Kematian Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Mengguncang Politik Daerah
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026). Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.25–11.30 WIT di area pintu keluar bandara, tepatnya di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil. Nus Kei tiba di Bandara tersebut dari Jakarta dan langsung menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal menggunakan sebilah pisau.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka yang diterimanya. Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan dua pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) berhasil ditangkap dalam waktu dua jam setelah kejadian. Motif penikaman masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
Pengaruh terhadap Musda Partai Golkar Maluku Tenggara
Nus Kei meninggal H-4 sebelum Musda Golkar Maluku Tenggara yang rencananya akan digelar pada Kamis (23/4/2026). Hingga saat ini belum diketahui apakah acara tersebut tetap berjalan sesuai jadwal atau terancam ditunda. Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yernias, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kelanjutan Musda.
“Untuk kelanjutan Musda saya belum bisa memberikan keterangan,” kata Anos saat dihubungi melalui sambungan telepon. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Pernyataan Sikap Partai Golkar Maluku
DPD I Partai Golkar Maluku menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa penikaman Nus Kei melalui pers rilis yang ditandatangani oleh Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar A. Lessy, dan Sekretaris, Anos Yermias. Beberapa poin utama dalam pernyataan tersebut antara lain:
- Mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.
- Menyatakan bahwa tindakan penikaman adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif.
- Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.
- Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
- Menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
- Menegaskan komitmen Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di seluruh wilayah Provinsi Maluku.
Penanganan Kasus oleh Polres Maluku Tenggara
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Dalam waktu singkat, dua pelaku berhasil ditangkap dan sedang dilakukan pemeriksaan intensif. Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri.
“Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.











