Tom Lembong akhirnya digantikan oleh Enggartiasto Lukita pada 27 Juli 2016. Namun, kariernya tidak berhenti sampai di situ. Pada 14 November 2016, ia dilantik sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Franky Sibarani.
Berkat kinerjanya di BKPM, Tom Lembong menjadi salah satu menteri yang masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Maruf Amin. Ia menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM periode 23 Oktober 2019–sekarang.
Tom Lembong resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi importasi gula pada 2015-2016. Dia diduga menerima suap dari Direktur Utama PT Madu Baru (MB) dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) Muhamad Riza Perdana dan Johannes Budisutrisno Kotjo. Kini, dia masih menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Jakarta.
3. Enggartiasto Lukita
Enggartiasto Lukita menjabat Menteri Perdagangan RI periode 27 Juli 2016–23 Oktober 2019. Pria kelahiran Jakarta, 27 Februari 1964 itu menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Jayabaya, Jakarta.
pojokmedan.com – Jakarta, Terdapat enam tokoh yang telah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Salah satunya adalah Thomas Trikasih Lembong atau yang akrab dipanggil Tom Lembong yang baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi importasi gula pada tahun 2015-2016.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia adalah pejabat negara yang bertanggung jawab atas kebijakan perdagangan domestik dan internasional. Peran utamanya adalah mengatur ekspor-impor, melindungi produk dalam negeri, menjaga stabilitas harga, dan memastikan pasokan barang penting di pasar. Selain itu, Menteri Perdagangan juga bertugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan perdagangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sejak Presiden Joko Widodo memimpin, terdapat lima tokoh yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Ada yang berasal dari kalangan profesional dan ada juga yang berasal dari partai politik. Siapa saja mereka?
Diantara mereka, Rachmat Gobel merupakan Menteri Perdagangan pertama di awal pemerintahan Presiden Jokowi pada periode 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015. Sebelum menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel adalah seorang pengusaha dan pemilik perusahaan pemasaran elektronik ternama asal Jepang di Indonesia. Pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia pernah menjabat sebagai anggota Komite Inovasi Nasional (KIN), yang bertugas membantu Presiden dalam memperkuat sistem inovasi nasional dan mengembangkan budaya inovasi nasional.
Rachmat Gobel hanya menjabat sebagai Menteri Perdagangan selama kurang dari setahun dan digantikan oleh Thomas Trikasih Lembong dalam reshuffle kabinet pertama yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Saat ini, Rachmat Gobel menjabat sebagai Anggota DPR periode 2024-2029 dari Partai Nasdem, setelah sebelumnya ia juga pernah menduduki kursi Wakil Ketua DPR pada periode sebelumnya.
Thomas Trikasih Lembong juga merupakan salah satu Menteri Perdagangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada periode 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016. Sebelumnya, Tom Lembong menyelesaikan pendidikan tinggi di Harvard University dan memulai karirnya di bidang ekuitas di beberapa perusahaan ternama. Setelah masa jabatannya sebagai Menteri Perdagangan berakhir, Tom Lembong dilantik sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan saat ini menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Namun, kariernya tidak berhenti di situ. Tom Lembong saat ini tengah menjalani proses hukum sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi importasi gula pada tahun 2015-2016. Ia diduga menerima suap dari Direktur Utama PT Madu Baru (MB) dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) Muhamad Riza Perdana dan Johannes Budisutrisno Kotjo.
Enggartiasto Lukita adalah Menteri Perdagangan RI selanjutnya yang menjabat pada periode 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Jayabaya, Jakarta.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”





