Pengadaan Meja Biliar di Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel
Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Aprizal, mengungkapkan bahwa rencana pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan memakan anggaran sebesar Rp 486,9 juta murni berasal dari usulan langsung dari pimpinan DPRD Sumsel. Ia menegaskan bahwa usulan tersebut bukan berasal dari pihak Sekretariat DPRD.
“Ya, itu usulan dari pimpinan lah bukan dari Sekretariat,” ujarnya pada Minggu (8/3/2026). Aprizal juga menyatakan bahwa usulan pimpinan untuk meja biliar tersebut cukup wajar karena ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, merupakan ketua umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel.
“Karena ketua kan adalah ketum biliar Sumsel jadi wajar,” tambahnya.
Rencana Pengadaan yang Belum Dilaksanakan
Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan bahwa pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini. “Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), dan dilihat orang karena sudah e katalog.”
Aprizal juga menjelaskan bahwa keputusan untuk hanya dua dari empat pimpinan yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka masih dalam pengecekan lebih lanjut. “Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya kita akan cek, karena informasi belum valid dan akan ditanya ke bagian umum dulu.”
Selain itu, Aprizal mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran antara dua pimpinan tersebut. Wakil ketua Ilyas Panji dikatakan memiliki anggaran yang lebih besar dibanding yang diperuntukan bagi ketua Andie Dinialdie.
“Nah, itulah nanti aku cek dulu ke bagian umum, dan nanti akan saya kumpulkan hari ini. Sebab ini jadi pertanyaan, kenapa pak Ilyas lebih mahal dibanding ketua, maka akan saya cek dulu. Tetapi yang wakil ketua pak Ilyas ini pastinya belum jelas termasuk harganya. Apa selain meja juga ada yang lainnya dan akan saya cari Informasinya,” tutupnya.
Efisiensi Anggaran dan Kebutuhan Penunjang
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto, membenarkan data yang tercatat dalam SIRUP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel. Data tersebut merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.
“Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru Sirup atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum,” kata Hadiyanto.
Pengadaan dua meja biliard menjadi sorotan, terlebih di tengah efisiensi anggaran akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Menurut Hadiyanto, alat tersebut merupakan kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. “Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi sekali lagi belum dilaksanakan,” jelasnya.
Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta.
Ia menyebut, rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya, masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. Sebab, kegiatan pengadaan di DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut. “Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum,” pungkasnya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











