Prakiraan Cuaca di Tana Toraja dan Toraja Utara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Toraja merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh, cuaca hari ini didominasi oleh berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang, terutama pada siang hingga sore hari.
Prakirawan BMKG Toraja, R. Rayhand Cakraningrat, menjelaskan bahwa pagi hari cuaca Toraja Utara umumnya cerah berawan, kemudian berawan dengan peluang hujan pada siang hingga sore. Saat berita ini ditulis Jumat sore, hujan ringan mengguyur Rantepao, Toraja Utara. Sementara malam hingga dini hari diprakirakan kembali berawan.
Untuk wilayah Tana Toraja, hujan yang terjadi cenderung ringan. Suhu udara di kedua wilayah berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 76 hingga 100 persen. Arah angin bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 4 hingga 16 kilometer per jam.
Meski belum ada peringatan dini, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Peringatan dari BPBD Toraja Utara
Sementara itu, Kepala BPBD Toraja Utara, Paulus Batti, juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan titik rawan atau kejadian darurat di wilayah masing-masing. Petugas BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
Hujan Badai Mengakibatkan Kerusakan
Diberitakan kemarin, angin kencang disertai hujan deras yang melanda Kota Rantepao, Kamis (9/4/2026) siang, mengakibatkan puluhan lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, rusak. Sedikitnya 70 tenda UMKM dilaporkan porak-poranda akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras.
Lapak tersebut merupakan bagian dari kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung sejak 5 hingga 11 April 2026. Official kegiatan Car Free Day, Muriadi Suwedi, mengatakan peristiwa terjadi dalam waktu singkat saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. “Anginnya memang tidak lama, tetapi cukup kuat hingga mengangkat tenda-tenda. Sekitar 70 lapak terdampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pelaku UMKM yang tengah bersiap maupun sedang berjualan tidak sempat menyelamatkan lapak mereka. Sejumlah tenda terangkat, roboh, bahkan mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, panitia memastikan kegiatan Car Free Day tetap dilanjutkan sesuai jadwal.
Penggantian Tenda Rusak
Saat ini, panitia tengah mengupayakan penggantian tenda yang rusak serta memastikan fasilitas pendukung seperti kelistrikan tetap tersedia. “Untuk tenda yang rusak akan kami upayakan pengganti, sementara kebutuhan listrik tetap kami siapkan,” jelasnya. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun pedagang mengalami kerugian jutaan rupiah.
Alat Jualan Rusak
Diberitakan sebelumnya, angin kencang disertai hujan deras menerjang lapak-lapak UMKM di Alun-alun Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Kamis (9/4/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah tenda jualan rusak dan aktivitas perdagangan terhenti.
Sejumlah pedagang dilaporkan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat kerusakan peralatan dan bahan dagangan. Pemilik Kedai Dua Putri, Fitri, mengaku dagangannya banyak rusak akibat kejadian tersebut. “Kue-kue sudah berhamburan, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya. Ia memperkirakan kerugian mencapai jutaan rupiah, meliputi mesin pres, blender, tenda, hingga bahan jualan yang sebagian besar baru dibeli.
Sementara itu, pemilik Kedai Seblak Prasmanan, yang juga bernama Fitri, mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Ia baru datang melihat lapaknya setelah mendapat informasi dari warga. “Kerugian sekitar jutaan rupiah. Semua barang rusak, mulai dari alat pembakaran, mesin pres, dua tenda, hingga blender,” katanya.
Ia menuturkan, biasanya mulai berjualan pada pukul 16.00 WITA hingga tengah malam. Namun sebelum sempat membuka lapak, angin kencang datang secara tiba-tiba dan merusak tempat usahanya. Para pedagang menyebut peristiwa terjadi sangat cepat tanpa tanda-tanda sebelumnya. “Namanya musibah, tidak bisa diprediksi. Tiba-tiba angin datang dan langsung merusak lapak,” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat peristiwa terjadi, lokasi relatif sepi karena sebagian pedagang belum mulai berjualan. Aktifitas jualan di kawasan ini baru dimulai sore hari.











