"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Mata Berkaca-kaca, Abdul Muis dan Rasnal Guru SMAN 1 Luwu Utara Lega Dapat Rehabilitasi dari Prabowo

Presiden Prabowo Subianto Berikan Rehabilitasi untuk Dua Guru SMAN 1 Luwu Utara

Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal dengan nama Prabowo Subianto, memberikan rehabilitasi kepada dua guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dari SMA Negeri 1 Luwu Utara, yaitu Kepala Sekolah sekaligus mantan guru, Rasnal, dan guru Abdul Muis. Rehabilitasi ini dilakukan pada Kamis (13/11/2025), dini hari, setelah keduanya menjalani perjuangan hukum yang panjang.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam proses rehabilitasi ini menandai akhir dari perjalanan panjang yang dijalani oleh kedua guru tersebut. Mereka sempat kehilangan status ASN dan divonis bersalah karena niat baik mereka membantu guru honorer. Perjuangan hukum ini membuat mereka merasa tidak adil, bahkan sampai harus menghadapi hukuman yang dianggap tidak proporsional.

Perjalanan Panjang yang Menguras Emosi

Rasnal, yang mata berkaca-kaca saat menceritakan pengalamannya, mengungkapkan bahwa perjuangan hukum yang ia lalui sangat melelahkan. Ia dan Abdul Muis berjuang dari tingkat bawah hingga provinsi, tetapi tidak mendapatkan keadilan. Namun, keputusan Presiden Prabowo menjadi anugerah terbesar bagi mereka.

“Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, Alhamdulillah Bapak telah memberikan kami rehabilitasi. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa kami sampaikan, terima kasih Bapak Presiden,” ujarnya sambil menahan tangis.

Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas jalan yang diberikan untuk memperoleh keadilan. Menurutnya, rehabilitasi ini bukan hanya pemulihan nama baik, tetapi juga penguatan martabat sebagai ASN yang telah mengabdi puluhan tahun.

Keluhan Terkait Diskriminasi

Abdul Muis, yang juga merupakan bendahara komite sekolah, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo. Baginya, keputusan ini bukan hanya tentang pemulihan nama baik, tetapi juga penegasan bahwa keadilan akhirnya datang.

Muis mengungkapkan bahwa selama lima tahun terakhir, dirinya dan Rasnal merasakan diskriminasi dari aparat penegak hukum maupun birokrasi atasan. Ia mengharapkan agar hal ini tidak terulang lagi pada guru-guru lain di Indonesia.

“Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas,” tuturnya.

Keputusan Presiden yang Menjadi Pembelajaran

Keputusan Presiden Prabowo untuk memberikan rehabilitasi kepada dua guru tersebut dipengaruhi oleh aspirasi masyarakat yang beredar di media sosial. Pemerintah pusat juga menerima permohonan secara berjenjang dari masyarakat, termasuk lembaga legislatif di tingkat provinsi.

Menurut Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, kasus ini dibahas selama satu minggu terakhir sebelum akhirnya keduanya mendapat rehabilitasi dari Kepala Negara. Ia menegaskan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus dilindungi dan dihormati.

“Semoga keputusan ini dapat memberikan rasa keadilan untuk guru yang kita hormati, dan juga kepada masyarakat tidak hanya di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bahkan di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Peran PGRI dalam Persoalan Ini

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Luwu Utara juga turut prihatin terhadap kasus ini. Ketua PGRI Luwu Utara, Ismaruddin, sebelumnya telah memimpin aksi solidaritas di DPRD Luwu Utara. Menurutnya, kasus ini adalah “alarm” bagi seluruh tenaga pendidik.

Ia mendesak pemerintah untuk segera merumuskan regulasi yang menjamin perlindungan hukum komprehensif bagi guru. Selain itu, PGRI juga telah melayangkan surat permohonan grasi kepada Presiden, berharap agar pertimbangan kemanusiaan menjadi prioritas bagi kedua guru yang telah mengabdi puluhan tahun tersebut.

Penutup

Rehabilitasi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi simbol keadilan dan penghargaan terhadap para guru yang telah berjuang di lapangan. Kedua guru ini kini kembali memiliki hak, martabat, dan nama baik sebagai Aparatur Sipil Negara. Harapan besar diucapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi, sehingga semua guru dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *