Kolaborasi PLN dan BPS dalam Verifikasi Data Pelanggan Listrik
PT PLN (Persero) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan verifikasi lapangan data pelanggan listrik di Cikarang pada periode Maret hingga Agustus 2026. Tujuan utamanya adalah memastikan data yang terkumpul lebih akurat, terpadu, dan andal sebagai dasar pengambilan kebijakan. Proses ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kelistrikan serta memperkuat koordinasi antara pemerintah dan lembaga terkait.
Dalam kegiatan tersebut, petugas PLN, termasuk para petugas baca meter (billman), melakukan kunjungan langsung ke rumah pelanggan. Proses ini melibatkan pendataan berbagai informasi penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, lokasi rumah, foto kondisi bangunan, status kepemilikan rumah, serta jumlah anggota keluarga dalam satu rumah tangga. Data yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk subsidi tepat sasaran dan peningkatan layanan kelistrikan.
Manfaat dari Verifikasi Lapangan
Verifikasi lapangan ini memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Dengan data yang semakin akurat, kebijakan pemerintah dapat disalurkan lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar berhak. Di sisi lain, pembaruan data juga membantu PLN dalam meningkatkan kualitas layanan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
Manager PLN Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung kebijakan pemerintah. Ia menjelaskan bahwa data pelanggan yang akurat dan terintegrasi akan memastikan bahwa subsidi listrik benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
Ia menambahkan bahwa basis data yang mutakhir memungkinkan PLN menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan tepat sasaran bagi pelanggan rumah tangga. Untuk itu, masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi diimbau menyiapkan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga serta memberikan informasi yang benar saat petugas melakukan kunjungan.
Peran BPS dalam Integrasi Data
Kepala BPS Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, menjelaskan bahwa verifikasi ini menjadi bagian dari penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN kini mulai digunakan sebagai basis integrasi data lintas kementerian dan lembaga berbasis NIK.
Pada pembaruan DTSEN, indikator konsumsi listrik rumah tangga per bulan menjadi variabel baru yang melengkapi variabel yang telah ada. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam penyusunan kebijakan berbasis data.
Keamanan dan Kualitas Layanan
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa seluruh petugas yang diterjunkan telah dibekali identitas resmi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan memastikan identitas petugas saat kunjungan berlangsung.
Petugas kami kerahkan untuk melakukan pendataan secara langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, kami juga turut memperkuat aspek keselamatan ketenagalistrikan di masyarakat, sehingga upaya yang dilakukan tidak hanya meningkatkan akurasi data, tetapi juga kualitas pelayanan dan keamanan kelistrikan bagi pelanggan.
Hasil yang Diharapkan
Melalui kolaborasi ini, PLN dan BPS berharap tercipta basis data yang semakin kuat, sehingga kebijakan publik dapat lebih tepat sasaran, sekaligus menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat. Dengan data yang lebih akurat dan terpadu, pemerintah dan PLN dapat bekerja sama lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi yang andal dan berkelanjutan.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











