"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

UPR gelar program spesialis obstetri dan ginekologi untuk penuhi kebutuhan Kalteng

Pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di UPR

Universitas Palangka Raya (UPR) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan ketersediaan tenaga dokter spesialis di Kalimantan Tengah. Pengumuman ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat setempat, terutama dalam menjawab kebutuhan akan tenaga medis yang memadai.

Rektor UPR, Salampak Dohong, menyampaikan bahwa pembukaan program tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah. Menurutnya, program ini tidak hanya prestisius tetapi juga menjadi wujud kepercayaan pemerintah pusat kepada Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya UPR, untuk melaksanakan pendidikan spesialis yang berkualitas.

“Ini sebenarnya program yang sangat bergengsi. Karena itu kita bangga bahwa pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada kita, kepada Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya UPR, untuk membuka program ini,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Salampak menekankan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam menghadapi tantangan kesehatan di daerah, terutama terkait tingginya angka kematian ibu dan anak. Ia berharap dengan adanya program ini, tenaga medis yang dihasilkan dapat kembali mengabdi di daerah asal mereka.

“Program ini juga menjawab kebutuhan kita, terutama terkait masih tingginya angka kematian ibu dan anak. Jadi ini memang jawaban yang sangat diharapkan,” katanya.

Kuota Terbatas dan Sistem Penerimaan Bertahap

Pada tahap awal, program PPDS Obstetri dan Ginekologi memiliki kuota terbatas. UPR melakukan sistem penerimaan secara bertahap agar semua kabupaten di Kalimantan Tengah memiliki kesempatan yang sama.

“Kita petakan dulu kabupaten-kabupaten mana yang belum punya. Kemarin ada enam kabupaten yang belum memiliki dokter spesialis. Karena itu nanti ada giliran,” jelas Salampak.

Setiap semester, UPR membuka penerimaan sebanyak empat peserta didik. Dengan demikian, secara bertahap seluruh kabupaten bisa mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan putra-putrinya mengikuti program ini.

“Setiap semester kita membuka empat orang. Jadi nanti secara bertahap semua kabupaten bisa mendapatkan kesempatan, karena setiap enam bulan ada penerimaan,” tambahnya.

Proses Pendidikan dan Kolaborasi dengan Universitas Lain

Program spesialis Obstetri dan Ginekologi baru saja dibuka pada tahun 2026. Awalnya, UPR berencana membuka program tersebut melalui skema pengampuan bersama Universitas Padjadjaran (Unpad), di mana ijazah akan diterbitkan oleh perguruan tinggi pembina. Namun dengan kebijakan terbaru dari Kementerian, program tersebut kini dapat berjalan secara mandiri di bawah UPR.

“Sekarang menjadi mandiri. Jadi ijazahnya dari UPR, tetapi Unpad menjadi pembinanya untuk menjamin kualitasnya,” jelas Salampak.

Dalam pelaksanaannya, proses pendidikan juga melibatkan tenaga pengajar dari Unpad serta dokter spesialis yang telah bertugas di rumah sakit di Kalimantan Tengah. “Iya, dari Unpad juga ada yang terlibat. Tapi kalau untuk obstetri dan ginekologi kan nanti lebih banyak praktik pelayanan juga. Jadi mereka belajar sambil melayani di rumah sakit-rumah sakit,” katanya.

Beberapa dokter spesialis di daerah yang telah memenuhi kualifikasi juga turut mendukung program tersebut, termasuk dari RSUD Murjani Sampit dan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Rencana Masa Depan

Ke depan, UPR berencana membuka program spesialis lain sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah. “Pasti akan ada. Karena kita mengikuti kebutuhan juga. Tidak banyak yang mau mengambil spesialis itu,” ujarnya.

Salampak menyebutkan beberapa program yang direncanakan dibuka berikutnya antara lain spesialis anestesi serta penyakit dalam. “Untuk tahun ini yang baru dibuka memang obstetri dan ginekologi. Setelah itu nanti anestesi, baru kemudian penyakit dalam,” pungkasnya.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *