Pojokmedan.com – JAKARTA – Lembaga Indikator Politik Indonesia mengungkap pendukung Capres-Cawapres di dalam Pilpres 2024 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kemudian Ganjar Pranowo-Mahfud MD puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto .
Hal ini berdasarkan hasil survei tentang evaluasi umum terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan juga Kabinet Merah Putih periode 16 hingga 21 Januari 2025. Responden yang dimaksud diambil sampel untuk survei sebanyak 1.220 orang yang mana tersebar pada 38 Provinsi di dalam Indonesia. Survei ini mempunyai toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Founder juga Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo tak belaka mencerminkan aspek teknokratis, tetapi juga dipengaruhi oleh afiliasi politik.
Burhanuddin memaparkan hasil survei menunjukkan, pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tak secara formal mengupayakan Prabowo pada pemilihan 2024, mencatat tingkat kepuasan tertinggi sebesar 82,5%. Selain itu, pemilih Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, kemudian PAN juga memiliki tingkat kepuasan yang tinggi, pada berhadapan dengan 80%.
“Kita punya pertanyaan pilihan partai atau anggota legislatif berdasarkan 2024 dan juga Pilpres. Pemilih PKB yang tersebut puas 82,5%, ini menarik kita tahu PKB secara formal tak menyokong Prabowo 2024. Gerindra juga tinggi, ada beberapa partai yang dimaksud tingkat kepuasannya dalam menghadapi 80% yaitu PKB, meskipun mereka itu memilih PKB tingkat kepuasan 82,5% kemudian Gerinda,” ujar Burhanuddin di Pengenalan Temuan Survei Nasional: “Evaluasi Publik menghadapi Prestasi Presiden kemudian Kabinet Merah Putih” secara virtual, Hari Senin (27/1/2025).
Sementara itu, pemilih PDIP yang dimaksud puas dengan kinerja Prabowo mencapai 75%. Sedangkan partai oposisi seperti PKS juga mencatatkan data mayoritas kepuasan, dengan 70% respondennya mengupayakan kinerja Prabowo.
“Kemudian Golkar, wajar ya sebab kita tahu memperkuat Pak Prabowo waktu Pilpres, kemudian Demokrat juga PAN. PDIP yang dimaksud puas yaitu 75%. Basis konsisten yang mana relatif tinggi tingkat ketidakpuasannya itu PKS 27%. Tapi hampir 70% PKS ini puas dengan Pak Prabowo. Artinya kepuasan terhadap Pak Prabowo itu bersifat multi partisan. Apapun partainya happy identik pak Prabowo minimal sampai bulan Januari 2025,” katanya.
Burhanuddin pun membeberkan jikalau dilihat dari preferensi pemilih terhadap tiga pasangan capres-cawapres 2024, mayoritas pemilih Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 61,8% lalu Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebesar 68,1% merasa puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Sementara itu, pemilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencatatkan tingkat kepuasan tertinggi. Meski demikian, 14,1% pemilih pasangan ini menyatakan ketidakpuasan.
“Bagaimana dengan pilihan Pilpres dari 3 pasangan calon, kan kita tahu pemilih Anies-Muhaimin itu ada 24,9% itu juga mayoritas puas 61,8%. Pemilih Prabowo-Gibran itu tiada seluruhnya puas. Ada juga pemilih Pak Prabowo yang tersebut tak puas yaitu 14,1%. Tapi melebihi dengan konstituen buat Capres yang digunakan lain pemilik Pak Prabowo paling puas terhadap kinerja Pak Prabowo di 100 hari pemerintahannya,” ujar Burhanuddin.
Burhanuddin menambahkan bahwa dari tiga kelompok pendukung, pemilih Anies Baswedan mencatatkan tingkat ketidakpuasan tertinggi meskipun mayoritas 61,8% masih merasa puas terhadap kinerja Prabowo. “Di antara tiga konstituen pemilih capres-cawapres 2024 yang digunakan paling tak puas, paling berbagai tidaklah puasnya itu pemilih Anies. Meskipun mayoritas 61,8% puas,” pungkasnya.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











