Serangan Rudal Iran ke Wilayah Israel dan Pangkalan Militer AS
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan besar-besaran menggunakan rudal berbahan bakar padat dalam gelombang ke-45 Operasi Janji Sejati 4 terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan ini dilakukan pada Jumat (13/3/2026), dan dianggap sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat posisi Iran di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi, IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan kerja sama penuh dengan Angkatan Laut IRGC serta unit-unit drone dari Angkatan Darat Iran dan Hizbullah Lebanon. Serangan ini menargetkan infrastruktur komando utara Israel serta titik-titik berkumpul pasukan AS.
Beberapa wilayah seperti Haifa, Caesarea, pemukiman Zarit dan Shlomi, serta kompleks industri militer Holon menjadi sasaran serangan yang dilakukan oleh drone Hizbullah dan rudal antariksa IRGC. Sementara itu, pangkalan militer AS seperti Al-Dhafra dan Erbil juga diserang secara besar-besaran oleh rudal dan drone dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat Iran.
Pernyataan IRGC mengungkapkan bahwa respons kuat dari para peserta demonstrasi Hari Quds Internasional di Teheran menunjukkan betapa tegasnya perlawanan Iran terhadap agresi musuh-musuh mereka. “Bangsa Iran yang tangguh menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi musuh dengan kekuatan, bahkan di jalanan,” demikian pernyataan itu.
Serangan Drone ke Markas Militer Israel
Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Darat Iran mengumumkan bahwa drone mereka menyerang markas besar rezim Israel di Beersheba pada Jumat pagi. Diketahui bahwa sejak pagi hari, Tentara Iran telah menargetkan markas besar pasukan pertahanan Israel di wilayah pendudukan menggunakan drone perusak yang diluncurkan dari berbagai bagian negara tersebut.
Markas militer di Beersheba disebut sebagai lokasi instalasi dan infrastruktur strategis tentara rezim Zionis, termasuk pangkalan yang terkait dengan pasukan darat dan udara. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasi besar-besaran akan terus berlanjut dalam beberapa jam mendatang dengan serangan skala besar terhadap lokasi-lokasi penting lainnya dari basis rezim Zionis.
Korban Luka Akibat Serangan Rudal
Laporan dari The Jerusalem Post menyebutkan bahwa sekitar 58 orang terluka akibat serangan rudal Iran terhadap sebuah gedung di wilayah Israel utara. Dari jumlah tersebut, satu orang dalam kondisi kritis dan 57 lainnya mengalami luka sayatan akibat pecahan kaca. Mereka saat ini sedang dirawat di rumah sakit terdekat.
Pihak kepolisian Israel menyatakan bahwa bangunan tersebut mengalami kerusakan akibat serangan. Tim penjinak bom sedang bekerja di area tersebut untuk memastikan keamanan. Selain itu, proyektil rudal Iran juga menghantam beberapa bangunan tempat tinggal di komunitas Zarzir. Otoritas setempat melaporkan bahwa satu bangunan hancur total, namun belum jelas apakah itu terkena langsung oleh rudal atau rusak akibat pecahan proyektil yang dicegat.
AS Kerahkan Pesawat Siluman dan Pasukan Marinir
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa Amerika Serikat mengerahkan pesawat pembom siluman B-2 untuk berpartisipasi dalam Operasi Epic Fury AS melawan rezim Iran pada Jumat pagi. Menurut CENTCOM, pesawat B-2 akan digunakan untuk melakukan serangan jarak jauh guna menghilangkan ancaman dari Iran dan mencegah kemampuan mereka membangun kembali kekuatan di masa depan.
Selain itu, AS juga mengirimkan Unit Ekspedisi Marinir ke-31 ke Timur Tengah, yang mencakup sekitar 2.200 Marinir di atas tiga kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS. Pasukan ini mencakup satu skuadron jet tempur F-35 dan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey.
Perang yang Berlangsung Selama 15 Hari
Saat ini, perang antara AS-Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-15 sejak serangan pertama AS-Israel ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026.
Di Iran sendiri, lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat serangan AS-Israel. Sebagian besar korban adalah masyarakat sipil, yang menjadi sasaran dari serangan yang semakin intensif.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











