Bazar UMKM di Lapas Ambon Menampilkan 25 Stand Produk Budaya dan Ekonomi
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Permasyarakatan ke-62, Lapas Kelas IIA Ambon menggelar bazar UMKM yang menampilkan 25 stand produk hasil karya warga binaan se-Maluku. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga bukti nyata bahwa lembaga permasyarakatan mampu menjadi tempat pembinaan produktif yang melahirkan pelaku usaha baru.
Produk-produk yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari olahan makanan hingga komoditas khas daerah seperti minyak kayu putih Pulau Buru, ikan garam Banda, dan tenun Tanimbar yang memiliki nilai budaya tinggi. Semua produk ini mencerminkan keterampilan dan kreativitas yang diperoleh oleh warga binaan selama menjalani masa pidana mereka.
Bazar ini dibuka oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, melalui Plt. Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peringatan Hari Bakti Permasyarakatan harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Tujuan utama pemasyarakatan adalah membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon menilai produk-produk yang dipamerkan sebagai representasi keberhasilan pembinaan keterampilan dan kewirausahaan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal, karena kehadiran UMKM dari luar Lapas turut membuka peluang kolaborasi antara warga binaan dan pelaku usaha di Kota Ambon.
Komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk Memperkuat Sektor UMKM
Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Salah satu langkahnya adalah membuka akses bagi produk warga binaan agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyebut bazar ini sebagai bentuk transparansi kepada publik bahwa warga binaan tetap mampu berkarya dan berkontribusi. Ia menegaskan bahwa tujuan pembinaan adalah untuk membantu warga binaan menjadi mandiri dan produktif.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana diharapkan menjadi bekal penting saat kembali ke masyarakat. Bahkan, keterampilan tersebut berpotensi melahirkan UMKM baru di masa depan.
Sinergi antara Lapas dan Pemerintah Daerah
Senada dengan pendapat Ricky Dwi Biantoro, Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Hendra Budiman, memastikan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Ambon atau Pemerintah Provinsi Maluku. Dengan harapan produk warga binaan tidak hanya berhenti di pameran, tetapi bisa masuk dalam jaringan pemasaran UMKM daerah melalui kerja sama berkelanjutan.
“Sebagaimana yang menjadi dorongan Pemerintah Kota Ambon, kami ingin ada kolaborasi nyata. Produk warga binaan bisa dipasarkan lebih luas dan memberikan dampak ekonomi langsung,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, dapat ditegaskan pada publik bahwa dari balik jeruji, warga binaan tetap mampu berkarya, bangkit, dan kembali dengan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Potensi Ekonomi Lokal yang Terbuka
Bazar UMKM ini juga menjadi ajang promosi yang signifikan bagi produk-produk lokal. Pengunjung disuguhkan beragam produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga melestarikan kearifan lokal.
Selain itu, kehadiran warga binaan dalam bazar ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sebagai individu yang sedang menjalani hukuman, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki potensi dan kontribusi nyata.
Dengan adanya kerja sama antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan produk-produk warga binaan dapat menembus pasar yang lebih luas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











