Perayaan Milad ke-50 SMA Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang
SMA Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang merayakan usia emasnya dengan langkah besar yang menunjukkan arah baru. Milad ke-50 tidak hanya menjadi perayaan biasa, tetapi juga momentum untuk menegaskan visi sekolah sebagai institusi berwawasan internasional yang relevan dengan zaman dan kebutuhan generasi muda.
Puncak perayaan ini diwujudkan dalam bentuk Mutual Golden Run 2026, sebuah ajang lari massal bertema “Run for Legacy, Shine for Future”. Acara ini diikuti oleh seribu peserta dari berbagai kalangan, menjadi event lari perdana yang digelar oleh SMA Mutual sekaligus simbol lari panjang dunia pendidikan menuju masa depan global.
Kepala SMA Mutual Kota Magelang, Icuk Salabiyati, menjelaskan bahwa Mutual Golden Run bukanlah acara instan. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian acara Milad ke-50 yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Ini adalah acara puncak. Sebelumnya kami sudah mengadakan lomba literasi dan Olimpiade Sains untuk siswa SMP, dengan peserta sekitar 200 orang. Ada juga turnamen futsal yang diikuti 18 tim,” ujarnya di Magelang, Minggu, 1 Februari 2026.
Perayaan milad ini juga diselenggarakan bersama dengan para alumni. Beberapa kegiatan seperti khitanan massal, donor darah, bakti sosial, hingga Reuni Emas Alumni SMA Mutual yang digelar di GOR Samapta Sanden turut memperkaya suasana perayaan.
“Milad ke-50 ini kami rayakan bersama. Internal sekolah dan alumni jalan bareng. Jadi bukan sekadar nostalgia, tapi aksi nyata yang bermanfaat,” tambah Icuk.
Tema “Run for Legacy, Shine for Future” dipilih karena memiliki makna mendalam. Icuk menegaskan bahwa SMA Mutual ingin meninggalkan jejak kebermanfaatan yang bisa dikenang, sekaligus menyiapkan masa depan pendidikan yang lebih luas.
“Setelah memberi manfaat, kami tidak berhenti. Kami akan terus berkhidmat di dunia pendidikan, bukan hanya di Magelang, tapi juga untuk Nusantara,” tegasnya.
Konsep lari dipilih sesuai dengan karakter generasi muda. Menurut Icuk, Gen Z memiliki minat dan gaya sendiri yang perlu dipahami.
“Prinsip kami, didiklah anak sesuai zamannya. Kalau acaranya tidak nyambung dengan mereka, ya tidak akan diminati,” katanya.
Antusiasme publik terhadap acara ini sangat luar biasa. Dalam waktu pendaftaran hanya satu bulan, target seribu peserta tercapai. Rinciannya, kategori 10K diikuti 250 peserta, 5K sebanyak 500 peserta, dan 3K diikuti 250 peserta.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Rifqi Muhammad, menilai Mutual Golden Run sebagai bagian dari transformasi SMA Mutual yang kini terus berbenah.
“SMA Mutual saat ini juga bekerja sama dengan Cambridge University Press (CUP) Inggris untuk pengembangan wawasan global,” ungkap Rifqi.
Menurutnya, arah pengembangan SMA Mutual kini jelas: menuju sekolah dengan perspektif internasional. Kolaborasi global itu diharapkan membuka jalan bagi lahirnya lulusan yang siap bersaing, bahkan melanjutkan studi ke luar negeri.
“Harapannya, lulusan SMA Mutual tidak hanya kuliah di dalam negeri, tapi juga punya peluang studi ke luar negeri,” katanya.
Rifqi juga menilai kegiatan seperti Golden Run menjadi bentuk aktualisasi pendidikan yang seimbang. Tak hanya mengolah pikir, tapi juga mengolah raga dan karakter.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Magelang. Kepala Disporapar Kota Magelang, Imam Baihaqi, yang membacakan sambutan Wali Kota, menyebut 50 tahun SMA Mutual adalah bukti dedikasi panjang dalam mencerdaskan generasi muda.
“Mutual Golden Run menjadi simbol perjalanan pendidikan. Bukan soal siapa paling cepat, tapi siapa yang konsisten, bertahan, dan terus melangkah hingga garis akhir,” demikian sambutan Wali Kota.
Dengan pijakan sejarah kuat dan pandangan ke depan yang global, SMA Mutual Magelang tak sekadar berlari merayakan usia. Sekolah ini sedang berlari menjemput masa depan.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











