Kehidupan Seorang Musisi yang Menjaga Konsistensi di Tengah Rutinitas
Di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, tidak semua orang mampu menjaga konsistensi dalam menyalurkan hobi, terutama jika hobi tersebut membutuhkan waktu dan energi yang cukup besar. Namun bagi Ilham Bimakartana Rusman, kecintaannya terhadap musik justru menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia adalah sosok di balik nama panggung Romeo Al Ilham, yang sukses merangkul passion-nya tanpa mengorbankan profesi utamanya.
Latar Belakang yang Kuat dalam Musik
Ilham lahir di Jakarta pada 21 April 1982. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang musik. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH), Fakultas Seni, jurusan musik, ia memiliki dasar yang solid dalam komposisi, produksi, dan eksplorasi genre. Sejak masa kuliah, ia sudah aktif bermain musik dan membentuk band. Minat ini terus berkembang hingga kini, meskipun tanggung jawab sebagai manajer marketing di sebuah perusahaan di Serang, Banten, menguras waktu dan energinya.
Menjaga Kreativitas di Tengah Kesibukan
Setiap hari kerja, Ilham harus melakukan perjalanan dari Jakarta ke Serang. Ini menjadi rutinitas yang tak terhindarkan. Namun, ia tetap menjaga profesionalisme dalam pekerjaan. “Kalau soal kerja, saya tetap berusaha seprofesional mungkin. Itu tanggung jawab utama,” ujarnya.
Di luar jam kerja, ia memanfaatkan malam hari dan akhir pekan untuk berkarya. Dengan perangkat sederhana seperti laptop dan software produksi musik, ia mengerjakan lagu-lagunya secara mandiri. Ia menggunakan Logic Pro untuk proses produksi, mulai dari aransemen hingga rekaman. Setelah selesai, karyanya dikirim ke agregator musik digital di Amerika Serikat, lalu dirilis ke berbagai platform streaming seperti Spotify.
Produktivitas yang Tak Pernah Berhenti
Konsistensi Ilham dalam berkarya terbukti dari jumlah rilisan yang telah ia hasilkan. Hingga saat ini, ia telah merilis 18 lagu secara independen di platform digital. Dalam waktu dekat, ia akan merilis karya baru berjudul “Sudah Tak Berarti” yang dijadwalkan rilis pada 24 April 2026.
Lagu ini mengusung nuansa British pop, berbeda dari beberapa karya sebelumnya yang cenderung mengarah ke power pop dan modern rock. “Sudah Tak Berarti” hadir sebagai balada emosional yang mengangkat tema patah hati, bukan hanya dalam konteks percintaan, tetapi juga kekecewaan terhadap kehidupan. Liriknya menggambarkan perasaan seseorang yang merasa disakiti, dikhianati, dan kehilangan makna dalam hubungan maupun perjalanan hidupnya.
Panggung sebagai Ruang Ekspresi
Selain merilis karya rekaman, Ilham juga sesekali tampil di panggung. Tawaran manggung biasanya datang pada malam hari atau akhir pekan, sehingga tidak mengganggu jam kerjanya. “Jarang ada manggung di hari kerja seperti Senin. Biasanya seminggu sekali atau di akhir pekan, jadi masih bisa diatur,” jelasnya.
Bagi Ilham, panggung bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus berinteraksi langsung dengan pendengar. Ia melihat musik sebagai cara untuk menyampaikan pesan dan emosi yang ingin ia sampaikan kepada dunia.
Musik sebagai Nafas Kedua
Perjalanan Romeo Al Ilham menunjukkan bahwa berkarya di industri musik tidak selalu harus meninggalkan profesi utama. Dengan disiplin, manajemen waktu, dan dedikasi, keduanya bisa berjalan beriringan. Bagi Ilham, musik bukan sekadar hobi, melainkan “nafas kedua” yang memberinya ruang untuk bercerita, berekspresi, dan tetap terhubung dengan passion yang telah ia bangun sejak muda.
Di tengah kesibukan sebagai pekerja profesional, ia membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas waktu, selama ada kemauan untuk terus menciptakan.











