"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Era Digital: Dokter Ekonomi Sistemik

Pembelajaran dari BCA dan Whoosh: Peran Negara dalam Sistem Ekonomi

Dalam teori negara klasik, pemerintah hanya bertugas sebagai penjaga malam—memastikan pagar tidak roboh dan hukum tetap berlaku. Namun, tubuh ekonomi modern jauh lebih kompleks. Satu organ vital saja bermasalah, maka seluruh tubuh bisa mengalami gejala serius seperti demam, kepercayaan publik goyah, dan pasar masuk mode panik.

Karena itu, negara kini berubah profesi: dari satpam menjadi dokter bedah ekonomi sistemik. Dua pasien yang paling jelas untuk menggambarkan peran baru negara ini adalah BCA dan Whoosh.

BCA: Pasien Muda yang Diselamatkan dan Berubah Menjadi Miss Universe Ekonomi

Bayangkan seorang wanita muda dengan potensi besar, cerdas, dan cantik, tiba-tiba tumbang bukan karena kesalahan gaya hidup, melainkan karena badai besar menghantam seluruh kota. Itulah BCA pada krisis 1997–1998.

Negara turun tangan bukan karena kasihan, tetapi karena jika BCA jatuh, seluruh bank bisa ikut panik. Inilah konsep systemic risk. Setelah distabilkan, negara tidak berhenti. BCA mendapat “bonus kosmetik ekonomi” seperti sistem digital yang dipoles, manajemen yang dibenahi, dan core banking yang diperkuat.

Ketika keluar dari ruang operasi, BCA bukan sekadar sembuh. Ia tampil sebagai finalis Miss Universe sektor keuangan. Modern, efisien, elegan, hingga meraih penghargaan internasional. Saham BCA akhirnya dilepas ke entitas konsorsium keuangan global.

Paradoks ekonomi: yang mengoperasi bukan selalu yang akhirnya memiliki. Ini menunjukkan bahwa negara memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, bahkan jika hasilnya dinikmati oleh pihak lain.

Whoosh: Operasi Jantung Terbuka pada Organ Infrastruktur Strategis

Jika BCA adalah pasien muda yang potensial, maka Whoosh adalah organ besar yang tidak boleh mati. Biaya membengkak, proyeksi penumpang berubah, utang besar, dan BUMN karya terengah-engah.

Namun proyek ini menyangkut lebih dari sekadar angka: reputasi diplomatik Indonesia, kredibilitas fiskal negara, kepercayaan investor global, dan arah pembangunan masa depan. Dalam teori publik, Whoosh adalah systemically important project.

Jika gagal, tubuh ekonomi akan goyah dari tulang hingga sumsum. Karena itu negara turun tangan melakukan operasi besar: restrukturisasi perjanjian, konsolidasi BUMN, perbaikan tata kelola, dan pengaturan ulang pembiayaan.

Operasi ini bukan kosmetik. Ini operasi jantung—mahal, rumit, dan tidak bisa ditunda.

Ketepatan Operasi: Bedah Ekonomi Harus Tepat Pasien dan Tepat Luka

Tidak semua pasien boleh masuk ruang bedah negara. BCA layak dioperasi karena potensi dan risiko sistemiknya. Whoosh wajib dioperasi karena nilai strategisnya. Operasi negara seharusnya mengikuti prinsip:

  • Tepat Pasien – hanya organ vital.
  • Tepat Luka – masalah struktural, bukan kesalahan manajemen.
  • Tepat Risiko – untuk mencegah efek domino.

Jika negara mengoperasi semua pasien yang berteriak “sakit”, maka negara berubah menjadi klinik kecantikan korporasi, bukan dokter bedah ekonomi.

Hambalang: Pasien Kronis yang Dibiarkan Euthanasia Karena Bisa Menular

Di sinilah perbandingan menarik muncul: Hambalang. Mengapa proyek seperti Hambalang tidak ikut dioperasi? Karena ia bukan pasien sakit, tapi pasien dengan penyakit bawaan sejak lahir: lokasi bermasalah, desain cacat, manajemen lemah, fondasi tidak stabil.

Ia bukan jantung, bukan otak, bukan paru-paru. Bahkan bukan organ penting yang menentukan hidup-matinya tubuh. Dalam pandangan dokter bedah ekonomi, Hambalang bukan pasien layak operasi. Lebih buruk lagi, ada risiko: jika dipaksa dioperasi, penyakitnya bisa menular.

Menular ke mana? Ke proyek lain yang berharap dapat perlakuan sama, ke kontraktor yang belajar bahwa mangkrak pun bisa diselamatkan, ke manajemen yang merasa salah kelola bukan masalah besar, ke birokrat yang semakin berani “asal jalan dulu, audit belakangan.”

Dalam teori kebijakan publik, solusinya jelas: euthanasia kebijakan—mengakhiri secara terhormat demi mencegah kerusakan lebih luas. Negara tidak bisa menyelamatkan semua pasien. Ada pasien yang justru menyelamatkan rumah sakit dengan tidak dioperasi. Dan Hambalang adalah salah satunya.

Penutup: Negara Harus Menjadi Dokter yang Bijak, Bukan Ahli Make-Up Korporasi

Di era digital ini, negara memang harus:

  • Menyelamatkan organ vital (BCA),
  • Mengoperasi proyek strategis (Whoosh),
  • Menolak mengoperasi pasien kronis yang berisiko menular (Hambalang).

Dokter bedah ekonomi harus belajar satu hal: Tidak semua pasien perlu diselamatkan. Hanya mereka yang menjaga stabilitas tubuh bangsa. Karena rumah sakit besar bernama Indonesia bukan hanya untuk korporasi yang sakit—tetapi untuk seluruh tubuh ekonomi yang harus tetap hidup bersama.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *