"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

OJK Perkuat Kepatuhan Emisi 15% Free Float

Kebijakan Free Float 15% untuk Perusahaan Terdaftar di BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan target bahwa sekitar 75% perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat memenuhi ketentuan free float sebesar 15% dalam satu tahun pertama penerapan kebijakan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Penjabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.

Menurut Hasan, dari total hampir 1.960 emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia, sekitar 70–75% emiten diperkirakan dapat memenuhi ketentuan free float minimum 15% pada akhir tahun pertama. Angka tersebut merupakan proyeksi dari emiten yang saat ini telah memenuhi ketentuan ditambah perusahaan yang diperkirakan melakukan penyesuaian struktur kepemilikan sahamnya setelah aturan berlaku.

“Dari total tadi ya, dari total existing emiten saat ini demikian bertahap sampai tahun ketiga nanti,” kata Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/3).

Peningkatan Free Float: Tantangan dan Strategi

Hasan menjelaskan bahwa OJK segera memfinalisasi aturan terkait peningkatan free float. Setelah itu, pihaknya akan mendorong penerbitan ketentuan tersebut melalui revisi Peraturan I-A di BEI. Secara prinsip, kata dia, regulator dan pemangku kepentingan sepakat untuk meningkatkan batas minimum free float menjadi 15%. Namun, terkait waktu implementasinya, otoritas akan berkoordinasi dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dari sisi emiten, hingga komunitas investor dan perusahaan efek.

Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengukur kapasitas dan daya serap pasar terhadap peningkatan free float secara bertahap. Hasan juga menjelaskan kebijakan tersebut akan dilengkapi dengan sejumlah tahapan atau milestone, yakni target pencapaian pada tahun pertama, kedua, dan ketiga. Setelah itu, regulator juga akan menyiapkan exit policy yang disesuaikan dengan kemampuan serta daya serap pasar.

Menurutnya, pada tahun pertama implementasi, regulator akan mengukur berapa banyak emiten yang siap meningkatkan porsi saham beredar di publik dan menilai kapasitas penyerapan dari sisi investor. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menetapkan target peningkatan free float pada tahap-tahap berikutnya.

“Misalnya di satu tahun pertama minimum sudah akan ada peningkatan berapa jumlah emiten, berapa persentase dari market cap yang akan sudah di minimum 15%,” ucapnya.

Notasi Khusus untuk Perusahaan yang Belum Memenuhi Free Float

Sebelumnya, OJK menegaskan akan memberikan tanda atau notasi khusus bagi 267 perusahaan yang belum mencapai free float 15%. Free float adalah porsi saham perusahaan terbuka atau emiten yang dimiliki oleh publik dan tersedia untuk diperdagangkan secara bebas, tidak termasuk saham yang dikuasai pengendali, direksi, komisaris, atau karyawan.

OJK menetapkan kenaikan batas free float menjadi minimal 15% untuk meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar, yang akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun.

Pejabat sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pemberian tanda ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan memudahkan investor dalam mengambil keputusan investasi.

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menjelaskan, notasi khusus akan menjadi informasi tambahan bagi pelaku pasar untuk membedakan saham dengan tingkat kepemilikan publik yang telah memenuhi ketentuan dan yang belum. Menurut dia, langkah ini memudahkan investor dalam memilih saham yang akan diinvestasikan.

Kebijakan ini dinilai sangat bermanfaat, terutama bagi investor ritel, karena membantu untuk mengetahui saham yang sudah memiliki free float di atas 15% dan yang belum.

“Jadi ini sesuatu yang baru dan rasanya sangat bermanfaat untuk investor, terutama investor retail di Indonesia,” kata Kiki dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Jumat (20/2).

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *