"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

5 Berita Terpopuler: PPPK dan Honorer Siap Bersatu, PGRI Minta Pemerintah Bentuk Badan Guru Nasional



JAKARTA – Pagi ini, kami hadirkan berita terpopuler sepanjang Sabtu (31/1) yang mencakup beberapa isu penting. Mulai dari aksi para PPPK paruh waktu dan honorer yang siap turun ke jalan, desakan PGRI untuk membentuk badan khusus guru nasional, hingga ancaman warga Kampung Sawah yang akan menggeruduk gerai miras jika tetap beroperasi. Berikut penjelasannya:

1. PPPK Paruh Waktu dan Honorer Siap Bersatu Turun ke Jalan

Ketua Umum Aliansi Gabungan R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, menyatakan bahwa massa PPPK paruh waktu dan honorer siap bersatu untuk menggelar aksi demonstrasi. Aksi ini akan dilakukan jika pemerintah dan DPR RI tidak memperjuangkan nasib PPPK paruh waktu dan honorer yang tersisa.

Faisol menegaskan bahwa DPR harus mendengar aspirasi para pegawai tersebut, terutama mengenai nasib mereka yang belum terakomodasi dalam pengangkatan menjadi ASN. Dengan adanya aksi ini, diharapkan perhatian pemerintah lebih besar terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh kelompok ini.

2. Soal Kuota Haji Maktour, Gus Yaqut: Tidak Mungkin Itu

Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) mengaku tidak tahu perihal kuota haji yang didapatkan biro travel dan umrah PT Maktour. Ia menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui hal tersebut setelah pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Gus Yaqut juga menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) tidak memberikan kuota haji khusus kepada pemilik PT Maktour, Fuad Hasan Masyhur. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak memiliki informasi atau keterlibatan langsung dalam pengaturan kuota haji tersebut.

3. PGRI: Saatnya Negara Menghadirkan Badan Khusus Guru Nasional

PB PGRI mendesak pemerintah untuk membentuk Badan Khusus Guru Nasional. Ini sangat penting mengingat situasi saat ini yang dianggap darurat guru. Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI, Wijaya, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa Indonesia kekurangan lebih dari 1,3 juta guru. Kekurangan ini disebabkan oleh gelombang pensiun yang tidak diimbangi dengan rekrutmen cepat dan terencana. Salah satu faktor penyebabnya adalah moratorium pengangkatan guru yang berdampak pada ketidakseimbangan jumlah guru.

4. Warga Kampung Sawah Ancam Geruduk Lagi Party Station jika Tetap Berjualan Miras

Warga RW 02 Kampung Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, menolak kehadiran tempat hiburan malam dan gerai miras Party Station di Hotel Kartika One, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Bahkan, sekitar 300 warga melakukan unjuk rasa pada Jumat (30/1) malam untuk menolak adanya tempat hiburan malam tersebut.

Penolakan ini dilakukan karena lokasi Party Station sangat dekat dengan sekolah, universitas, pondok pesantren, masjid, dan gereja. Warga merasa khawatir dengan dampak negatif dari keberadaan tempat hiburan tersebut terhadap lingkungan sekitar.

5. Para Buzzer Dinilai Bikin Citra Jelek Penegakan Hukum, Polisi Diminta Bertindak

Sekretaris Jenderal Komite Anti Korupsi Indonesia, Anshor Mumin, mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kepolisian untuk menangkap para pendengung atau buzzer yang diduga diarahkan oleh Pihak Riza Chalid dan Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, putra dari Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza.

Anshor mengatakan bahwa para buzzer aktif membuat narasi yang bertujuan mengaburkan dan mempengaruhi masyarakat terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero. Salah satu poin dalam medsos yang dioperasikan buzzer bayaran adalah Riza Chalid dan Kerry Putra tidak terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *