Kabar Penetapan Gus Yaqut sebagai Tersangka Membuat Warga Rembang Terkejut
Kabar penetapan mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejutkan warga di kampung halamannya, Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.
Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Leteh, Zaenal Abidin, mengaku belum menerima informasi resmi terkait kabar tersebut hingga Jumat (9/1/2026) siang. Ia menyebut kesibukan kerja membuat dirinya belum sempat mengikuti perkembangan pemberitaan nasional. Bahkan, Zaenal mengungkapkan bahwa informasi tersebut pertama kali ia ketahui justru dari wartawan yang datang melakukan wawancara.
“Sampai detik ini saya itu belum dengar berita, soalnya kesibukan kerja saya. Saya baru dengar ini. Kami atas nama RT juga belum tahu kalau hari ini Gus Yaqut jadi tersangka. Sungguh sangat menyayangkan,” ujar Zaenal, Jumat (9/1/2026).
Gus Yaqut Dikenal Sebagai Tokoh Peduli dan Rendah Hati
Meskipun ada kabar hukum yang menjerat Gus Yaqut, Zaenal memberikan kesaksian mengenai sosok mantan Menag tersebut di mata warga. Menurutnya, meskipun pernah menduduki jabatan tinggi di pemerintahan, kepribadian Gus Yaqut tidak berubah dan tetap menunjukkan sikap sederhana.
Zaenal menilai Gus Yaqut dikenal sebagai figur yang loyal terhadap organisasi, khususnya Nahdlatul Ulama (NU), serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut tercermin dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia menuturkan bahwa setiap ada agenda di tingkat RT, baik kegiatan rutin maupun peringatan hari besar nasional seperti perayaan 17 Agustus, Gus Yaqut selalu memberikan dukungan.
“Beliau sangat peduli lah, baik di lingkungan kami sebagai RT atau di organisasi. Walaupun tidak domisili di RT kami (saat menjabat), beliau mendukung sepenuhnya dan sengkuyung,” tuturnya.
Kepulangan Gus Yaqut ke Rembang
Saat ditanya mengenai intensitas kepulangan Gus Yaqut ke Rembang, Zaenal menjelaskan bahwa Gus Yaqut biasanya pulang pada momen-momen tertentu, seperti acara keagamaan dan hari libur nasional. “Misalkan ada haul abahnya atau haul pondok Leteh. Terus kalau ada hari-hari libur nasional biasanya pulang. Dan biasanya kalau di rumah itu open house, jadi teman-teman banyak yang datang. Ada informasi apa, ada keluhan apa, (kerabat dan handai tolan) datang sowan ke beliau,” jelas dia.
Zaenal juga menambahkan bahwa Gus Yaqut dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak pernah membedakan latar belakang atau status sosial masyarakat yang datang bersilaturahmi ke rumahnya.
“Gus Yaqut itu sebenarnya orangnya bagus, dia peduli. Dia tidak memandang kasta, mana pejabat mana rakyat, semua dianggap sama. Kalau ada tamu ke rumah, semua diterima dengan baik,” tambahnya.
Pandangan Mengenai Kasus Kuota Haji
Terkait substansi kasus yang menjerat eks Menteri Agama tersebut, Zaenal menilai bahwa persoalan kuota haji lebih berkaitan dengan kesalahan dalam pengambilan kebijakan di tingkat atas, bukan semata-mata tindakan kriminal personal. Ia berpendapat bahwa pembagian kuota antara haji reguler dan haji khusus (plus) merupakan hal yang kompleks. Menurutnya, jika kuota dipaksakan tanpa mempertimbangkan daya tampung di Arab Saudi, hal itu memang akan menimbulkan masalah di lapangan.
Mengenai adanya isu penggeledahan oleh penyidik KPK di kediaman Gus Yaqut di Rembang, Zaenal menegaskan bahwa selaku Ketua RT, dirinya sama sekali tidak menerima pemberitahuan resmi. “Kalau saya sebagai RT tidak ada pemberitahuan. Jadi kami tidak mengetahui kalau ada penggeledahan di rumah yang berada di wilayah RT 04 RW 02 ini,” tegasnya.
Harapan Warga untuk Gus Yaqut
Hingga saat ini, Yaqut Cholil Qoumas secara administratif masih tercatat sebagai warga RT 4, RW 2, Kelurahan Leteh, Rembang. Sebagai perwakilan warga, Zaenal berharap agar Gus Yaqut diberikan ketabahan dalam menghadapi proses hukum ini.
“Harapan saya saya sebagai warga Leteh, semoga saja badai ini cepat berlalu. In syaa Allah tidak lama akan berlalu. Saya menganggap ini sebagai cobaan, semoga Gus Yaqut bisa tabah,” pungkasnya.











