 persen kota/kabupaten. Sayang kalau tidak digarap,” ujarnya.

Saat ini, KONI Jawa Timur telah memulai Pemusatan Pelatihan Daerah (Puslatda) untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON). Puslatda sudah dimulai di Bulan April 2026 ini. Woodball akan segera menyusul untuk Puslatda persiapan menghadapi PON.

“Woodball Jawa Timur sudah berprestasi di internasional. Ini event untuk meningkatkan prestasi,” pungkasnya.

Potensi dan Tantangan di Masa Depan

Keberhasilan Tulungagung dalam meraih juara ketiga kategori ganda putra menunjukkan potensi besar dari cabang olahraga ini. Meski baru berlatih sejak Maret 2026, atlet lokal mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain.

Namun, tantangan tetap ada. Woodball masih merupakan cabang olahraga yang belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu, perlu adanya strategi pengembangan yang lebih sistematis, termasuk pelatihan intensif dan promosi yang lebih masif.

Selain itu, infrastruktur olahraga juga perlu ditingkatkan. Saat ini, lokasi latihan hanya terbatas di beberapa titik, seperti Stadion Rejoagung dan lapangan Desa Pojok. Perlu adanya fasilitas tambahan agar lebih banyak atlet dapat berlatih secara optimal.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Woodball di Tulungagung memiliki peluang besar untuk berkembang. Kejuaraan Provinsi I ini menjadi langkah awal yang penting dalam menapaki jalan menuju prestasi nasional dan internasional.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *