"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Kisah Rifa, Wisudawan Terbaik Unesa yang Bahas Gaji Dosen PTS

Lulus Terbaik dari Fakultas Hukum Unesa, Nur Rifa Okstriana Buktikan Konsistensi dan Ketekunan

Nur Rifa Okstriana baru saja lulus sebagai wisudawan terbaik Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ia dikenal sebagai mahasiswa yang tekun, peka terhadap isu sosial, serta sangat serius dalam menyelesaikan studinya. Selama masa perkuliahan, ia mendapatkan inspirasi dari tokoh hukum ternama, yaitu Jaksa Agung ke-17 RI, yang membawanya menjadi salah satu pembicara utama dalam acara wisuda.

IPK yang dicapai oleh Nur Rifa adalah 3,74 dengan predikat sangat memuaskan. Hal ini membuatnya menjadi wisudawan terbaik pada gelaran wisuda ke-117 yang diadakan pada 11 November 2025 lalu. Kesuksesannya ini tidak hanya berasal dari kemampuan akademiknya, tetapi juga dari ketekunan dan komitmen untuk menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh.

Topik Skripsi yang Menarik Perhatian

Salah satu hal yang membuat Nur Rifa menonjol adalah topik skripsinya yang berjudul “Tinjauan Hukum Pemberian Upah di Bawah Upah Minimum kepada Dosen Tetap Perguruan Tinggi Swasta.” Topik ini muncul dari kepeduliannya terhadap fenomena ketimpangan antara beban kerja dan penghasilan dosen tetap di perguruan tinggi swasta (PTS).

Banyak dosen yang masih menerima upah di bawah standar Upah Minimum Provinsi, padahal mereka adalah tenaga profesional yang seharusnya mendapatkan penghasilan layak. Melalui skripsi ini, Nur Rifa ingin memberikan kontribusi dalam mengangkat isu penting ini.

Selain itu, ia juga aktif dalam Tim Redaksi Indonesian Journal of Labor Law and Industrial Relations Fakultas Hukum Unesa. Sebagai editor, ia mengelola naskah, memfasilitasi proses peer-review, dan memastikan setiap artikel memenuhi standar publikasi ilmiah.

Inspirasi dari Baharuddin Lopa

Keseriusan Nur Rifa dalam bidang hukum tumbuh dari lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kerja keras dan kejujuran. Anak dari pasangan Abdul Kamid (wiraswasta) dan Sri Yuliani (guru) ini mengatakan bahwa dua kakaknya memiliki peran besar dalam kesuksesan perjalanan pendidikannya.

“Pada masa itu, keluarga kami sedang berada di titik terendah, tetapi kedua kakak saya berjuang keras agar saya bisa sampai di titik ini,” ujarnya.

Salah satu tokoh yang menginspirasi Nur Rifa dalam menekuni bidang hukum adalah Baharuddin Lopa, jaksa agung legendaris yang dikenal karena integritas dan kejujuran. Dari beliau, ia belajar bahwa hukum bukan hanya tentang pasal, tetapi juga tentang moralitas dan keberanian menjunjung kebenaran.

Pengalaman Praktik Hukum yang Berharga

Selain menulis skripsi, Nur Rifa juga menulis artikel berjudul “Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia).” Isinya membahas perlindungan hukum bagi pekerja perempuan di malam hari. Semua pengalaman ini mengajarkan pentingnya ketelitian, disiplin, dan kerja sama antarpenulis serta reviewer agar hasilnya bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga terjun langsung dalam praktik hukum dengan menjalani magang di PT Dharma Lautan Utama (DLU) untuk mempelajari penerapan hukum ketenagakerjaan dalam dunia kerja. Di sana, ia terlibat langsung dalam pengelolaan data karyawan dan pembuatan dokumen perjanjian kerja.

Selain itu, ia juga magang di Pengadilan Negeri Bojonegoro untuk memahami proses administrasi perkara perdata dan pidana, pencatatan persidangan, hingga penyusunan berkas keputusan.

Pengalaman Berharga Selama Kuliah

Salah satu pengalaman paling berkesan selama kuliah adalah saat mengikuti Praktik Latihan Kemahiran Hukum (PLKH). Selama satu semester, Nur Rifa bersama rekan-rekannya menjalani simulasi sidang lengkap dengan peran sebagai hakim, jaksa, penasihat hukum, dan panitera. Pengalaman ini sangat berharga karena benar-benar menggambarkan dunia kerja seorang praktisi hukum.

Selama masa perkuliahan, ia juga aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum. Ia pernah menjadi Staf Ahli Divisi Publikasi dan kemudian dipercaya sebagai Ketua Divisi Pemberdayaan Perempuan. Dalam peran itu, ia turut memimpin program Rangkul Puan, sebuah komunitas ramah gender yang menjadi ruang aman dan edukatif bagi mahasiswa untuk membangun kesadaran tentang kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual di kampus.

Rencana Masa Depan

Setelah lulus dan diwisuda, Nur Rifa berencana melanjutkan karier di instansi pemerintah atau lembaga peradilan, seperti Mahkamah Agung atau BUMN. Ia juga memiliki niat untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) di bidang hukum agar bisa memperdalam analisis dan berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *