JAYAPURA – Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, mengumumkan enam program unggulan yang dirancang untuk memberikan dampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini. Program-program tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua tahun 2025-2029 yang berlangsung di Hotel Suni, Abepura, Kota Jayapura, pada Kamis (5/3/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Fakhiri menekankan bahwa program-program ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi “Papua Cerah” yang tidak hanya berada dalam konseptual, tetapi juga terimplementasi dalam kebijakan dan pelayanan publik yang nyata.
Berikut adalah enam program unggulan yang dicanangkan:
-
Kartu Ibu Keluarga Siap Ibu Hamil (Kartu Kasih)
Kartu Kasih dirancang bukan hanya sebagai kartu identitas, tetapi sebagai “paspor” untuk memastikan pelayanan kesehatan maksimal bagi ibu hamil. Program ini mencakup penanganan medis dan pemberian asupan gizi secara teratur.
“Dengan penanganan medis yang tepat waktu serta pemberian gizi secara teratur, saya pastikan setiap anak Papua yang akan lahir terhindar dari risiko stunting dan sekaligus akan menekan angka kematian ibu dan anak,” ujarnya. -
Kartu Mahasiswa Cerdas (Kartu Mace)
Program Kartu Mace hadir sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam melindungi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, pemerintah memastikan tidak ada anak Papua yang putus kuliah karena keterbatasan ekonomi keluarga. -
Kartu Jaminan Sosial Lansia (Kartu Jalan)
Secara filosofis, program Kartu Jalan memandang masa lanjut usia sebagai fase yang harus aman, nyaman, dan bermanfaat. Kartu Jalan akan memberikan bantuan tunai untuk kebutuhan dasar para lansia, akses layanan kesehatan berupa homecare atau kunjungan dokter ke rumah, serta kemudahan penebusan obat kronis tanpa harus mengantri. -
Modernisasi Sarana Perdagangan
Program ini bertujuan menciptakan ruang publik yang bersih dan manusiawi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk petani dan nelayan. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menyediakan infrastruktur perdagangan yang memadai untuk mendukung pengembangan usaha UMKM. -
Peningkatan Konektivitas Antarwilayah
Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa pembangunan jalan, jembatan, dermaga, dan bandara merupakan upaya sistematis untuk mencairkan simpul-simpul ekonomi yang terintegrasi. Tujuannya adalah memastikan pergerakan orang, barang, dan jasa dapat berlangsung dengan biaya murah dan waktu tempuh lebih singkat.
“Tanpa akses konektivitas yang berkualitas, wilayah yang kaya sumber daya alam akan tetap terisolasi. Program ini bertujuan menghapus disparitas harga antarwilayah dan memastikan bahwa keadilan sosial terwujud dalam lingkungan konektivitas yang setara,” jelasnya. -
Penyediaan Rumah Layak Huni
Program penyediaan rumah layak huni diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Gubernur Fakhiri menyoroti fakta bahwa masih banyak keluarga Papua yang tinggal di rumah tidak layak huni, di mana dalam satu rumah bisa dihuni oleh kakek, nenek, dan cucu secara bersama-sama.
“Orang Papua di satu rumah itu bisa tinggal kakek, nenek, cucu di dalam, makanya harus kita bangun, kita harus menyesuaikan mereka hidup mandiri berkeluarga,” tuturnya.
Program ini direncanakan akan diwujudkan selama lima tahun ke depan, mencakup kawasan permukiman di perkotaan maupun wilayah pesisir di Provinsi Papua.
Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa keseluruhan program unggulan tersebut merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan visi “Papua Cerah” yang mencakup transformasi menuju Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis. Dia juga menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, masyarakat adat, akademisi, dunia usaha, dan mitra pembangunan dalam mengimplementasikan program-program tersebut.
“Kemajuan tidak boleh meminggirkan kearifan lokal, melainkan harus memperkuat kreativitas, martabat, serta kohesi sosial masyarakat Papua sebagai bagian yang utuh dari pembangunan daerah,” pungkasnya.











