"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Sekda Ngada Masih Kosong, Gubernur Kembali Tunjuk PJ

Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Masih Lowong

Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada hingga kini masih kosong. Pemangku jabatan sebelumnya, Yohanes C. Watu Ngebu, tidak diperpanjang masa tugasnya. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena kembali menunjuk Pelaksana Jabatan (PJ) untuk menjalankan tugas administratif di bawah ini.

Surat keputusan yang ditandatangani oleh Gubernur Melki Laka Lena dengan Nomor: 816.2.1/61/BKD/3.2, tertanggal 26 Februari 2026, menunjuk Gerardus Reo sebagai Pejabat Jabatan (Pj) Sekda. Ia saat ini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada.

Sejak ditinggal oleh Tedy Nono pada 2025 lalu, kursi Sekda Ngada masih kosong. Sampai saat ini, sudah tiga kali penunjukan pelaksana jabatan dilakukan. Terbaru, Gerardus Reo diangkat sebagai penjabat sekda.

Proses seleksi Sekda Ngada telah berlangsung dan tiga nama yang dihasilkan telah diumumkan oleh Bupati Ngada Raymundus Bena pada bulan November 2025 lalu. Tiga nama tersebut adalah Yohanes Capistrano Watu Ngebu, S.Sos., M.Si., Drs. Markus Philipus Botha, dan Gerardus Reo, S.E., M.Si.

Nama-nama tersebut juga direkomendasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), untuk mengikuti tahapan lebih lanjut di tingkat pemerintahan provinsi. Meskipun demikian, hingga kini Gubernur Melki Laka Lena belum memutuskan pejabat sekda definitif.

Penolakan Nama oleh Gubernur NTT

Dalam dokumen yang diperoleh, Gubernur NTT Melki Laka Lena menolak satu nama yang diajukan oleh Bupati Ngada Raymundus Bena. Bupati Ngada mengusulkan Yohanes C. Watu Ngebu untuk dilantik sebagai sekda definitif berdasarkan ranking penilaian. Surat permohonan pelantikan itu dikirim Bupati Ngada tertanggal 1 Desember 2025 dengan tembusan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Namun, nama yang diajukan oleh Bupati Ngada ditolak oleh Gubernur NTT. Gubernur Melki meminta tiga nama hasil seleksi November lalu untuk dikirim. Dalam surat tersebut, Gubernur Melki memberikan alasan penolakan berdasarkan pertimbangan kinerja, koordinasi, kesinambungan hubungan kerja antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam rangka pelaksanaan tugas di bidang pemerintahan, pembangunan, dan pemasyarakatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan penilaian komprehensif terhadap tiga nama hasil seleksi terbuka.

Menanggapi surat Gubernur NTT, Bupati Ngada Raymundus Bena kembali mengirim surat kepada Gubernur NTT dengan alasan mengirim satu nama calon Sekda Ngada. Surat tersebut tertanggal 2 Maret 2026. Bupati Raymundus menyatakan bahwa pengiriman satu nama tersebut telah melalui rangkaian proses seleksi terbuka transparan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Komentar DPRD Ngada

Gonjang-ganjing tentang posisi Sekda Ngada memicu komentar dari DPRD Ngada. DPRD menilai keterlambatan pelantikan Sekda Ngada telah menghambat roda koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah. DPRD juga menilai, gonjang-ganjing kursi Sekda Ngada telah menimbulkan opini liar di tengah masyarakat dan berimplikasi pada hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap proses yang sedang berjalan.

Anggota DPRD Kabupaten Ngada Jois Jawa meminta Bupati Ngada segera melantik Sekda definitif agar roda koordinasi dan pelaksanaan pemerintahan tidak terhambat. Ia menyoroti pertanyaan di masyarakat mengapa hingga saat ini Kabupaten Ngada belum memiliki sekretaris daerah definitif, padahal posisi tersebut sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Ngada.

Fridus Muga, anggota DPRD lainnya, juga mendesak Bupati Ngada segera melantik Sekda definitif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Politisi PDI Perjuangan ini berargumen bahwa Sekda memiliki jabatan strategis dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Fridus Muga tidak mempersoalkan siapa yang akan dilantik selama sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Siapapun yang nantinya dilantik, dia adalah Sekda Ngada,” ujarnya.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *