"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Daerah  

Danau Mas Diresmikan, Pemkab Rejang Lebong Siapkan Panggung dan Jalur Jogging

Penataan Menyeluruh Kawasan Danau Mas Harun Bastari

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sedang menyiapkan rencana penataan menyeluruh terhadap kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB). Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan fasilitas yang lebih lengkap bagi pengunjung. Dalam rangka mempercepat proses, pihak pemerintah telah menetapkan target agar master plan selesai pada tahun 2026 dan pembangunan dimulai pada tahun 2027.

Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus mematangkan rencana pengembangan DMHB. Rencana ini dilakukan sesuai arahan Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, agar dapat direalisasikan secara bertahap.

“Harapan kita tahun ini seluruh perencanaan sudah clear. Sesuai arahan Plt Bupati, pematangan program dilakukan pada tahun 2026 dan ditargetkan tahun 2027 sudah mulai masuk tahap pembangunan,” ujar Riki saat dikonfirmasi wartawan.

Fasilitas Baru yang Direncanakan

Revitalisasi DMHB tidak hanya terbatas pada satu titik, melainkan mencakup seluruh kawasan danau. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang selama ini dinilai belum memadai untuk menunjang jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi.

Beberapa fasilitas yang akan dibangun antara lain:

  • Panggung utama
  • Area santai atau ruang publik terbuka
  • Jogging track
  • Mushola
  • Tempat duduk
  • WC
  • Fasilitas pendukung lainnya di sekitar danau

Selain itu, kawasan tepi danau juga akan ditata agar lebih rapi, nyaman, dan memiliki daya tarik visual bagi pengunjung.

“Intinya revitalisasi ini dilakukan agar DMHB lebih tertata, lebih nyaman dan memiliki lebih banyak fasilitas. Dengan begitu wisatawan yang datang bisa lebih lama dan nyaman berada di lokasi,” tambah Riki.

Pengerukan Danau sebagai Bagian dari Revitalisasi

Selain pembangunan fasilitas, Pemkab Rejang Lebong juga berencana melakukan pengerukan di kawasan danau sebagai bagian dari revitalisasi. Untuk merealisasikan hal tersebut, Dinas Pariwisata telah mulai melakukan komunikasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), mengingat pengerukan membutuhkan koordinasi dan izin dari instansi terkait.

Pengerukan direncanakan untuk menjaga kondisi danau sekaligus mendukung penataan kawasan secara keseluruhan.

“Kami juga akan melakukan komunikasi dengan BWS karena dalam revitalisasi nanti juga direncanakan ada pengerukan di kawasan danau,” jelas Riki.

Dampak Terhadap Kunjungan Wisata dan PAD

Pemerintah daerah menargetkan revitalisasi DMHB nantinya dapat berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Rejang Lebong. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan kawasan yang lebih tertata, DMHB diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik pengunjung dari luar daerah.

Peningkatan jumlah kunjungan tersebut juga diproyeksikan akan berdampak terhadap naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Tujuan utamanya tentu agar kunjungan wisata meningkat. Kalau wisatawan bertambah, otomatis PAD dan perputaran ekonomi masyarakat sekitar juga akan ikut meningkat,” ungkap Riki.

Anggaran yang Masih Dalam Pembahasan

Untuk besaran anggaran revitalisasi, Riki menyebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan belum dapat dipastikan. Pemkab Rejang Lebong masih akan menyelesaikan proses perencanaan sebelum menentukan kebutuhan anggaran yang akan dialokasikan untuk pembangunan kawasan wisata tersebut.

“Terkait anggaran belum, karena masih pembahasan, jadi belum bisa kita sampaikan,” pungkasnya.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *