pojokmedan.com – JAKARTA – Wacana untuk mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Wacana ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya biaya politik di Indonesia yang dianggap tidak efisien jika dibandingkan dengan sistem di negara-negara tetangga.
Rangkaian diskusi Rakyat Bersuara yang akan diselenggarakan besok malam akan membahas tema yang sedang hangat, yaitu “Pemilu Lewat Dewan, Rakyat Untung Atau Buntung?”. Diskusi ini akan dihadiri oleh Aiman Witjaksono, Effendi Gazali, Ray Rangkuti, Muhammad Rullyandi, dan narasumber kredibel lainnya yang akan memberikan pandangan mereka secara langsung tentang isu ini.
Presiden menilai bahwa sistem pilkada langsung, meski ideal dalam prinsipnya, memakan biaya yang sangat besar, baik bagi kandidat maupun negara. Dengan mengadopsi sistem pilkada melalui DPRD, diharapkan pengeluaran politik dapat ditekan sehingga efisiensi dan akuntabilitas meningkat.
Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa perubahan ini justru akan membuka peluang yang lebih besar untuk praktik politik transaksional di tingkat DPRD. Meskipun demikian, apakah solusi ini benar-benar akan memberikan keuntungan bagi rakyat, atau justru mengurangi keterlibatan masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka?
Jangan lewatkan diskusi menarik dalam acara Rakyat Bersuara besok malam, yang akan dihadiri oleh narasumber seperti Luluk Nur Hamidah-Politisi PKB, Hendarsam Marantoko-Ketum Lingkar Nusantara, Muhammad Rullyandi-Pakar Hukum Tata Negara, Aria Bima-Politisi PDI Perjuangan, Feri Amsari-Pakar Hukum Tata Negara, Ray Rangkuti-Pengamat Politik, dan Effendi Gazali-Pakar Komunikasi Politik. Acara ini akan disiarkan pukul 19.00 WIB di iNews.





