"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Kunci Jawaban Koding & Kecerdasan Buatan Kelas 7 Halaman 155-159: Aktivitas 4

Aktivitas 4: Projek Mini Kontrol Gim Sederhana dengan Pose

Dalam mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7 SMP/MTs, peserta didik diajak untuk menjawab soal pada Aktivitas 4 yang terdapat di halaman 155-159. Materi ini termasuk dalam Bab 4 Mengembangkan Sistem Kecerdasan Artifisial. Dalam aktivitas ini, guru memastikan perangkat komputer/laptop dengan kamera, akses internet, dan browser yang mendukung sudah siap digunakan setiap kelompok. Selain itu, guru juga memperkenalkan fitur “Pose Project” di Teachable Machine.

Jika dimungkinkan, platform Scratch dan ekstensi Playground RAISE MIT dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar. Tujuan dari aktivitas ini adalah merancang dan melatih model pengenalan pose untuk mengendalikan sebuah permainan sederhana. Setiap kelompok harus menentukan beberapa pose utama yang akan digunakan sebagai kontrol gim, seperti mengangkat satu tangan, kedua tangan di atas kepala, atau membungkuk ke samping.

Setiap anggota kelompok melakukan dan merekam pose-pose tersebut menggunakan kamera laptop atau komputer, kemudian mengunggah hasilnya ke Teachable Machine. Setelah semua data pose terkumpul, latih model KA hingga mampu mengenali setiap pose yang telah direkam. Uji model dengan melakukan pose baru yang belum pernah direkam untuk melihat seberapa baik KA mengenali gerakan yang berbeda. Selanjutnya, integrasikan model yang telah dilatih ke dalam sebuah gim sederhana, misalnya gim Scratch (menggunakan versi khusus yang sudah memiliki Extension Teachable Machine).

Berikut langkah-langkah pengerjaan aktivitas secara visual yang dapat kamu pelajari:

  1. Langkah pertama

    Buka alamat url https://teachablemachine.withgoogle.com/ di browser, lalu klik “Get Started” dan pilih “Pose Project”.

  2. Langkah kedua

    Beri nama jenis “Pose Project”, lalu rekam pose atau langsung unggah pose. Lakukan kembali langkah 1 dan 2 untuk pose yang lain. Klik “train model” dan klik “export model”.

  3. Langkah ketiga

    Pastikan button “Upload (shareable link)” yang tersorot aktif. Lalu salin link yang muncul di bawah tulisan “Your shareable link”.

  4. Langkah keempat

    Buka website https://playground.raise.mit.edu/create/ di tab baru. Setelah itu, klik tombol “Add Extension” yang terletak paling kiri bawah.

  5. Langkah kelima

    Pilih ekstensi Teachable Machine dari daftar ekstensi yang muncul.

  6. Langkah keenam

    Dari sini, buatlah gim baru atau sebagaimana yang telah kamu buat sebelumnya di bab 1. Setelah itu, masukkan link model sebelumnya yang telah disalin ke kotak yang berisi tulisan “Paste URL here!”. Kamu juga bisa menggunakan gim yang sudah tersedia dari link berikut https://playground.raise.mit.edu/create/?project=https://dancingwithai.media.mit.edu/projects/SnakeGame.sb3.

Akhiri aktivitas dengan presentasi kelompok mengenai pengalaman, hasil yang diperoleh, serta refleksi tentang bagaimana teknologi pengenalan pose dapat diterapkan untuk membantu aktivitas sehari-hari di sekolah atau rumah. Melalui pengalaman ini, kalian akan memahami secara langsung bagaimana KA memproses dan mengenali gerakan tubuh, sekaligus mengasah kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan problem solving.

Setelah menyelesaikan aktivitas ini, kalian siap melanjutkan materi berikutnya tentang menulis input bermakna (prompt engineering) untuk berinteraksi secara efektif dengan sistem KA.

Contoh Jawaban Aktivitas 4: Projek Mini Kontrol Gim Sederhana dengan Pose

(Contoh Laporan Peserta Didik)

  • Pose/Kelas: Tangan di Atas

    Sumber Pose: Peserta didik 1

    Hasil Prediksi Model: Tangan di Atas

    Benar/Salah: Benar

    Tantangan/Komentar: Mudah dikenali

  • Pose/Kelas: Melambaikan Tangan

    Sumber Pose: Peserta didik 2

    Hasil Prediksi Model: Merentangkan Tangan

    Benar/Salah: Salah

    Tantangan/Komentar: Variasi pose terlalu mirip

  • Pose/Kelas: Jongkok

    Sumber Pose: Peserta didik 3

    Hasil Prediksi Model: Jongkok

    Benar/Salah: Benar

    Tantangan/Komentar: Cahaya kurang dan sedikit delay

Analisis Singkat:

Model mampu mengenali pose sederhana dengan baik apabila data rekaman cukup bervariasi. Namun, untuk pose yang memiliki kemiripan tinggi, model masih berpotensi melakukan kesalahan prediksi.

Saran:

Perlu penambahan variasi data pose serta memastikan posisi tubuh, pencahayaan, dan latar belakang relatif konsisten agar akurasi model dapat meningkat.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *