"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Pemenang Turnamen Tenis Meja di Poso Sulteng Belum Terima Hadiah Rp230 Juta

Turnamen Tenis Meja BERANI Se-Sulawesi Tidak Menyelesaikan Pembayaran Hadiah

Turnamen Tenis Meja BERANI Se-Sulawesi yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah 2026, digelar di GOR Pusalemba, Poso, pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2026. Meskipun acara ini berjalan dengan penuh antusiasme dan menarik banyak peserta dari berbagai daerah, ada kisah tidak mengenakkan yang terjadi setelah penutupan turnamen.

Para pemenang yang telah diumumkan selama acara penutupan pada 11 Januari 2026, dengan total hadiah mencapai Rp230 juta, hingga kini masih belum menerima hak mereka secara penuh sesuai janji panitia. Kemenangan yang seharusnya menjadi momen kebanggaan justru berubah menjadi awal dari penantian panjang.

Salah satu pihak yang paling terdampak adalah Tim RPP BERANI. Mereka merasa kecewa karena hadiah yang dijanjikan tidak kunjung diterima secara utuh. Pada seremoni penutupan, panitia tidak langsung menyerahkan uang hadiah kepada para juara. Ketua Panitia Pelaksana berinisial AAN saat itu berjanji bahwa dana akan ditransfer keesokan harinya, atau 12 Januari 2026, setelah peserta tiba di Palu, Sulawesi Tengah.

Namun, janji tersebut tidak terwujud. Saat Tim RPP BERANI menagihnya, pihak penyelenggara meminta waktu 14 hari kerja dengan alasan penyelesaian administrasi. Setelah menunggu 14 hari, AAN kembali berkomunikasi dan berjanji akan mentransfer setengah dari total hadiah, lalu sisanya pada awal pertengahan Februari 2026.

Namun, waktu kembali berlalu tanpa kepastian. Hingga 18 Februari 2026, komunikasi melalui WhatsApp hanya berisi jawaban normatif dari panitia. “Mohon maaf pak, lagi di jalan tadi… iya secepatnya akan kami selesaikan… mudah-mudahan pihak sponsor secepatnya menyelesaikan,” kata Arham, salah satu atlet perwakilan tim RPP BERANI, menirukan isi pesan WhatsApp dari AAN.

Jawaban serupa terus berulang setiap kali tim RPP BERANI melakukan penagihan. Setelah Lebaran, komunikasi kembali dilanjutkan pada 1 April 2026. Dalam pesan WhatsApp, Anton menyampaikan bahwa pihak sponsor sudah tidak dapat lagi dihubungi. Bahkan, Anton berdalih dana pribadinya yang telah dikeluarkan terancam tidak tergantikan.

“Kondisi sekarang ini om sudah tidak pikirkan dana pribadinya yang terlanjur keluar. Sebab bagi om ini merupakan konsekuensi bentuk pertanggungjawaban sebagai ketua panpel,” sebut Arham kembali mengutip pesan AAN.

AAN mengaku permasalahan ini tidak melibatkan KONI, karena sponsor dicari secara mandiri, meski sebelumnya kegiatan telah dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah. Turnamen ini diikuti sekitar 300 atlet dari enam provinsi, mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari beregu putra umum, tunggal putra dan putri, U-15, U-12, veteran 50+, hingga divisi daerah.

Dalam spanduk resmi kegiatan, tercantum sejumlah nama pejabat daerah dan tokoh olahraga, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah dan Wakilnya, Bupati Poso dan Wakilnya, Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, serta Ketua PTMSI.

Atas kondisi ini, RPP BERANI bersama para juara berharap agar persoalan pembayaran hadiah dapat segera mendapat perhatian dari pihak terkait, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Poso, KONI Sulteng, serta panitia penyelenggara.

Berikut sejumlah kategori yang baru menerima pembayaran sebagian:

  • Kategori Beregu Putra Umum (Juara 3): RPP BERANI POSO. Bonus Juara Rp10.000.000 baru menerima Rp5.000.000
  • Kategori Tunggal Divisi II (Juara 1): LAMBANGAN PALU (Fika F). Bonus Juara Rp10.000.000 baru menerima Rp5.000.000
  • Kategori Veteran Umur 50+ (Juara 1): RPP BERANI POSO (Yusrin T). Bonus juara Rp10.000.000 baru menerima Rp5.000.000
  • Kategori Tunggal Putri Umum (Juara 1): RPP BERANI POSO (Nuraini Shaleha). Bonus Juara Rp15.000.000 baru menerima Rp5.000.000


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *