Perubahan Penampilan Asri Welas dan Kehidupan Baru Setelah Perceraian
Asri Welas, aktris ternama yang dikenal lewat perannya dalam sitkom Suami-suami Takut Istri, kini menjadi sorotan publik karena perubahan penampilannya. Tidak hanya tampil lebih percaya diri di depan kamera, ia juga tampak lebih seksi dalam berbagai kesempatan. Perubahan ini tidak terlepas dari beberapa prosedur operasi plastik yang dilakukannya.
Salah satu operasi yang dilakukan adalah lifting dan tummy tuck. Lifting digunakan untuk mengencangkan kulit wajah dan tubuh yang kendur akibat penuaan. Sementara tummy tuck bertujuan menghilangkan kelebihan kulit dan lemak di area perut agar bentuk tubuh terlihat lebih ramping. Asri mengungkapkan bahwa ia melakukan operasi tersebut setelah melahirkan tiga anak. “Aku itu ini lifting, terus sama tummy tuck,” ujarnya.
Selain itu, perubahan penampilan Asri juga dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan. Ia mengatakan bahwa operasi ini dilakukan untuk memperbaiki penampilannya dalam serial terbarunya berjudul Mama-mama Pengejar Cinta bersama Wulan Guritno dan Massayu Anastasia. “Bukannya buat bagaimana-bagaimana. Cuman gue satu frame-nya sama siapa? Wulan Guritno sama Massayu tiba-tiba lihat Asri Welas butek banget kan ya ampun,” katanya.
Namun, Asri menegaskan bahwa ia tidak ingin dianggap melakukan operasi plastik karena perceraian. “Bukan (karena cerai). Maksudnya gini, nggak ada yang mau bercerai. Jangan tiru bercerai karena nggak ada bagus-bagusnya,” ujarnya.
Kehidupan Setelah Bercerai
Setelah hampir satu tahun bercerai, muncul berbagai isu tentang hubungan Asri dengan seorang bule. Namun, ia membantah hal tersebut. Menurutnya, alasan ia sering berkunjung ke Amerika Serikat adalah untuk urusan pekerjaan. “Saya bolak-balik ke Amerika. Besok Desember aku ke sana sama Ibam (anak Asri). Dia nemenin aku sekalian kursus,” jelasnya.
Meski begitu, Asri tidak menolak jika didoakan mendapat pasangan baru. “Tapi yang kalau didoain dapat jodoh ya aamiin,” ujarnya. Yang terpenting bagi Asri saat ini adalah bisnisnya berjalan baik dan pendidikan anak-anaknya terjamin. “Sekarang saya mencoba bisnisnya jalan, anak-anak sekolahnya baik. Kalau memang ada jodohnya, aamiin,” tambahnya.
Asri mengakui bahwa ia ingin kembali membina rumah tangga. Ia merasa kesepian hidup tanpa pendamping. “Siapa yang nggak mau (menikah lagi)? Nggak enak sendirian,” katanya. Meski menyesali perceraiannya, ia kini ikhlas menjalani konsekuensi dari pilihannya. “Jangan pernah memilih untuk bercerai juga. Tapi hidup saya kayaknya memang sudah di situ ya, menyesal? menyesal dong, bercerai? menyesal dong. Tapi itu pilihan yang aku pilih, dan aku harus menjalani dengan semua konsekuensinya,” ujarnya.
Syarat untuk Calon Pasangan
Kini, Asri tidak menutup hatinya untuk pria yang ingin mendekatinya. Syarat utamanya adalah calon pasangan harus bisa menerima ketiga anaknya. “Mau bule pakle asal bisa nemenin bagasiku (anak-anak), bisa menerima apa adanya bagasiku, karena banyak banget keperluannya. Jadi ya silakan aja, kalau bisa membuka hatiku, silakan aja,” katanya.
Fokus pada Masa Depan Anak-Anak
Sejak resmi bercerai dari Galiech Ridha Rahardja pada Januari 2025, Asri kini menjadi tulang punggung keluarga. Ia menanggung penuh biaya pendidikan ketiga anaknya. Putra sulungnya, Rajwa Gilbram Ridha Rahardja, memiliki cita-cita menjadi dokter. Hal ini mendorong Asri untuk lebih giat menabung. “Anakku ini yang pertama mau jadi dokter, aduh dua tahun lagi, (harus) menabung. Tahu sendiri ya menjadi dokter itu beh weh weh ya (butuh biaya besar), jadi nabung,” ujarnya.
Tidak hanya putra sulung, kedua dan ketiga anak Asri juga membutuhkan biaya pendidikan yang besar. Bahkan, ia harus menyiapkan dana tambahan untuk terapi. “Terus yang kedua, ketiga, baru masuk SD. Belum terapinya, jadi harus banyak nabungnya,” tambahnya.
Kesibukannya di dunia seni peran pun kini kian padat. Namun, Asri menegaskan semua itu ia lakukan semata-mata demi anak-anaknya. “Pokoknya semuanya jalannya baik, semuanya untuk sekolah anak-anak,” jelasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











