Kunjungan Menteri PPPA ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (3/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi solusi nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses pendidikan yang layak. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan dan kesejahteraan anak, terutama dari keluarga kurang mampu.
Sekolah Rakyat sebagai Solusi Masalah Dasar Anak
Arifah Fauzi menilai bahwa sekolah rakyat merupakan inisiatif penting untuk menciptakan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menyebut program ini sebagai inisiatif luar biasa yang mampu memberikan kesempatan sama bagi semua anak.
“Program ini adalah inisiatif luar biasa yang mampu menghadirkan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya dalam siaran pers.
Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memenuhi hak dasar anak. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapatkan hak yang sama.
“Presiden tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, tidak ingin ada anak Indonesia yang sakit, dan tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan,” kata dia.
Antusiasme Siswa Meningkat, Tumbuhkan Harapan Baru

Saat berinteraksi dengan para siswa, Arifah melihat langsung antusiasme anak-anak yang mengikuti program tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran sekolah rakyat mampu membangkitkan semangat dan harapan baru.
“Anak-anak terlihat sangat bahagia. Program ini membuat mereka yang sebelumnya merasa tidak mungkin melanjutkan sekolah, kini bisa bermimpi setinggi-tingginya,” ujar Arifah.
Ia juga menyoroti dampak program ini terhadap keluarga siswa. “Program ini juga membantu meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dengan adanya dukungan tersebut, orangtua dapat lebih tenang,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Arifah turut memberikan motivasi kepada siswa, guru, dan wali asuh agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan maksimal.
Didukung Fasilitas dan Tenaga Pengajar, Tampung 100 Siswa

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah rakyat. Dia menjelaskan bahwa para siswa tidak berjalan sendiri, melainkan mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak agar bisa berkembang secara optimal.
Dengan dukungan tersebut, dia berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, dan berdaya saing untuk masa depan.
Program Sekolah Rakyat di Jombang telah berjalan sejak 14 Juli 2025 dan sementara menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. Sebanyak 100 siswa tingkat SMP dan SMA menjadi angkatan perdana yang tinggal di asrama. Rinciannya terdiri dari 50 siswa SMA (37 perempuan dan 17 laki-laki) serta 50 siswa SMP (28 perempuan dan 22 laki-laki).
Sekolah ini didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru Pendidikan Agama Islam, 10 wali asuh, empat wali asrama, serta tenaga pendukung lainnya seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











