"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Anggaran Ada, Pasukan Pandji Pragiwaksono Tantang Buzzer Usai Roasting Gibran

Aksi Roasting Pandji Pragiwaksono yang Viral dan Menjadi Trending Topic

Aksi roasting Pandji Pragiwaksono kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam acara stand-up comedy-nya, ia menyentil berbagai pihak, termasuk Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Hal ini membuat aksinya viral dan menjadi trending topic.

Pandji merespons tagar “pandji darurat ide” dengan sindiran bahwa serangan terhadap dirinya terkesan terorganisir dan beranggaran. Meski sedang berada di New York, ia tetap memberikan tanggapan atas isu-isu yang muncul. Ia menegaskan bahwa kondisinya baik-baik saja meskipun ada laporan hukum terkait materi stand-up comedy-nya bertajuk Mens Rea.

Pembelaan terhadap Gibran Bermunculan

Seiring viralnya roasting Pandji, banyak pembela Wakil Presiden Gibran mulai muncul. Tidak hanya dari kalangan pendukung politik, beberapa figur publik dan artis juga ikut angkat suara. Di sisi lain, kelompok-kelompok yang diduga sebagai buzzer juga aktif meramaikan lini masa. Situasi ini memicu perdebatan yang tidak lagi sebatas soal komedi, melainkan mengarah ke ranah kekuasaan, kebebasan berekspresi, dan dugaan mobilisasi opini publik.

Pandji Balik Menyenggol: Sindiran Pedas dari Akun X

Tidak tinggal diam, Pandji akhirnya merespons serangan yang dialamatkan kepadanya. Ia menggunakan akun X pribadinya untuk menyampaikan sindiran yang langsung menyita perhatian warganet. “Yah kalau pake ‘pandji darurat ide’ mah publik juga tau ini mah ada anggaran & ada pasukannya,” tulisnya disertai emoji tertawa. Selanjutnya, ia menambahkan satu kalimat singkat yang terasa menusuk namun santai: “Terlalu triggered, Mas.” Unggahan tersebut mendapat ribuan respons, mulai dari tawa, dukungan, hingga kritik tajam.

Arie Kriting Ikut Bicara: Sentilan Soal “Pintu Rezeki” Buzzer

Dinamika ini juga menarik perhatian komika lain, Arie Kriting. Melalui akun X-nya, ia menulis unggahan bernada satir yang menyentil hiruk pikuk buzzer di media sosial. “Hiruk pikuk group para buzzer. Mens Rea mengembalikan asa mereka. Ada lagi sumber pintu rejeki. Ayo bagikan perintahnya. Semua sosmed bergerak. Bikin kontent. Posting. Tunggu transferan. Terima kasih Mens Rea,” tulisnya merujuk pada Show Mens Rea Pandji. Unggahan ini memperkuat kesan bahwa polemik seputar roasting Pandji tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan dinamika opini dan industri perhatian di ruang digital.

Pandji Dilaporkan

Pandji diketahui tengah berada di New York saat dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Laporan tersebut dilakukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM). Laporan berkaitan dengan materi pertunjukan Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, pada 30 Agustus 2025 dan kemudian ditayangkan secara digital pada 27 Desember 2025.

Ucapan Terima Kasih dari New York

Melalui unggahan video di Instagram Story pribadinya, Pandji menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa kepadanya. “Hai, apa kabar Indonesia. Gue cuma mau bilang terima kasih untuk dukungannya. Doanya banyak banget, banyak yang ngedoain yang baik-baik ke gue,” ujarnya. Dalam video tersebut, Pandji terlihat berjalan kaki pada malam hari di New York. Ia mengenakan kupluk dan hoodie hitam, sembari menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja.

Usai Siaran, Ingin Pulang Bertemu Keluarga

Pandji juga menceritakan aktivitasnya sebelum merekam video tersebut. Ia mengaku baru saja mengisi siaran dan tengah dalam perjalanan pulang. “Gue lagi di New York, abis ngisi siaran dan sekarang mau balik ke rumah. Lapar. Mau balik ke anak-anak dan istri dan makan malam sama mereka,” katanya. Tak lupa, Pandji turut mendoakan para pengikutnya agar selalu sehat dan menyampaikan apresiasi atas dukungan terhadap dunia stand-up comedy. “Moga-moga gue masih bisa banyak perkomedian buat kalian,” tandasnya.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *