"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Siapa Sakti Wahyu Trenggono? Menteri KKP Tunggu Klarifikasi Usai Kritik Anggaran Kapal

Perseteruan Menteri KKP dan Menkeu Terkait Anggaran Revitalisasi Galangan Kapal

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memilih untuk tidak memberikan komentar terkait perselisihan anggaran revitalisasi galangan kapal saat ditemui di Istana Kepresidenan, Kamis (12/2/2026). Hal ini dilakukan meskipun ia sempat terlibat “perang statement” dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Permasalahan bermula ketika Menkeu Purbaya menyentil KKP karena belum ada pesanan kapal padahal anggaran diklaim sudah cair. Trenggono kemudian merespons melalui media sosial dengan menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari pinjaman luar negeri Inggris yang belum dicairkan oleh Kemenkeu. Ia meminta Purbaya untuk bertanya langsung kepada bawahan agar memastikan apakah dana tersebut benar-benar sudah dialokasikan ke KKP atau belum.

Kronologi ‘Perang Dingin’ Dua Menteri

  1. Selasa, 10 Februari 2026: Pemicu Konflik

    Dalam acara “Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia” di Jakarta, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan yang menyentil KKP. Ia mengaku aneh karena hingga saat itu belum ada pesanan galangan kapal dari pihak KKP, padahal menurutnya anggaran sudah dicairkan.

  2. Pasca-acara Selasa: Sindiran Keras di Instagram

    Merespons pernyataan Purbaya, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengunggah pernyataan terbuka di akun Instagram pribadinya. Ia memberikan sindiran pedas agar Menkeu lebih memahami sumber dana tersebut:

“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda faham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris).”

Trenggono meminta Purbaya menanyakan langsung kepada bawahannya untuk memastikan apakah dana tersebut benar-benar sudah dikucurkan ke KKP atau belum:

“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, bener enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?”

  1. Rabu, 11 Februari 2026: Klarifikasi Menkeu di Istana

    Menkeu Purbaya memberikan tanggapan di Istana Kepresidenan terkait sindiran Trenggono. Ia menegaskan, meski berasal dari pinjaman luar negeri (UK), dana tersebut tetap harus melalui Kementerian Keuangan.

“Iya. Tapi kan nanti lewat Menkeu juga,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11/2/2026).

Setelah mengecek ke stafnya, Purbaya membenarkan klaim Trenggono dana memang belum dikucurkan.

“Udah saya cek. Memang belum,” akunya.

Meski dana belum cair, Purbaya mempertanyakan mengapa belum ada pergerakan awal atau rencana matang dari KKP. Menurutnya, untuk rencana besar seperti membangun ribuan kapal, seharusnya tidak hanya diam menunggu anggaran.

“Kan ada anggaran depannya kan? Itu saja belum kelihatan gerakannya yang di depan” sebut Purbaya.

Purbaya menyatakan, akan segera berkoordinasi langsung karena merasa Trenggono adalah sahabatnya.

“Ah gampang kan pak menteri sahabat saya juga” tegas Purbaya.

  1. Kamis, 12 Februari 2026: Sikap Bungkam Trenggono

    Terbaru, saat menghadiri rapat terbatas di Istana, Menteri Trenggono memilih untuk tidak berkomentar sedikit pun saat ditanya wartawan mengenai kelanjutan perseteruannya dengan Purbaya maupun status anggaran revitalisasi tersebut. Ia hanya memberikan komentar singkat terkait proyek kampung nelayan dan langsung menghindari awak media menuju mobilnya.

Siapa Sakti Wahyu Trenggono?

Sakti Wahyu Trenggono memiliki perjalanan panjang di dunia profesional, bisnis, hingga pemerintahan. Lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 3 November 1962, Trenggono merupakan lulusan S1 Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga meraih gelar S1 dari School of Information System Universitas Bina Nusantara (Binus University). Kemudian, Trenggono melanjutkan pendidikan pasca-sarjana melalui Program Magister Manajemen di ITB.

Rekam Jejak Karier Profesional

Dalam perjalanan kariernya, rekam jejak Sakti Wahyu Trenggono diwarnai pengalaman panjang di sektor industri dan manajemen. Trenggono mengawali karier sebagai system analyst di Federal Motor (kini PT Astra Honda Motor) pada 1986–1988, kemudian menjabat sebagai Manajer Management Information System (MIS) di perusahaan yang sama pada periode 1988–1992. Kariernya terus menanjak sebagai General Manager MIS and Business Development Federal Motor Astra Group pada 1992–1995.

Pada tahun 1995, Trenggono dipercaya menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan INKUD (Induk Koperasi Unit Desa). Trenggono kemudian menjabat sebagai Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama-Indonesian Tower selama periode 2000–2009. Selain itu, Trenggono juga pernah menjadi Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi pada 2005–2016, serta Komisaris Utama PT Teknologi Riset Global Investama pada 2010–2016.

Pada tahun 2018, Trenggono tercatat sebagai Komisaris di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang merupakan bagian dari Grup Saratoga.

Perjalanan Politik hingga Menjadi Menteri KKP

Trenggono juga mencatat kiprah politik yang cukup signifikan. Memulai karier politik dengan bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2009–2014 di bawah kepemimpinan Hatta Rajasa, Trenggono sudah tidak aktif di partai tersebut sejak 2013. Pada Pilpres 2019, Trenggono tercatat sebagai salah satu tokoh dalam tim kampanye pasangan Joko Widodo–KH Ma’ruf Amin.

Trenggono memang dikenal sebagai pendukung setia Joko Widodo sejak masa kepemimpinan Jokowi di Solo hingga Pilkada DKI Jakarta 2012. Sebelum mengemban amanah sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Trenggono terlebih dahulu dipercaya sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kini, profil Sakti Wahyu Trenggono semakin dikenal publik sebagai Menteri KKP di Kabinet Prabowo–Gibran.




Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *