"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Di Tengah Ketegangan Iran vs AS-Israel, 147 Jemaah Umrah Pinrang Berangkat

Jamaah Umrah Asal Pinrang Tetap Berangkat Meski Situasi Timur Tengah Memanas

Sebanyak 147 jamaah umrah asal Kabupaten Pinrang tetap diberangkatkan meskipun situasi di kawasan Timur Tengah tengah memanas akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pemberangkatan jamaah dilakukan di Masjid Agung Al-Munawwir, Jl Bintang, Macorawalie, Pinrang, pada Senin (2/3/2026). Acara pelepasan dihadiri oleh Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, yang turut menyaksikan keberangkatan para jamaah.

Kepala Kantor Haji dan Umroh Pinrang, Idris Muhammad, mengatakan bahwa hingga saat ini aktivitas umrah masih berjalan normal. Ia menegaskan bahwa belum ada laporan jamaah yang terlantar atau membatalkan keberangkatan akibat ketegangan di kawasan tersebut. “Sampai sekarang belum ada laporan jamaah terlantar atau batal,” ujarnya.

Idris menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan travel yang memberangkatkan jamaah. Menurutnya, travel memastikan kondisi dan aktivitas ibadah umrah di Arab Saudi tetap aman. “Saya tanya travelnya bagaimana kondisinya, mereka bilang tidak ada juga masalah,” tambahnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau perkembangan dan aktivitas jamaah selama berada di Saudi. Ia mengimbau jamaah agar berhati-hati, menghindari aktivitas di luar keperluan penting, serta terus berkoordinasi dengan pengelola umrah. “Kita tidak tahu kondisi ini sampai kapan. Jadi tetap waspada dan jaga komunikasi,” katanya.

Ramadan Momentum Penting untuk Ibadah Umrah

Sementara itu, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan menjadi momentum favorit bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah umrah. Karena itu, ia mengingatkan jamaah untuk menjaga kesiapan fisik dan mental selama menjalankan ibadah. “Jaga kondisi kesehatan, atur pola istirahat, dan perhatikan asupan makanan,” pesannya.

Pasar Energi Mengalami Gejolak Akibat Penutupan Selat Hormuz

Iran merespons meningkatnya eskalasi konflik dengan langkah tegas, yaitu menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi urat nadi distribusi energi dunia. Penutupan tersebut memicu kekhawatiran global, karena Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu titik paling vital dalam pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Menurut Prof Bachtiar Nappu, Pakar Energi dari Universitas Hasanuddin, Selat Hormuz dikontrol oleh Iran dan memiliki dampak besar meskipun lebarnya hanya sekitar 33 kilometer. Jalur efektif pelayaran lebih sempit lagi karena dibagi untuk arus masuk dan keluar kapal tanker. Sekitar 20 hingga 26 persen minyak mentah dan LNG dunia melewati selat tersebut, termasuk dari negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Oman, dan Iran sendiri.

Setiap ketegangan di kawasan tersebut selalu memicu sentimen negatif di pasar global. Dampaknya, harga minyak dunia melonjak tajam dan berimbas pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, akan merasakan tekanan besar.

Prof Bachtiar memprediksi harga minyak mentah bisa naik hingga 40–50 persen. “Ekspektasi saya bisa tembus 90 sampai 100 USD per barel. Sekarang sekitar 70 USD per barel. Itu pasti picu kenaikan BBM,” ujarnya.

Ia menilai efek berantai akan terjadi secara global karena hukum pasar berlaku universal. “Risiko tinggi, permintaan banyak, suplai sedikit, sudah pasti harga naik,” katanya.

Dampak pada Harga BBM di Indonesia

Harga BBM non-subsidi diperkirakan lebih dulu menyesuaikan. Sementara BBM subsidi seperti Pertalite berpotensi ikut naik jika konflik berlangsung lama. Menurutnya, pemerintah akan kesulitan menahan harga jika lonjukan minyak mentah terus terjadi. “Kalau konflik lama, saya yakin Pertalite juga naik. Kalau tidak, subsidi akan tersedot besar karena harga minyak naik,” katanya.

Idris menambahkan, di banyak negara harga BBM sudah mengikuti mekanisme pasar secara real time. “Di luar negeri itu real time. Di Indonesia selain Pertalite, sudah fluktuatif juga,” ujarnya.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *