"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Ridwan Kamil Kembali Viral di Instagram, Postingannya Dibalas Pantun Aura Kasih

Ridwan Kamil Mengunggah Pesan Reflektif di Media Sosial

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kembali muncul di akun media sosialnya. Momen Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Ridwan Kamil untuk menyampaikan pesan reflektif di media sosial. Melalui akun Instagram pribadinya, @ridwankamil, ia mengunggah video sinematik hitam-putih disertai tulisan panjang tentang makna sabar, ikhlas, dan pentingnya memaafkan. Unggahan ini menjadi sorotan karena Ridwan Kamil juga menyinggung pengalaman pribadinya menghadapi fitnah dan berita bohong (hoaks) yang menimpa dirinya selama setahun terakhir.

Lewat akun Instagram pribadinya, @ridwankamil, mantan suami Atalia Praratya itu mengunggah video sinematik hitam-putih. Ia juga membuat tulisan panjang berisi ungkapan tentang sikapnya menghadapi cobaan dan fitnah yang bertubi-tubi. Ridwan Kamil mengawali tulisannya dengan ucapan selamat Idul Fitri. “Selamat lebaran. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” bunyi tulisan Ridwan Kamil, dikutip Senin (23/3/2026). Ia mengakui sebagai manusia biasa dirinya juga tak terlepas dari kekhilafan. “Sebagai manusia yang penuh khilaf dengan ini saya mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya, mohon maaf lahir dan batin,” lanjut ayah dua anak tersebut.

Di momen Idul Fitri ini, pria yang juga berprofesi sebagai arsitek tersebut menyinggung soal makna sabar dan ikhlas dalam memaafkan. “Di momen mulia, maaf memaafkan ini, saya juga ingin selalu bersabar dan ikhlas untuk memaafkan,” tuturnya. Kang Emil, sapaan akrabnya mengaku mulai mencoba memaafkan orang-orang yang sengaja menyebarkan berita bohong alias hoax mengenai dirinya. “Memaafkan mereka-mereka yang memproduksi ratusan konten-konten kebohongan atau hoaks,” urainya.

Diakui oleh pria kelahiran Bandung, Jawa Barat 4 Oktober 1971 ini, selama satu tahun terakhir banyak sekali konten-konten berisikan berita bohong tentang dirinya. “Selama satu tahun terakhir, terdapat ratusan konten hoaks terkait pribadi, anggota keluarga, perkara hukum, maupun hoaks politik yang saya alami,” aku pria yang telah resmi bercerai dengan Atalia Praratya alias Bu Cinta ini. Alih-alih murka setelah namanya dikaitkan dalam berita bohong, Kang Emil pun memilih membalasnya dengan doa. “Saya doakan, semoga Allah memberikan hidayah dan rezeki berlimpah kepada mereka. Dan saya doakan mereka insyaf dan mendapatkan pekerjaan yang halal, tanpa mengganggu dan merusak hidup orang lain,” tambanya.

Tak lupa, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga mendoakan orang-orang yang terlanjur mempercayai berita bohong soal dirinya. “Dan kepada mereka yang terpedaya dan percaya pada konten-konten hoaks itu, saya doakan semoga Allah menjaga dan melindungi mereka. Semoga Allah menjauhkan hidup mereka dari fitnah-fitnah dunia yang kejam seperti yang saya alami. Mari hidup berdampingan dan tenang, saling menghormati, menjauhi diri dari fitnah-fitnah dunia,” sambungnya. Meski kini memilih diam, Kang Emil berjanji suatu saat nanti ia akan meluruskan soal berita-berita bohong yang telah merugikan dirinya. “Kelak saya akan meluruskan satu-persatu hoaks-hoaks tersebut. Selamat lebaran, mari saling memaafkan,” tukasnya.

Alih-alih mendapat dukungan, unggahan Ridwan Kamil itu pun dipenuhi dengan komentar bernada hujatan dari warganet. Salah satu warganet berkomentar sebaiknya Ridwan Kamil hanya mengunggah permintaan maaf saja tidak disertai dengan klasifikasi. “Cukup bilang Maaf aja Pak. (Titik) bukan klarifikasi,” tulis salah seorang warganet. Sementara warganet lain menganggap permintaan maaf Ridwan Kamil tersebut tidak tulus dari hati melainkan upayanya untuk membela diri. “Kok terlihat tidak tulus yah minta maafnya, poin nya lebih banyak membela diri,” tambah netter lainnya. Selain itu, ramai pula komentar bernada sindiran yang memuat nama penyanyi Aura Kasih. Ridwan Kamil memang diketahui sempat diterpa isu pernah menjalin asmara dengan Aura Kasih. Hal itu pula yang sempat diisukan jadi pemicu keretakan rumah tangganya dengan Atalia. “Aura Kasih Ridwan Kamil, Mohon Maaf Lahir Batin,” bunyi komentar akun @xtrememe*. “Aura Kasih lihat Upin Ipin, Mohon maap lahir dan batin,” timpal akun @muchamma*.

Alasan Perceraian Atalia Praratya dan Ridwan Kamil

Rumah tangga yang dibina Ridwan Kamil dan Atalia Praratya sejak tahun 1996 itu kini telah resmi kandas. Keduanya resmi bercerai setelah Ridwan Kamil diterpa kabar soal isi perselingkuhan dengan sejumlah wanita seperti selebgram Lisa Mariana hingga penyanyi Aura Kasih. Meski demikian, kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa mengatakan klinenya sepakat bercerai dari Ridwan Kamil karena terdapat masalah internal di antara keduanya. Terkait permasalahan gugat cerai, kita tidak boleh menduga-duga hal yang tidak benar. “Bisa jadi masalah internal keluarga. Masalah internal keluarga pun bisa bermacam-macam, karena kurangnya komunikasi yang baik, atau kurangnya pengertian karena saling sibuk satu sama lain. Dugaan itu kan menjadi salah satu adanya perpisahan. Tapi terkait saat ini murni karena masalah internal keluarga,” tutur Debi, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (8/1/2026).

Dalam kesempatan lain, Debi juga mengungkap pesan Atalia kepada mantan suaminya setelah keduanya dinyatakan resmi berpisah. Atalia meminta publik untuk menyikapi secara bijak mengenai perceraiannya dengan mantan Gubernur Jawa Barat itu. “Dari Bu Atalia sendiri pesan khususnya setelah ada putusan ini, mari kita sikapi secara bijak ya hasil dari putusan ini,” pungkasnya.

KPK Telusuri Harta Ridwan Kamil yang Tak Tercantum di LHKPN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah memfokuskan penyidikan pada penelusuran asal-usul sumber uang terkait kepemilikan sejumlah aset mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Langkah ini diambil menyusul temuan adanya aset-aset milik RK yang diduga tidak dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Penyidik menduga sumber pembiayaan aset-aset tersebut memiliki keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BUMD Jabar yang sedang disidik oleh KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyusun kepingan informasi untuk mencocokkan waktu perolehan aset dengan aliran dana yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi tersebut. “KPK menduga ada sejumlah aset milik Pak RK yang belum dilaporkan dalam LHKPN. Nah, itu kami dalami mengapa belum dimasukkan, kemudian asal-usul aset itu dari mana. Apakah sumber uangnya berkaitan dengan perkara di Bank BUMD Jabar, ini nanti kita akan cek apakah sesuai atau tidak,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan pendalaman penyidik, aset-aset yang tidak tercantum dalam LHKPN tersebut berupa aset tidak bergerak yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Aset tersebut terdeteksi berada di wilayah Jawa Barat, Bali, hingga luar negeri. Informasi yang dihimpun menyebutkan salah satu aset yang menjadi sorotan adalah kepemilikan kafe di Bandung dan Seoul, Korea Selatan. “Tentu ini menjadi catatan bagi kami bagaimana Pak RK bisa mendapatkan aset-aset tersebut dalam kapasitasnya saat itu sebagai Gubernur Jawa Barat,” kata Budi.

Selain aset properti, KPK juga mengendus adanya aktivitas keuangan yang mencurigakan berupa penukaran mata uang asing dalam jumlah fantastis. Transaksi ini diduga dilakukan dalam kurun waktu 2021 hingga 2024. KPK menemukan indikasi penukaran valuta asing ke rupiah yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Temuan ini didapat setelah penyidik mendalami aktivitas RK di luar negeri serta sumber pembiayaannya. “Sejauh ini kami meng-capture, ada dugaan penukaran mata uang asing ke rupiah yang nilainya juga mencapai miliaran rupiah,” ungkap Budi.

Untuk memvalidasi temuan ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk asisten pribadi RK, Randy Kusumaatmadja, serta pihak swasta dari sektor money changer, yakni Direktur Golden Money Changer Djunianto Lemuel dan pegawainya. Terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di Bank BUMD Jabar yang merugikan negara hingga Rp222 miliar ini, Ridwan Kamil sebelumnya telah diperiksa pada awal Desember 2025. Dalam keterangannya, RK membantah mengetahui teknis pengadaan iklan tersebut maupun menerima aliran dana darinya. Ia menegaskan bahwa hal itu merupakan aksi korporasi yang menjadi ranah teknis BUMD. “Makanya kalau ditanya saya mengetahui, saya tidak tahu. Apalagi terlibat, menikmati hasilnya dan sebagainya,” ucap Ridwan Kamil usai pemeriksaan.

Hingga kini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini, termasuk mantan Direktur Utama Bank BUMD Jabar Yuddy Renaldi, namun penyidikan terus berkembang ke arah penelusuran aset dan aliran dana yang diduga mengalir ke penyelenggara negara.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *