Perkembangan Usaha Toko Olahraga Khusus Beladiri di Kalimantan Selatan
Olahraga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh masyarakat. Salah satu cabang olahraga yang banyak diminati adalah seni beladiri, seperti pencak silat, tinju, karate, taekwondo, MMA, dan lainnya. Untuk menunjang aktivitas tersebut, diperlukan perlengkapan dan peralatan yang sesuai dengan jenis olahraga yang dilakukan.
Di Kalimantan Selatan (Kalsel), terdapat sejumlah toko olahraga yang menyediakan perlengkapan dan peralatan beladiri. Salah satunya adalah Jiya Sport, sebuah usaha yang berdiri sejak 20 tahun lalu. Awalnya, usaha ini didirikan oleh Masriadi bersama temannya, Jimmi, yang merupakan pelatih karate di Banjarmasin. Mereka memulai usaha dengan menjual barang dalam jumlah kecil, terutama seragam karate atau yang biasa disebut karategi.
“Pada awalnya, kami hanya menjual sedikit-sedikit sesuai kemampuan modal. Sebagian besar berupa seragam karate. Alhamdulillah respon para pelatih sangat baik, mereka sering membeli untuk kebutuhan murid-muridnya,” kata Yadi, pemilik usaha Jiya Sport.
Dalam mempromosikan dagangan, Yadi dan Jimmi membuka lapak di sejumlah even karate di Kalsel, bahkan merambah ke even serupa di Kalteng. Dari situ terlihat bahwa kebutuhan praktisi karate tidak hanya berupa seragam, tetapi juga peralatan tanding seperti pelindung gigi, pelindung tangan, dan pelindung bagian tubuh lainnya.
Setelah modal bertambah, Yadi dan Jimmi menambah stok barang, terutama untuk keperluan atlet dalam pertandingan. Saat ini, hampir segala kebutuhan terkait karate tersedia di toko tersebut. Produk ini diambil langsung dari produsen di pulau Jawa.
Varian Produk yang Menarik Minat Pelanggan
Selain menjual produk terkait karate, Yadi juga menambah varian berupa seragam beladiri pencak silat dan taekwondo, dua seni beladiri yang populer di Kalsel. Tidak hanya itu, ia juga menjual kaos atau t-shirt bertema beladiri serta aneka badge atau lambang perguruan, beragam sabuk, serta aksesori seperti gantungan kunci dan stiker.
Yadi menjalankan usaha di rumahnya di Sungai Lulut, Kabupaten Banjar, dan memiliki toko yang dibangun di depan rumah. Toko ini tidak hanya sebagai tempat penyimpanan stok barang, tetapi juga memudahkan pembeli untuk melihat dan memilih barang yang diperlukan.
“Pembeli produk kami sebagian besar para pelatih dan praktisi karate, pencak silat, dan taekwondo. Ada yang datang ke toko, sementara yang jauh kami kirim melalui paket,” ujarnya.
Musim Ramai dan Sepi dalam Bisnis
Seperti bisnis lainnya, usaha ini juga mengalami masa ramai dan masa sepi. Biasanya, masa sepi terjadi menjelang dan saat bulan Ramadhan, serta pasca lebaran. Setelah itu, permintaan kembali meningkat.
Pelaku usaha lainnya, Arman, di Banjarbaru, masih merintis usaha dengan fokus pada perlengkapan dan peralatan beladiri karate. Ia juga menyuplai barang langsung dari produsen di pulau Jawa.
“Usaha ini sudah berjalan lebih dari tiga tahun, outletnya di rumah saja. Pangsa pasarnya mencakup Banjarbaru, Banjarmasin, Martapura, dan beberapa kota lain di Kalsel,” ujar Arman, yang juga merupakan pelatih karate.
Menurutnya, potensi usaha ini menjanjikan karena banyaknya praktisi karate di Indonesia. “Seragam karate yang saya jual ada yang untuk praktisi pemula dan ada juga yang untuk atlet dengan model dan bahan berbeda. Harga untuk pemula mulai dari Rp150 ribu ke atas, sedangkan seragam atlet bisa mencapai jutaan rupiah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa untuk seragam atlet, selalu ada model-model baru yang sesuai dengan tren yang berkembang di kalangan atlet internasional.











