"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Gubernur Sulawesi Utara YSK Perkuat Persaudaraan Jarak Jauh

Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara di Tengah Keluarga Besar

Keluarga merupakan fondasi terkuat dalam kehidupan manusia. Bagi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling SE (YSK), nilai-nilai keluarga adalah investasi batin yang tak ternilai harganya. Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi dirinya untuk merenungi hakikat kebahagiaan sejati yang berakar dari ketulusan nurani.

Di tengah padatnya agenda nasional Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, pemimpin yang memiliki garis keturunan Tana Toraja dan Minahasa ini tetap menyempatkan waktu untuk keluarga. Kehadirannya di tengah rumpun keluarga besar asal Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo menjadi bukti bahwa kesibukan birokrasi tak mampu memutus ikatan darah.

Kunjungan ke Rumah Keponakan

Langkah kaki sang Gubernur berhenti di kediaman keponakannya, Jeany Jack Sardes, yang berlokasi di Wisma Transit, Biringkanaya, Kota Makassar. Kedatangan tokoh yang juga memegang amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) periode 2021-2026 ini disambut dengan dekapan hangat dan rasa rindu yang membuncah dari puluhan kerabat yang telah menanti.

Kehadiran suami dari Anik Fitri Wandriani ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan juga sebuah penghormatan terakhir bagi saudara sepupunya, Almarhum Markus Sandapang. Almarhum, yang merupakan orang tua dari Jeany Jack Sardes, telah berpulang pada Selasa sebelumnya dan dikebumikan di Pekuburan Kristen Sudiang tepat pada siang hari sebelum kunjungan berlangsung.

Meski jadwal sebagai pemateri dalam PSBM XXVI membuatnya tak sempat menghadiri prosesi pemakaman secara langsung, mantan Asisten Khusus Menteri Pertahanan RI (2021-2024) ini tetap menunjukkan empati yang mendalam. Sore harinya hingga malam hari, ia hadir untuk memberikan penguatan spiritual dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan, menunjukkan sisi humanis seorang pemimpin di balik seragam resminya.

Pesan Moral untuk Generasi Muda

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, YSK yang dikenal dengan pendekatan kulturalnya menyampaikan pesan yang menyentuh relung hati. Ia menitipkan wasiat moral bagi generasi muda—dari barisan keponakan hingga cicit—agar senantiasa memupuk kebersamaan dan tidak membiarkan deru kesibukan duniawi mengikis kehangatan persaudaraan.

Menurutnya, keluarga adalah dermaga utama bagi setiap jiwa untuk melabuhkan lelah, tempat di mana benih-benih kebajikan mulai disemai. Ia adalah akar tunggang yang memberikan kekuatan sekaligus sumber inspirasi bagi masa depan.

“Kepedulian yang tulus harus menjadi napas dalam keseharian kita, bukan sekadar hiasan kata-kata,” ucapnya dengan nada penuh wibawa namun tetap bersahaja. Pria kelahiran Semarang, 17 September 1963 ini menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momen krusial untuk menyambung kembali simpul-simpul kekeluargaan yang sempat terurai oleh jarak geografis dan rutinitas.

Apresiasi dari Penasehat PMTI Pusat

Senada dengan hal tersebut, Penasehat PMTI Pusat, Philipus Pakaang, memberikan apresiasinya pada Minggu (29/3/2026). Menurutnya, kunjungan Gubernur YSK di tengah kedukaan keluarga membuktikan bahwa orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut memiliki atensi yang sangat besar terhadap sanak familinya di Sulawesi Selatan.

Philipus, yang juga merupakan kerabat dekat Gubernur Sulut ke-13 ini, menambahkan bahwa seluruh keluarga besar di Sulawesi Selatan senantiasa memanjatkan doa terbaik bagi alumnus Akmil 1988B tersebut. Mereka berharap agar YSK sukses menuntaskan amanah dalam memimpin Sulawesi Utara hingga akhir masa jabatan dan kembali dipercaya oleh masyarakat untuk periode selanjutnya.

Acara Temu Kangen yang Hangat

Acara temu kangen yang dibalut kesederhanaan tersebut berlangsung hangat dengan sesi santap bersama, puji-pujian, serta doa bersama. Pertemuan diakhiri dengan sesi foto kolektif dan jabat tangan erat. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur YSK tampak didampingi oleh Sekjen PP PMTI Dating Palembangan, Dewi Sartika Pasande, serta Ketua PMTI Sulsel Kolonel Batara.

Turut menyaksikan kehangatan tersebut adalah Gubernur Papua Selatan Prof. Apolo Safanpo, mantan anggota DPD RI Lily Amelia Salurapa, serta Sekprov Sulut Denny Mangala. Kehadiran para kolega dan pejabat dari Sulawesi Utara ini semakin menambah khidmat rangkaian kegiatan yang mewarnai kunjungan kerja sekaligus kunjungan kekeluargaan di Kota Makassar tersebut.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *