"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Korban Longsor Ponorogo Tersenyum Saat Didatangi Plt Bupati: Hanya Baju di Tubuh



PONOROGO – Suasana haru menghiasi kunjungan Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, ke lokasi longsor di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, pada Kamis (20/11/2025) malam. Ia datang untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak bencana dan memberikan dukungan kepada para korban.

Saat tiba di rumah Marjuki, yang kini hanya tersisa gundukan tanah dan material longsor, Lisdyarita segera mendekati pemilik rumah. Marjuki tampak berkaca-kaca dan berusaha menahan air mata saat menceritakan bahwa rumahnya telah hilang dalam sekejap. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan.

“Yang tersisa hanya baju yang melekat di tubuh saya dan keluarga,” ujarnya lirih di hadapan Lisdyarita.

Lisdyarita mendengarkan dengan penuh empati sebelum memastikan bahwa pemerintah akan membantu pemulihan para korban. Ia menegaskan bahwa rumah bagi keluarga Marjuki akan dibangunkan kembali, namun di lokasi relokasi yang lebih aman.

Ia menambahkan bahwa kesedihan korban adalah hal wajar mengingat semua harta benda mereka lenyap dalam hitungan detik. “Kami bangun rumah, tapi tidak di sini karena rawan,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Lisdyarita juga membawa bantuan darurat berupa terpal, pakaian, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan dasar lainnya. Ia memastikan warga tidak menghadapi situasi ini sendirian. “Kita bareng-bareng membangun lagi. Yang penting korban tidak perlu khawatir, karena sudah kami siapkan relokasi,” tambahnya.

Longsor yang terjadi pada Rabu sore (19/11/2025) itu bermula ketika hujan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur kawasan itu sejak pukul 12.30 WIB hingga 16.00 WIB. Tebing di belakang rumah Marjuki tiba-tiba ambrol dan menimbun rumah tersebut secara total.

Satu rumah lain milik Jemirin juga ikut rusak berat, sementara tujuh kendaraan turut terkubur material longsor. Seorang warga yang kebetulan melintas dengan sepeda motor mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke IGD RSUD dr Harjono Ponorogo.

Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa longsor tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menutup akses jalan antar dukuh di Wagir Kidul. Kondisi itu membuat sejumlah warga tidak bisa melintas dan harus menunggu alat berat dikerahkan. Penanganan telah berlangsung sejak Rabu malam.

Dampak longsor juga dirasakan dalam aktivitas warga sehari-hari. Kepala Desa Wagir Kidul, Suharyanto, menyebutkan bahwa jalur poros desa tertutup material longsor setinggi 10 meter dengan lebar 20 meter dan ketebalan 5 meter. Upaya pembukaan akses pun terus dilakukan agar mobilitas warga segera kembali normal.

“Warga dari delapan RT harus memutar hingga 5 kilometer untuk menuju pusat Kecamatan Pulung atau kota Ponorogo,” jelasnya.

Di tengah kesedihannya, Marjuki mengaku pasrah. Ia tidak berada di rumah ketika bencana terjadi karena sedang bekerja. “Saya dikabari tetangga kalau rumah saya tertimbun,” tuturnya.

Tiga sepeda motor miliknya ikut hilang bersama seluruh harta benda yang tertanam dalam material longsor. “Pakaian saja tidak ada. Saya tidak punya celana. Kaus cuma satu sama jaket,” ungkapnya.

Meski kehilangan banyak hartanya, ia tetap bersyukur karena seluruh keluarganya selamat dalam bencana tersebut. “Penting sehat dan selamat. Duit bisa dicari. Sepeda motor kalau ketemu ya syukur, kalau tidak ya tidak apa-apa,” pungkasnya.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *