Ringkasan Berita
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), resmi merilis publikasi Statistik Daerah 2025. Publikasi ini menjadi wadah untuk memotret dinamika pembangunan, ketimpangan sebaran penduduk, serta capaian indeks pembangunan manusia di wilayah tersebut.
Data terbaru BPS Tana Tidung menunjukkan bahwa persebaran penduduk masih terkonsentrasi di Kecamatan Sesayap, sementara empat kecamatan lainnya relatif renggang. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan di Bumi Upun Taka, julukan Tana Tidung.
Persebaran Penduduk yang Tidak Merata
Dari total luas wilayah Kabupaten Tana Tidung sebesar 3.858,31 kilometer persegi, persebaran penduduk terkonsentrasi atau tertumpu di Kecamatan Sesayap. Berdasarkan data terbaru, kepadatan penduduk di Kecamatan Sesayap mencapai 31,39 jiwa per kilometer persegi. Angka ini jauh di atas empat kecamatan lainnya, terutama Kecamatan Muruk Rian yang menjadi wilayah paling renggang dengan kepadatan hanya 4,35 jiwa per kilometer persegi.
“Ada tantangan dalam pemerataan infrastruktur jika melihat sebaran ini. Sesayap tetap menjadi magnet ekonomi dan pemukiman,” jelas Iwan, Kepala BPS Kabupaten Tana Tidung.
Potensi Bonus Demografi dan Gender
Tana Tidung juga mencatatkan potensi ekonomi besar melalui struktur kependudukan. Dari proyeksi 28.824 jiwa penduduk di tahun 2025, sebanyak 68,22 persen masuk dalam kategori usia produktif (15-64 tahun). Namun, dari sisi keterwakilan politik khususnya yang duduk di bangku dewan, permasalahan gender masih menjadi isu krusial.
Dari 20 anggota DPRD Tana Tidung, sebanyak 85 persen yaitu 17 orang diisi laki-laki, sedangkan keterwakilan perempuan hanya mencapai 15 persen (3 orang). Artinya, komposisi keterwakilan gender di bangku DPRD Kabupaten Tana Tidung masih didominasi oleh laki-laki, dengan perbandingan yang sangat jauh.
Di bidang pendidikan, meskipun Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) sudah menyentuh 12,85 tahun, rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Tana Tidung baru berada di angka 9,41 tahun. “Artinya, secara rata-rata penduduk kita baru menamatkan kelas 3 SMP. Ini menjadi PR bersama bagaimana mendorong penduduk usia dewasa untuk menyelesaikan pendidikan setingkat SMA atau sederajat,” tuturnya.
Ketenagakerjaan dan Infrastruktur Kesehatan
Sementara itu, di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) cukup tinggi di angka 74,01 persen, namun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih berada di angka 3,67 persen. Mayoritas penduduk yang bekerja berstatus sebagai buruh atau karyawan dengan persentase 54,22 persen.
Guna menunjang kualitas hidup, dokumen BPS juga mencatat keberadaan 2 rumah sakit dan 21 puskesmas yang tersebar di wilayah Tana Tidung. Infrastruktur kesehatan ini menjadi tulang punggung dalam menjaga Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk setempat yang terus mengalami tren peningkatan.
Harapan dan Evaluasi Kebijakan
Iwan berharap, dengan rilisnya data statistik ini, setiap perencanaan pembangunan di tahun 2025 dan seterusnya dapat dilakukan secara lebih presisi dan berbasis data (data-driven). “Harapannya, melalui data ini, pemerintah daerah bisa lebih fokus menangani titik-titik yang masih tertinggal, baik dari segi pendidikan maupun pemerataan ekonomi di tiap kecamatan,” pungkasnya.











