"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

14 Guru Konawe Dianugerahi Penghargaan, Ketua PGRI: Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Awasi Tunjangan Guru

Penghargaan untuk Guru dan Tenaga Pendidik Inspiratif di Kabupaten Konawe

Pada perayaan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 dan Hari Guru Nasional, enam guru, enam kepala sekolah, serta dua pengawas di Kabupaten Konawe menerima penghargaan sebagai tenaga pendidik yang inspiratif, inovatif, dan dedikatif. Acara penyerahan penghargaan berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Konawe, Kelurahan Puunaaha Kecamatan Unaaha. Lokasi ini berjarak sekitar 65,3 kilometer dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sejumlah guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Konawe hadir dalam acara tersebut dengan memakai seragam PGRI. Mereka berbaris penuh khidmat dan suka cita mengikuti upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Yusran Akbar.

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed yang dibacakan oleh Bupati Yusran Akbar, disampaikan pesan penting dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Bupati menyampaikan bahwa tidak ada Indonesia kuat tanpa guru hebat. Guru hebat adalah mereka yang mengajar dengan hati, adaptif, mampu merangkul teknologi, serta terus berinovasi dan menjadikan kelas sebagai ruang yang penuh inspirasi dan minim diskriminasi.

Di tengah keluhan mengenai rumitnya tata kelola guru, ketimpangan distribusi, ketidakjelasan status, hingga isu keterlambatan tunjangan profesi, Pemerintah Pusat melalui Kemendikdasmen bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan kementerian/lembaga terkait sedang memfinalisasi langkah strategis dan monumental yakni sentralisasi tata kelola guru dan tenaga pendidikan. Langkah ini mencakup kesejahteraan merata, tidak ada lagi disparitas atau keterlambatan dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasil (Tamsil). Selain itu, pemetaan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal, dengan memastikan setiap sekolah termasuk yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) mendapatkan guru yang kompeten sesuai standar nasional. Termasuk menyelesaikan masalah status formasi guru honorer yang selama ini tergantung pada anggaran dan kebijakan pemerintah daerah.

Di Kabupaten Konawe, pada 2025, para Guru ASN dan PPPK sertifikasi mendapat 100 persen Gaji 13, dan terus akan diperjuangkan untuk tahun selanjutnya.

Dalam wawancara awak media dengan Ketua PGRI Kabupaten Konawe, Hania, berharap mutu pendidikan dapat meningkat sejalan dengan program yang telah dicanangkan. Ia berharap agar mutu pembelajaran meningkat menuju Konawe yang bersahaja. Pada 2026, melalui program Gebyar Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), para guru, kepala sekolah, pengawas, operator, tenaga administrasi hingga laboratorium akan dipacu untuk berkreasi dan berinovasi meningkatkan mutu pendidikan anak-anak agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Didampingi pengurus PGRI Kabupaten Konawe, Hania juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal semua tunjangan yang diperuntukkan untuk para guru, khususnya yang berada di daerah terpencil. Jumlah gabungan tenaga pengajar PNS, PPPK, dan Honorer di Kabupaten Konawe berjumlah 4.189, terdiri dari PNS 1.598, PPPK 1.740, dan Honorer 851.

Daftar Pemenang Gebyar GTK Kabupaten Konawe 2025

Kategori Guru Inspiratif:
1. Asra Aulia Banasuru, SMP Negeri 1 Uepai

2. Fikram, SMP Negeri 1 Sampara

3. Pirawati, SD Negeri 1 Wawotobi

4. Yermiati, SMP Negeri 1 Pondidaha

5. Jumiati, SMP Negeri 2 Abuki

6. Ari Agus Fachrial, SD Negeri Ambekairi Utama

Kategori Kepala Sekolah Inovatif:
1. Hasruddin, SMP Negeri 2 Unaaha

2. Rasdiana, SDN 1 Waworoda

3. Inyani, SDN 1 Wawotobi

4. Astin, SD Negeri Wawonggole

5. Sria Aeni, SDN 1 Tirta Martani Jaya

6. Fitriani, SD Negeri Laikasorume

Kategori Pengawas Sekolah Dedikatif:
1. Nurlita Benhur, Dinas Dikbud Konawe

2. Achlan, Dinas Dikbud Konawe

Sementara itu, dua pelajar SMP Negeri 2 Unaaha yaitu Bryan Aditya Kristian Pamungkas dan Saverio Inzaghi Al Fadri, menerima penghargaan atas prestasi mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Finalis Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pendidikan Dasar Tingkat Nasional, yang diadakan di Jakarta pada September 2025.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *