Situasi Keamanan dan Lalu Lintas Jatim Saat Malam Takbiran
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, memastikan bahwa situasi di Jawa Timur pada malam takbiran, mulai dari Kamis (19/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026) malam, terpantau aman dan kondusif. Hal ini dilakukan dengan pengawasan intensif oleh personel kepolisian, khususnya dari Ditlantas Polda Jatim.
Belum ada laporan adanya peristiwa menonjol yang memerlukan penanganan khusus selama periode tersebut. Informasi ini telah disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pabrowo melalui video telekonferensi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Jumat malam. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, juga turut menyaksikan laporan tersebut.
Nanang menjelaskan bahwa kegiatan mudik berjalan lancar karena kerja sama yang baik antara berbagai pihak. Ia menyampaikan bahwa masyarakat dapat merasakan kenyamanan dalam menjalani kegiatan mudik.
Pada Jumat malam, arus kendaraan para pemudik dari arah barat sudah terpantau masuk ke Jatim. Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Jatim, jumlah kendaraan yang masuk meningkat sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 114.817 kendaraan. Personel kepolisian telah disebar di seluruh titik ruas jalan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, Nanang mengatakan bahwa mobilitas penumpang juga mengalami peningkatan sebesar 20 persen. Setelah tiba di kampung halaman, para pemudik akan melaksanakan ibadah Salat Id pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Pihak kepolisian telah mendata seluruh tempat ibadah seperti musala atau masjid yang akan digunakan untuk Salat Id.
Lebih lanjut, belasan ribu personel kepolisian telah ditempatkan untuk melakukan pengawalan sejak Operasi Ketupat Semeru 2026 dimulai, yaitu pada Jumat (13/3/2026). Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan keamanan di lokasi-lokasi ibadah.
Destinasi Wisata Jadi Perhatian
Nanang juga memperhatikan destinasi wisata sebagai fokus pengawasan. Setelah salat Id dan bersilaturahmi ke sanak famili, masyarakat cenderung ingin berlibur. Oleh karena itu, personel Ditlantas Polda Jatim dikerahkan untuk mengawasi jalur-jalur destinasi wisata.
Namun, ia tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama perjalanan. Ia menyarankan agar masyarakat bijak dalam memilih destinasi wisata yang aman, terutama di tengah situasi cuaca yang tidak menentu.
Peningkatan Kendaraan Masuk Jatim
Direktur Ditlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa jumlah kendaraan para pemudik yang masuk ke Jatim meningkat sebesar 15 persen, mencapai 114.817 kendaraan. Data ini didapatkan dari pemantauan di ruas tol dan arteri, per H-1 lebaran, pada Jumat (20/3/2026). Menurut Iwan, situasi lalu lintas masih terpantau kondusif.
Iwan mengklaim bahwa jumlah kecelakaan di Jatim selama delapan hari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 tergolong rendah. Meskipun beberapa titik jalan sempat dilaporkan terjadi kecelakaan, angka korban tidak signifikan. Beberapa kecelakaan mengakibatkan luka ringan maupun berat, bahkan ada korban jiwa.
Waspadai Ruas Jalan Tol Ngawi Nganjuk
Iwan memberikan peringatan khusus bagi pengendara yang melintasi ruas jalan Tol Ngawi, perbatasan wilayah Jatim dan Jateng. Di ruas jalan tol tersebut, terdapat potensi kelelahan pada pengemudi, terutama mereka yang baru saja datang dari arah barat melalui wilayah Provinsi Jateng.
Iwan menduga, pengemudi yang kelelahan cenderung meremehkan kondisi tubuh mereka. Mereka sering menganggap tujuan mereka sudah dekat, sehingga memaksakan diri untuk terus berkendara. Hal ini bisa berujung pada kecelakaan lalu lintas, baik tunggal maupun melibatkan kendaraan lain.
Menurut prediksi Iwan, ruas jalan Tol Ngawi Nganjuk merupakan salah satu titik yang rentan mengalami kelelahan pengemudi. Ruas jalan ini cukup panjang, lebar, dan memiliki visibilitas yang baik. Namun, kondisi fisik pengemudi bisa menjadi faktor risiko.
Imbauan untuk Menggunakan Rest Area
Untuk menghindari kecelakaan, Iwan mengimbau pengendara untuk memanfaatkan 27 titik rest area yang tersedia di sepanjang jalanan tol Provinsi Jatim. Ia menekankan bahwa kelelahan adalah hal wajar, dan pengemudi harus sadar akan kondisi tubuh mereka.
Jika kelelahan muncul selama perjalanan, maka berhenti di rest area adalah pilihan yang bijak. Iwan berharap masyarakat yang masuk ke Jatim dapat memanfaatkan fasilitas ini agar tidak memaksakan diri yang berujung pada kecelakaan.











