"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Argentina Mengklasifikasikan IRGC Iran sebagai Kelompok Teroris

Argentina Menetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai Kelompok Teroris

Pemerintah Argentina telah mengumumkan bahwa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) akan dinyatakan sebagai kelompok teroris. Keputusan ini diumumkan pada hari Selasa, 31 Maret 2026, oleh Presiden Argentina, Javier Milei. Ia menegaskan bahwa label tersebut diberikan karena IRGC sering melakukan tindakan yang menyebabkan kematian banyak orang dan melanggar aturan hukum internasional.

Serangan Berdarah yang Dilakukan oleh IRGC di Argentina

Salah satu peristiwa paling mengerikan yang dilakukan oleh IRGC terjadi pada tahun 1992. Pada masa itu, IRGC mengebom Kantor Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires. Serangan tersebut menewaskan 29 orang dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.

Tidak hanya itu, pada tahun 1994, IRGC juga melakukan serangan terhadap pusat komunitas Yahudi di Argentina, AIMIA. Serangan tersebut menewaskan 85 orang dan melukai sekitar 300 orang lainnya. Menurut Milei, serangan ini adalah salah satu tindakan paling brutal yang pernah dilakukan oleh IRGC di wilayah tersebut.

“Dua serangan teroris paling serius dalam sejarah, yang dilakukan pada tahun 1990-an oleh sayap operasional IRGC di wilayah tersebut, yaitu organisasi Hizbullah,” ujar Milei dalam penjelasannya.

Respons Positif dari Israel

Langkah Argentina untuk menetapkan IRGC sebagai kelompok teroris mendapatkan apresiasi dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar. Ia menyampaikan bahwa keputusan ini menunjukkan komitmen Argentina untuk melawan teroris yang sering kali memberikan ancaman bagi masyarakat global.

“Dengan keputusan ini, Presiden (Javier) Milei, salah satu pemimpin terbesar generasi kita, sekali lagi telah menunjukkan kejelasan moral dan komitmen yang teguh terhadap nilai-nilai kebebasan dan perjuangan melawan musuh-musuhnya,” tulis Sa’ar dalam unggahan di akun X-nya pada Rabu, 1 April 2026.

Desakan dari Amerika Serikat dan Italia

Sebelum keputusan Argentina diambil, Amerika Serikat sudah lama menyerukan negara-negara di seluruh dunia, termasuk Argentina, untuk menetapkan IRGC dan milisi Hizbullah di Lebanon sebagai kelompok teroris. Kementerian Luar Negeri AS menyebarkan surat perintah kepada kedutaan dan konsulat AS di berbagai belahan dunia agar negara-negara sahabat mau mengakui IRGC dan Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Selain AS, Pemerintah Italia juga telah meminta Uni Eropa untuk mengakui IRGC sebagai organisasi teroris. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyampaikan desakan ini dalam pertemuan menteri luar negeri Eropa di Brussels, Belgia.

“Dalam pertemuan menteri luar negeri Eropa di Brussels, Belgia, aku mengusulkan, berkoordinasi dengan mitra lainnya, untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Iran ke dalam daftar organisasi teroris. Aku juga mengusulkan sanksi individual terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tindakan keji ini,” tulis Tajani di laman X-nya.

Perubahan di Pemimpinan Iran

Di sisi lain, Iran baru-baru ini menunjuk mantan komandan IRGC sebagai kepala keamanan negara, menggantikan Larijani. Keputusan ini menandai perubahan penting dalam struktur keamanan Iran.

Lebanon juga telah menuduh IRGC memimpin operasi Hizbullah di wilayahnya. Hal ini semakin memperkuat tuduhan bahwa IRGC memiliki peran besar dalam berbagai aksi teror di berbagai negara.

Selain itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga pernah menekan sekutu-sekutunya untuk menetapkan IRGC dan Hizbullah sebagai kelompok teroris. Ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi perhatian Argentina, tetapi juga banyak negara lain di dunia.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *