"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Penggemar Jogja, film Dalam Sujudku uji coba pernikahan jarak jauh

Dalam Sujudku: Film yang Mengangkat Isu Jarak dalam Pernikahan

Di tengah mobilitas kerja yang semakin tinggi di masyarakat urban, jarak sering kali menjadi harga yang harus dibayar oleh pasangan suami istri. Pilihan menjalani long distance marriage (LDM) atau hubungan jarak jauh bukan hal asing—baik karena tuntutan ekonomi, karier, status sebagai aparatur sipil negara, maupun tanggung jawab merawat orang tua di kampung halaman.

Namun, jarak yang awalnya diniatkan sebagai pengorbanan justru tak jarang berubah menjadi ujian paling sunyi dalam rumah tangga. Realitas itu menjadi napas utama film Dalam Sujudku, karya sutradara Rico Michael produksi Project69 (Proj3ct69). Film drama keluarga ini mengangkat kisah nyata tentang cinta, kesetiaan, dan rapuhnya komunikasi dalam pernikahan yang terpisah ruang dan waktu.

Meski dibalut nuansa religius, Dalam Sujudku tidak menempatkan agama sebagai khotbah, melainkan sebagai laku batin yang menyertai pilihan-pilihan paling berat dalam hidup berumah tangga. Film ini mengikuti perjalanan Farid (Marcell Darwin) dan Aisyah (Vinessa Inez), pasangan muda yang harus menjalani LDM. Farid merantau demi pekerjaan, sementara Aisyah memilih bertahan. Jarak yang awalnya dianggap sementara perlahan melahirkan kesalahpahaman, komunikasi yang timpang, hingga retakan yang menguji fondasi pernikahan mereka.

Tantangan Peran

Dalam keterangan pers seusai screening film di Yogyakarta, Senin (15/12/2025) malam, Vinessa Inez mengungkapkan tantangan besar yang ia hadapi saat memerankan Aisyah—sosok istri dengan ketulusan yang nyaris tanpa prasangka. “Aisyah itu sosok yang luar biasa. Seorang muslimah dengan pure heart, tidak pernah negative thinking. Dia berhati sangat tulus. Justru di situ tantangannya buat saya. Bagaimana menampilkan karakter perempuan yang tetap lembut dan percaya, di saat penonton mungkin sudah lebih dulu curiga,” ujar Vinessa.

Ia mengaku sempat mengira akan memerankan karakter antagonis. “Waktu pertama baca script, saya pikir saya bakal dapat peran Rina, orang ketiga. Karena Aisyah itu berat banget. Ini kisah nyata, dan yang terjadi di film ini sebenarnya sering kita temui di sekitar kita. Banyak perempuan yang memilih bertahan, bukan karena tidak tahu, tapi karena percaya dan ingin menjaga apa yang dititipkan,” kata dia.

Keyakinan itulah yang menjadi inti cerita Dalam Sujudku. Aisyah digambarkan sebagai representasi perempuan kuat yang kerap disalahpahami sebagai lemah—sebuah refleksi yang relevan dengan dinamika rumah tangga modern. “Belajar dari Aisyah, apa yang dititipkan itu harus dijaga sampai akhir,” tutur Vinessa.

Aktor Marcell Darwin mengungkapkan, sosok Farid merupakan seorang suami yang bercita-cita memperbaiki kehidupan keluarganya di kampung. Tapi, kenyataannya dia malah menjadi suami doyan selingkuh. Karakter itu rupanya membawa ketakutan tersendiri bagi Marcell di kehidupan nyata. “Kebetulan dari awal Rico nawarin cerita film ini tentang keluarga ada perselingkuhan, makanya dikasih waktu reading, mengenali karakter Farid makanya bisa mendalami karakter dan intinya, film ini mengisahkan tentang kesempatan kedua dan perjalanan tobat Farid,” ujar Marcell.

Bagi Marcell, mendalami karakter Farid bukanlah hal yang mudah. Dia tentu harus menghadapi tantangan dalam menggambarkan emosi Farid yang naik turun sepanjang film. “Yang paling sulit itu adalah perubahan emosinya, dari baik-baik saja, hancur, bangkit lagi, lalu jatuh lagi. Jadi benar-benar naik turun banget,” ungkap Marcell.

Konflik Rumah Tangga

Konflik rumah tangga Farid dan Aisyah semakin berlapis dengan kehadiran karakter pendukung yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Chika Waode, yang berperan sebagai Bubun Lita, tampil sebagai “sahabat penyejuk”—figur teman dekat yang sering kali lebih peka membaca tanda-tanda masalah. “Peran saya itu seperti mood booster. Saat Aisyah lagi jatuh dan berjauhan sama suaminya, saya hadir sebagai teman yang mencoba mencairkan suasana. Karakter ini sangat nyata. Dalam kehidupan sehari-hari, selalu ada teman yang lebih ‘melek’, yang melihat ada yang tidak beres, sementara tokoh utamanya masih bilang, ‘nggak kok, dia cuma sibuk kerja’,” kata Chika.

Menurut Chika, keberadaan sahabat semacam itu sering menjadi penopang emosional perempuan yang tengah menghadapi persoalan perselingkuhan dan pengkhianatan kepercayaan.

Produksi dan Inspirasi

Diproduksi melalui kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Dalam Sujudku mengambil lokasi syuting di Jakarta, Garut, dan Cimahi. Sutradara Rico Michael menyebut film ini terinspirasi dari kisah nyata sahabatnya di Singapura yang nyaris kehilangan pernikahan, namun memilih bertahan dan memperbaiki diri. “Saya ingin menggali arti pengorbanan, cinta, dan kesetiaan. Film ini ingin menyampaikan bahwa ketika kesalahan benar-benar disadari dan diperbaiki, tidak semua cerita harus berakhir dengan perpisahan,” ujar Rico.

Menariknya, meski poster film memberi kesan drama religi, Dalam Sujudku lebih menekankan pada isu komunikasi dalam keluarga—bagaimana hubungan yang tampak harmonis bisa retak ketika jarak, kesibukan, dan prasangka tak terkelola dengan baik.

Film ini juga dibintangi Naura Hakim, Riyuka Bunga, Dominique Sandra, Chika Waode, Momo Moriska, hingga Dennis Adhiswara, yang untuk pertama kalinya memerankan tokoh ustaz. “Saya belajar dari banyak video khotbah, bahkan sempat mengunci diri seharian untuk mencari feel-nya. Ini peran baru buat saya, dan justru itu yang menantang,” kata Dennis.

Nuansa batin film ini diperkuat oleh lagu “Titipan Ilahi”, yang menjadi original soundtrack. Lagu ciptaan Yusoff Al Aswad dan Amin Majid ini dibawakan oleh Evelyn Wijaya, pemenang Dalam Sujudku Voice Hunt 2025. Liriknya menekankan pesan menjaga amanah dan kesetiaan—selaras dengan perjalanan Aisyah. “Ini debut saya sekaligus soundtrack film pertama. Liriknya dalam dan penuh pesan tentang harapan dan keputusan. Proses rekaman sampai MV kurang dari seminggu, tapi saya benar-benar harus masuk ke vibe filmnya,” kata Evelyn.

Kesimpulan

Dengan tema long distance marriage, drama keluarga, dan pergulatan batin dalam menjaga kesetiaan, Dalam Sujudku hadir sebagai tontonan sekaligus tuntunan. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada awal 2026, menawarkan ruang refleksi bagi pasangan yang tengah, pernah, atau akan menghadapi jarak dalam pernikahan—bahwa cinta, seperti sujud, kerap dilakukan dalam diam, penuh harap, dan keikhlasan.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *