Persiapan Pemudik Selama Masa Angkutan Lebaran 2026
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas untuk membantu pemudik yang melintas di jalur arteri selama masa angkutan Lebaran. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah masjid sebagai tempat istirahat bagi para pemudik, khususnya pengguna kendaraan roda dua. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam penyediaan fasilitas tersebut.
Dudy menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari langkah-langkah yang dilakukan Kemenhub untuk mendukung kelancaran arus mudik. Pemerintah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, dan pemangku kepentingan transportasi agar pelayanan bagi masyarakat dapat berjalan optimal.
“Kami bersama Kementerian Agama menyiapkan masjid sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik, khususnya kendaraan roda dua di jalan-jalan arteri,” ujar Menhub setelah mengikuti apel gelar pasukan persiapan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Pemerintah juga menerapkan pembatasan operasional kendaraan berat selama masa angkutan Lebaran. Kebijakan ini dituangkan dalam surat keputusan bersama untuk mengatur kendaraan dengan sumbu tiga ke atas agar tidak beroperasi pada periode tertentu. Dengan tidak beroperasinya kendaraan sumbu tiga ke atas pada periode tertentu, diharapkan perjalanan pemudik menjadi lebih aman dan nyaman.
Selain itu, pemerintah memberi perhatian pada arus penyeberangan yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang. Penyeberangan Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk menjadi titik penting yang dipantau selama masa angkutan Lebaran. Di penyeberangan, pemerintah menyiapkan empat pelabuhan yang diharapkan dapat memperlancar arus penyeberangan.
“Kami juga menyiapkan jembatan timbang untuk digunakan sebagai rest area, serta beberapa titik lain yang bisa dimanfaatkan. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan puskesmas sebagai tempat istirahat bagi pemudik,” kata Dudy.
Ia juga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemudik diingatkan memantau informasi perjalanan serta kondisi cuaca sebelum berangkat agar perjalanan berlangsung lebih aman dan lancar.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Masa Mudik
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way, contraflow, dan ganjil genap selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mengatur mobilitas masyarakat yang diproyeksikan mencapai ratusan juta orang.
Pengaturan lalu lintas itu dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriyah. Kebijakan ini dirancang untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
“SKB tersebut mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, dan ganjil genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, serta pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan,” kata Sigit saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Operasi Ketupat 2026 melibatkan berbagai instansi mulai dari TNI, kementerian, hingga pemerintah daerah dan relawan masyarakat. Dukungan lintas sektor diharapkan mampu menjaga perjalanan mudik berlangsung aman dan tertib bagi masyarakat.
Pengamanan dan Pengaturan Arus Lalu Lintas
Untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan menggelar Operasi Ketupat 2026. Operasi ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel disebar di berbagai jalur utama mudik guna menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas.
Pengamanan juga diperkuat melalui penyediaan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode mudik.
Aparat memfokuskan pengamanan pada 185.607 objek yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran. Lokasi tersebut meliputi masjid, lokasi Sholat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Polri juga memetakan potensi gangguan keamanan yang dapat muncul selama masa mudik, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antarkelompok. Patroli rutin diminta diperkuat di berbagai titik rawan.
Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor cuaca. Prediksi BMKG menunjukkan sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami kondisi berawan hingga hujan lebat selama arus mudik. Seluruh instansi yang terlibat diminta memperkuat koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan perjalanan.












