"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Peluang emas bagi mahasiswa FKIP Undana ikuti program Sea Teacher di Filipina

Pengalaman Mengajar di Filipina: Kedua Alumni FKIP Undana Berbagi Cerita

Piela Benlamarto A. Djahimo, alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Bahasa Inggris Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Mario Noven Ndu, mahasiswa FKIP Jurusan Bahasa Inggris Undana, berbagi pengalaman mereka saat menjadi peserta program Sea Teacher di Filipina. Program ini didukung penuh oleh universitas sejak keberangkatan hingga kepulangan kembali ke tanah air setelah mengikuti program selama satu bulan.

Berikut adalah cuplikan wawancara eksklusif dalam Undana Talk yang membahas pengalaman mereka selama menjalani program tersebut.

Awal Mula Terlibat dalam Program Sea Teacher

Pertanyaan pertama tentang awal mula Iben tertarik untuk bergabung dalam program ini dijawab dengan penjelasan bahwa ia tidak memiliki niat khusus, tetapi terinspirasi dari pengalaman-pengalaman yang ia lalui selama kuliah. Selain itu, ada juga koneksi dari teman-teman di luar negeri serta senior-senior dan relasi yang dibangun baik dengan dosen. Suatu hari, dosennya memberikan informasi tentang program Sea Teacher, sehingga Iben mengetahui adanya program ini.

Iben mempersiapkan diri selama sekitar satu bulan sebelum bergabung dalam program ini, dan ia merasa bahwa semua usaha tersebut sangat bernilai.

Semester Saat Bergabung dalam Program

Saat itu, Iben sedang di semester tujuh, yang merupakan waktu ketika semua mata kuliah sudah selesai, dan ia sedang melakukan PPL serta KKN yang digabungkan dalam FKIP. Dengan program Sea Teacher, ia tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke luar negeri, tetapi juga bisa melakukan internship atau PPL di sekolah lain yang berada di luar negeri, bahkan lintas negara.

Inspirasi Mario untuk Bergabung dalam Program

Mario mengatakan bahwa ia terinspirasi dari kakak seniornya, yaitu Iben. Pada masa semester dua tahun 2023, ia melihat postingan Instagram Undana yang menampilkan foto Iben sedang mengikuti program Sea Teacher. Dari situ, ia langsung mencari tahu lebih lanjut tentang program tersebut.

Dari risetnya, Mario menemukan bahwa program Sea Teacher adalah program pertukaran mahasiswa di Asia Tenggara, dan salah satu universitas di Nusa Tenggara Timur yang ikut dalam organisasi ini adalah Undana. Hal ini membuatnya termotivasi untuk bergabung dalam program tersebut.

Persiapan Sebelum Berangkat

Persiapan Mario untuk berangkat mencakup beberapa hal penting. Pertama, kesehatan yang menjadi prioritas utama karena jika tidak sehat, maka tidak akan bisa melakukan apa pun di sana. Selain itu, persiapan dokumen seperti surat keterangan kesehatan, izin dari orang tua, dan paspor juga sangat penting.

Sebelumnya, ada proses seleksi bertahap dari tingkat prodi, kemudian nama-nama yang lolos naik ke fakultas FKIP, dan akhirnya diseleksi pada tingkat universitas oleh IRO (International Relations Office) di Undana.

Informasi Tentang Program Sea Teacher

Nama program Sea Teacher berasal dari organisasi SEAMEO yang memiliki beberapa program, salah satunya adalah Sea Teacher. Di Indonesia, khususnya di Kupang, Undana adalah salah satu kampus yang bergabung dalam program ini.

Jumlah Peserta dari NTT

Iben menyebutkan bahwa saat itu, hanya Undana yang bergabung dalam program ini di NTT. Selain itu, ada beberapa kampus lain di Indonesia yang juga mengikuti program ini bersamaan dengan Undana, seperti kampus di Tangerang dan Jambi.

Kesempatan Luar Biasa bagi Mahasiswa FKIP Undana

Iben menyatakan bahwa program ini sangat luar biasa bagi mahasiswa FKIP Undana. Karena mahasiswa FKIP adalah calon guru, kesempatan emas seperti ini dapat membuka wawasan dan meningkatkan keterampilan mereka.

Pengalaman Selama Satu Bulan di Filipina

Selama satu bulan di Filipina, Mario membawa pulang pengalaman baru yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengajar Bahasa Inggris di tempat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana Bahasa Inggris adalah bahasa kedua atau second language. Orang-orang di sana sangat fasih berbahasa Inggris, dan ini memberinya perspektif baru tentang cara belajar bahasa yang interaktif dan menarik.

Selain itu, Mario juga mengaku bahwa makanan di Filipina sangat enak dan cocok dengan lidahnya.

Pengalaman Iben di Filipina

Iben mengatakan bahwa secara akademik, ia mendapatkan pengalaman baru dan keterampilan baru. Selain itu, prestasi ini memberinya keuntungan yang tidak semua orang bisa dapatkan.

Namun, yang ingin ia tekankan adalah bahwa ia ingin mengajak teman-teman atau adik-adik dari FKIP untuk pergi ke sana bukan hanya untuk mengajar dan mendapatkan hal baru, tetapi juga untuk menjadi lebih dewasa dalam berperilaku dan berkembang secara akademik maupun individual.

Setelah kembali dari program ini, Iben lulus dan bergabung dengan salah satu sekolah internasional di Kota Kupang, Excellent Spirit Christian School, yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai media pembelajaran. Ia merasa bahwa pengalaman di Filipina sangat berguna dalam pekerjaannya saat ini.

Kesimpulan

Iben menyatakan bahwa jalan-jalan hanyalah bonus, tetapi fokus utamanya adalah bagaimana kita bisa membangun diri sendiri. Sebagai pre-service teacher, ia berangkat untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang benar-benar siap.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *