Pengertian Harmoni dalam Ekosistem
Buku pelajaran IPAS kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 68, yang ditulis oleh Amalia Fitri dan rekan-rekannya, diterbitkan oleh Kemdikbud Ristek pada tahun 2024, membahas topik tentang Harmoni dalam Ekosistem. Harmoni dalam ekosistem merujuk pada keseimbangan yang terjadi antara makhluk hidup dan lingkungan tempat mereka tinggal, sehingga semua komponen dapat berfungsi secara optimal tanpa saling merusak satu sama lain.
Dalam kondisi harmonis, setiap makhluk hidup—seperti tumbuhan, hewan, dan manusia—memiliki peran masing-masing dan saling bergantung satu sama lain. Tidak ada yang berlebihan atau berkurang secara drastis. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kelangsungan hidup berbagai spesies.
Pada latihan soal di halaman tersebut, siswa diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait aktivitas yang tercantum. Sebagai catatan, sebelum melihat kunci jawaban, siswa diharapkan untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri. Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak-anak.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 68
B. Komponen Ekosistem dan Keterlibatan Manusia
Di akhir pekan, Banu dan Ian pergi ke taman kota. Mereka baru menyadari bahwa di taman tersebut ada ekosistem danau dan ekosistem taman.
- Tuliskan komponen biotik dan abiotik, serta jaring-jaring makanan pada kedua ekosistem yang tampak dalam gambar.
- Banu sempat melihat banyak jentik nyamuk di air danau. Bila ingin memanfaatkan proses rantai makanan untuk mengurangi jumlah nyamuk, hewan apa yang populasinya bisa ditambah?
- Mengapa masyarakat di perkotaan membutuhkan ekosistem taman kota? Tuliskan setidaknya tiga alasan, lengkapi penjelasanmu dengan menganalisis peran komponen abiotik di dalamnya!
- Tuliskan setidaknya lima perilaku yang perlu dilakukan untuk menjaga ekosistem di taman kota!
Jawaban:
1. Komponen Biotik, Abiotik, dan Jaring-Jaring Makanan
a. Ekosistem Danau
Komponen biotik (makhluk hidup):
– Ikan
– Katak
– Jentik nyamuk
– Alga/tumbuhan air
– Burung
Komponen abiotik (benda tak hidup):
– Air
– Cahaya matahari
– Oksigen terlarut
– Suhu air
– Tanah/lumpur
Jaring-jaring makanan:
– Tumbuhan air → jentik nyamuk → ikan → burung
– Tumbuhan air → ikan kecil → ikan besar → burung
– Jentik nyamuk → katak → burung
b. Ekosistem Taman Kota
Komponen biotik:
– Pohon
– Rumput
– Serangga (semut, kupu-kupu)
– Burung
– Cacing
Komponen abiotik:
– Tanah
– Air
– Udara
– Cahaya matahari
– Suhu
Jaring-jaring makanan:
– Rumput → belalang → burung
– Daun → ulat → burung
– Sisa daun → cacing → burung
2. Cara Mengurangi Jentik Nyamuk
Untuk mengurangi jentik nyamuk, populasi ikan pemakan jentik bisa ditambah. Contohnya:
– Ikan kecil seperti ikan guppy atau ikan cupang
Alasannya:
– Ikan tersebut memakan jentik nyamuk, sehingga jumlah nyamuk akan berkurang secara alami tanpa bahan kimia.
3. Mengapa Taman Kota Dibutuhkan
Masyarakat kota sangat membutuhkan taman karena:
– Menghasilkan udara bersih: Tumbuhan menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen.
– Mengatur suhu lingkungan: Pepohonan membuat udara lebih sejuk dan tidak terlalu panas.
– Menyerap air hujan: Tanah di taman membantu mencegah banjir dengan menyerap air.
Peran komponen abiotik:
– Tanah: menyerap air
– Udara: tempat pertukaran gas
– Cahaya matahari: membantu tumbuhan fotosintesis
4. Perilaku Menjaga Ekosistem Taman Kota
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
– Tidak membuang sampah sembarangan
– Tidak merusak tanaman
– Tidak menangkap atau mengganggu hewan
– Menanam dan merawat tanaman
– Menghemat air dan menjaga kebersihan lingkungan











